Gubernur Minat Patuhi Aturan Pelaksanaan Mudik

  • Bagikan

MAKASSAR, BKM.FAJAR.CO.ID - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman berharap sinergitas lintas sektoral di Provinsi Sulsel dalam memaksimalkan upaya menjamin masyarakat aman dan sehat dalam perayaan Idulfitri 1443 H/2022 Masehi.
Hal itu ditekankan Andi Sudirman pada Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam Rangka Kesiapan Menghadapi Idulfitri 1443 H/2022 M di Hotel Harper, Senin (25/4).
“Kita harap dengan sinergitas bersama seluruh lintas sektoral untuk meningkatkan pengamanan dan pengawalan, dapat tercipta rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama pelaksanaan mudik di Sulsel,” ujar Andi Sudirman.
Apalagi saat ini kondisi pandemi covid-19 di Sulsel sudah mulai melandai. Olehnya itu, diharapkan kesadaran bersama agar masyarakat tetap mematuhi aturan selama pelaksanaan mudik. “Alhamdulillah, tahun ini Bapak Presiden memberikan kebijakan kepada masyarakat untuk kelonggaran pelaksanaan mudik. Tentu euforia masyarakat tinggi untuk melaksanakan mudik. Apalagi ini menjadi tahun pertama pelaksanaan mudik selama pandemi covid-19,” jelasnya.
ASS pun mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin akan pentingnya protokol kesehatan, sehingga menghindari terjadinya lonjakan kasus covid-19. “Untuk seluruh masyarakat, tetap jaga kesehatan dan fisik sebelum melaksanakan perjalanan mudik. Serta menaati aturan dalam berkendara. Tetap jaga aman, imun, dan senantiasa berdoa semoga kita selalu diberi kesehatan dan keamanan dalam menjalankan aktivitas,” pintanya.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana yang hadir dalam pertemuan ini, berharap agar seluruh lintas sektoral saling berkoordinasi dalam membentuk kesiapsiagaan menjelang, pelaksanaan dan pasca-Idulfiti.

Ia menyebutkan, masyarakat yang akan mudik di Sulsel berkisar 1 juta orang. Di antaranya melalui jalur laut sekitar 450 ribu orang.
“Adapun Operasi Ketupat tahun ini akan dilaksanakan selama 12 hari dimulai tanggal 28 April hingga 9 Mei 2022, dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1442  H. Dengan melibatkan sekitar 5.400 personel gabungan, dari Polri, TNI, serta instansi terkait. Di antaranya Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Basarnas dan instansi lainnya,” jelasnya.

Dalam memberikan layanan ke masyarakat, pihaknya pun turut membangun 45 pos pengamanan, 33 pos pelayanan dan 6 pos terpadu. Serta dilakukan pula pengamanan di beberapa titik lokasi wisata, terminal, pelabuhan, bandara, dan lainnya. “Kita harap adanya upaya pencegahan dengan meningkatkan antisipasi, supaya masyarakat merasa nyaman dan tidak ada keresahan,” pungkasnya.  (jun)

  • Bagikan