Danny Sebut Insentif RT/RW Bisa Rp3 Juta per Bulan

  • Bagikan

MAKASSAR, BKM.FAJAR.CO.ID - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dan Wakil Wali Kota Fatmawati Rusdi mengumpulkan seluruh penjabat RT/RW dan OPD di kawasan Pantai Losari, Makassar, Minggu (10/4) subuh. Bersama ribuan Pj RT/RW yang hadir, Danny melaksanakan salat subuh berjemaah. Momen itu menjadi ajang konsolidasi sekaligus silaturrahmi pertama pascapenetapan Pj RT/RW.
Ada beberapa poin penting yang disampaikan Danny Pomanto kepada RT/RW dalam kegiatan itu. Salah satunya adalah memberi insentif hingga Rp2 juta untuk setiap RT/RW jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar mencapai Rp2 triliun.
“Kalau PAD kita bisa sampai Rp2 triliun, artinya RT/RW sebagai salah satu pemilik saham kota ini akan diberi insentif Rp2 juta per bulan. Kalau PAD Rp3 triliun, kita naikkan lagi menjadi Rp3 juta per bulan. Jadi signifikan kenaikannya,” kata Danny.
Namun sayang, janji tersebut tampaknya tidak bakal dinikmati Pj RT/RW. Pasalnya, mereka hanya akan bertugas hingga pejabat definitif RT/RW terpilih melalui pemilu raya yang saat ini sementara digodok perwalinya. Bersyukur jika nantinya Pj RT/RW ada yang terpilih menjadi pejabat definitif dan PAD Makassar memang tembus Rp2 triliun.
Untuk mencapai PAD Rp2 triliun tersebut, Danny akan melibatkan seluruh RT/RW menjadi Laskar Pajak. Jika RT/RW maksimal melaksanakan tugasnya, maka ada lagi insentif tambahan untuk mereka.
Salah seorang Pj RT Mohammad Faksi yang ditemui usai kegiatan di Pantai Losari, menyambut baik rencana wali kota tersebut. “Itu salah satu upaya yang dilakukan Pak Wali untuk meningkatkan kesejahteraan kami. Namun, apakah nanti kami bisa menikmati itu? Mengingat kami hanya penjabat. Belum tentu nanti kalau pemilu raya, bisa terpilih secara langsung,” ungkap wanita yang bertugas di Kecamatan Mariso itu.
Sejauh ini, insentif RT/RW yang diterima maksimal Rp1 juta sebulan. Dengan catatan harus memenuhi kriteria atau indikator yang ditetapkan. Pemberian insentif RT/RW selama ini berdasarkan Perwali 3/2016 tentang Indikator Penilaian Kinerja RT/RW Kota Makassar disebutkan ada sembilan indikator penilaian kinerja RT/RW.
Di antaranya, Lorong Garden, Makassar Tidak Rantasa (MTR), Bank Sampah, Retribusi Sampah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Sombere, Smart Card, Buku Administrasi RT/RW, dan Control Sosial Activity.
Salah seorang Pj RT yang juga Ketua RT definitif sebelumnya, Khadijah membenarkan insentif yang diberikan selama melaksanakan tugas maksimal Rp1 juta. “Memang ada indikator yang harus kita penuhi. Kalau maksimal kerjata, bisaki dapat Rp1 juta sebulan. Kalau saya waktu jadi ketua RT definitif, sebelum terpilih kembali sebagai Pj RT, beberapa kali dapat Rp1 juta sebulan,” tambah wanita yang terpilih sebagai Pj RT di ORW IV Kelurahan Kunjung Mae itu.
Soal optimisme meraih PAD Rp2 triliun, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra menerangkan instansi yang dipimpinnya harus bekerja keras demi mencapai target yang diharapkan. PAD sebesar Rp2 triliun itu diharapkan bisa diterima dari dua sektor. Yakni sektor pajak sebesar Rp1,6 triliun dan retribusi Rp400 miliar.

“Untuk mencapai itu, ada beberapa inovasi yang sudah kami siapkan. Salah satunya dengan mencari sektor-sektor pajak yang baru,” jelas Firman.
Selain itu, tambahnya, pihaknya akan meminimalisir terjadinya kebocoran pajak dengan memasang CCTV di ruang-ruang usaha. Khususnya hotel dan restoran untuk melihat potensi pajak yang bisa diterima. Bapenda juga akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan, menertibkan reklame-reklame yang tidak memberi kontribusi maksimal terhadap pemasukan PAD.

“Termasuk, memaksimalkan potensi RT/RW sebagai Laskar Pajak seperti yang disampaikan Pak Wali,” tambah Firman.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Makassar, Mohammad Syarief menerangkan, khusus untuk pelaksanaan salat subuh berjemaah di Anjungan Pantai Losari telah diagendakan pemerintah setiap akhir pekan. “Ini dijadwalkan berlangsung selama bulan Ramadan. Seluruh RT/RW diminta hadir,” kata Syarief.
Khusus untuk pertemuan pertama kemarin, tema yang diambil yakni Jagai Anakta, Jagai Kota Ta. “Ini kita pakai pelataran bugis Makassar. Ini (tema) kita ambil karena pandemi anak-anak banyak diajarkan lewat HP (telepon genggam). Itu menjadi program prioritas wali kota. Terlebih kondisi bangsa kita harus jaga stabilitas keamanan, jadi harus kerja sama yang baik,” ujarnya.
Dia menjelaskan, rangkaian kegiatan diisi dengan sambutan dan ceramah agama. Mereka mewakili beberapa ormas dan bergilir dengan durasi waktu 7 sampai 10 menit. (rhm)

  • Bagikan