Bisnis

Prudential Hadirkan Produk Asuransi Komplit dan Fleksibel


BKM/AMIRUDDIN NUR LAUNCHING -- Ki-ka: Jens Reisch-President Director Prudential Indonesia, Himawan Purnama–Head of Product Development of Prudential Indonesia, dan Prof Budi Hidayat–pakar ekonomi kesehatan masyarakat FKM UI, melaunching PruSolusi Sehat dan PruSolusi Sehat Syariah secara daring bersama wartawan dan blogger se-Indonesia.

MAKASSAR, BKM — Seiring meningkatnya tantangan kesehatan dan berbagai ketidakpastian yang ditimbulkan pandemi Covid-19, masyarakat butuh perlindungan yang terfokus pada kesehatan dan sesuai kebutuhan.
Juga mencegah pengeluaran katastropik yang berpotensi merapuhkan kondisi finansial keluarga. Tercatat pada 2018, 2,5 juta jiwa membelanjakan lebih dari 25 persen dari total konsumsi untuk biaya kesehatan di Indonesia.
Dalam rangka meningkatkan gairah masyarakat memiliki perlindungan untuk menghadapi berbagai risiko di masa mendatang yang dapat menyebabkan pengeluaran katastropik, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) kembali berinovasi melalui PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah.
Solusi terbaru ini merupakan asuransi kesehatan tradisional komplit yang memiliki fleksibilitas untuk pilihan perlindungan kesehatan dengan jangkauan hingga ke seluruh dunia.
”PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah menawarkan perlindungan lengkap untuk risiko rawat inap sesuai tagihan rumah sakit dengan kemudahan registrasi dan administrasi rawat inap untuk pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan di seluruh rumah sakit mitra Prudential Indonesia, baik di Indonesia maupun di luar negeri,” kata Himawan Purnama, Head of Product Development of Prudential Indonesia, sesaat sebelum launching PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah secara daring, Selasa (30/6).
Himawan mengatakan, PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah adalah produk asuransi kesehatan tradisional yang memberikan solusi lengkap dan fleksibel untuk perlindungan kesehatan dengan pembayaran manfaat sesuai tagihan rumah sakit untuk beberapa manfaat.
Menurut Himawan, aAda delapan manfaat yang akan dirasakan masyarakat nasabah Prudential, yakni nasabah dapat memilih tipe dan batas harga kamar rawat inap dan area perlindungan sesuai kebutuhan, menikmati pilihan wilayah pertanggungan yang luas dari Indonesia hingga ke seluruh dunia, masa perlindungan satu tahun dan dapat diperpanjang hingga tertanggung berusia 99 tahun.
Selain itu, terdapat PRUSolusi Sehat Limit Booster yang dapat menambah batas manfaat tahunan asuransi kesehatan PRUSolusi Sehat menjadi hingga Rp65 miliar, rawat jalan tanpa rawat inap untuk perawatan kanker dan cuci darah dibayarkan sesuai tagihan.
”Manfaat untuk perawatan rawat jalan 30 hari sebelum dan 90 hari sesudah tindakan bedah rawat jalan. Kunjungan dokter umum dan dokter spesialis (serta sub spesialis) per jenis spesialisasi masing-masing hingga dua kali perhari, pembayaran manfaat untuk perawatan di luar wilayah pertanggungan dengan persentase tertentu mengacu ketentuan pada polis,” jelas Himawan.
Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, mengatakan, semua produk Prudential mengkaver semua penyakit yang diderita masyarakat khususnya para nasabah Prudential. Sebanyak 250 ribu agen Prudential yang tersebar di seluruh Indonesia, siap memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik yang sudah menjadi nasabah maupun yang baru akan menjadi nasabah.
”Kami berharap seluruh masyarakat Indonesia bisa membeli produk asuransi, khususnya Prudential. Masyarakat butuh manajemen risiko. Jadi dengan menjadi nasabah Prudential, tentunya masyarakat sudah mengalihkan risiko yang mungkin akan terjadi kepada kami. Terutama risiko biaya perawatan dan pengobatan yang bisa saja jumlahnya tidak sedikit jika terjadi risiko sakit maupun risiko lainnya,” kata Jens Reisch.
Hal senada disampaikan Prof Budi Hidayat, pakar ekonomi kesehatan masyarakat FKM UI. Dalam kondisi seperti sekarang, masyarakat hendaknya mulai belajar manajemen risiko. Utamanya menyangkut risiko kesehatan. Karena gangguan kesehatan sewaktu-waktu bisa saja terjadi.
”Jadi jangan tunggu sakit baru kebingungan mencari biayanya. Sudah waktu masyarakat membeli produk asuransi khususnya yang mengkaver masalah kesehatan dengan biaya relatif terjangkau dan fleksibel,” kata Budi Hidayat. (mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.