Headline

Festival Kuliner dan Budaya Ditunda Walau Sudah Gladi


Kodam XIV/Hasanuddin Juga Terdampak Covid-19

BKM/CHAIRIL COFFE MORNING-Pangdam XI/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka pada coffee morning di Baruga Syekh Yusuf Makodam, Selasa (30/6).

PANDEMI covid-19 yang tengah melanda saat ini dirasakan pula dampaknya oleh Kodam XIV/Hasanuddin. Bahkan, sebuah festival yang telah dirancang dan gladinya pun sudah digelar, terpaksa ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

HAL itu terungkap dalam coffee morning dengan Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka di Baruga Syekh Yusuf Makodam, Selasa (30/6). Kasdam Brigjen TNI Andi Muhammad hadir dalam acara ini. Begitu pula dengan mantan Kapendam Kolonel Maskun Nafik, yang mendapat promosi jabatan ke Dispenad Mabes TNI.
Menurut Andi Sumangerukka, festival budaya serta kuliner yang diprogramkan telah disusun secara matang. ”Jika teman-teman wartawan pernah melihat gladi yang dilaksanakan di kawasan car free day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, itu bagian dari rencana tersebut,” ujarnya.
Program ini, diakuinya sebagai bagian dari melestarikan budaya serta kuliner tradisional, khususnya yang sudah sangat jarang ditemukan di tengah masyarakat.
”Konsep yang kita buat untuk festival budayanya adalah memadukan kesenian tradisional dari wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Salah satunya mallulo yang berasal dari Sulawesi Tenggara, dan disajikan dalam bentuk kolosal,” terangnya.
Sementara untuk kulinernya, dipilih makanan khas jenis buroncong. ”Di Jawa kan kita kenal yang namanya pukis. Di Sulsel ini, khususnya Makassar ada buroncong. Itu makanan tradisional,” tambahnya.
Guna pelaksanaan festival tersebut, telah disiapkan 100 gerobak penjual buroncong untuk menyemarakkan kegiatan ini. Namun akhirnya semua tak bisa terselenggara sampai sekarang, karena pandemi covid-19 masih terus berlanjut.
Pangdam yang juga menjadi bagian dari gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Sulsel, kemudian mengajak masyarakat untuk bersama-sama menekan penyebaran dan memutus matarantai penularan covid-19. Terutama dalam rangka penerapan kenormalan baru (new normal).
”New normal itu artinya memasuki kehidupan dengan mengubah pola lama ke yang baru. Misalnya hidup bersih, rajin mencuci tangan, mengenakan masker, dan protokol kesehatan lainnya,” terang Andi Sumangerukka.
Takut terhadap covid-19, menurut Andi Sumangerukka, bisa saja terjadi. Namun jangan sampai panik. Karena akan menurunkan imunitas tubuh, yang berdampak pada mudahnya virus menyerang.
Pada rangkaian coffee morning dilakukan pelepasan terhadap mantan Kapendam Kolonel Inf Maskun Nafik. Maskun yang sejak 2010 berkarir di jajaran Kodam IXV/Hasanuddin pun berkisah tentang pengalamannya semasa bertugas. Terutama yang bersentuhan dengan Pangdam XIV/Hasanuddin.
Maskun berkisah, dalam sebuah acara yang dihadiri Jusuf Kalla, ia hampir saja ‘mengusir’ Andi Sumangerukka. Kala itu belum menjabat sebagai pangdam. ”Peristiwa ini sebenarnya saya tidak mengingatnya, tapi beliau masih ingat,” ujarnya.

Mayjen Andi Sumangerukka kemudian menceritakan secara gamblang pengalamannya itu. Ketika itu, lanjutnya, ia datang untuk menunaikan salat Idul Kurban di Lapangan Karebosi. Dirinya datang cepat. Pagi-pagi sekali dan mengambil tempat duduk agak di depan.
”Biasanya kan kalau ada RI 1 atau R2 yang mau datang, disiapkan tempat di barisan depan. Saya yang datang cepat mengambil tempat agak di depan. Waktu itu pas di belakang Pak Maskun. Dia sempat menoleh ke belakang di samping kiri dan kanan. Yang dilihatnya waktu itu langsung diminta untuk bergeser. Saya mungkin tidak kelihatan, sehingga tetap di tempat. Seandainya saya terlihat, entah apa yang terjadi,” ujarnya tertawa, disambut gemuruh wartawan yang hadir.
Pengalaman lainnya yang dikisahkan Maskun, yakni tentang hobi sang komandan yang suka bermain sepak bola. ”Kami bermain bola bersama waktu itu. Tiba-tiba saja tanpa sengaja saya menabrak beliau. Saya kemudian berpikir, sekali-kali nabrak jenderal,” katanya sambil tertawa.
Pangdam pun mengakui hal itu. ”Sampai sekarang masih terasa,” imbuhnya seraya tersenyum.
Atas pengalamannya bersama Maskun selaku kapendam, Andi Sumangerukka mengakui jika prosesi pelepasannya dilaksanakan secara khusus. Dia pun memberi apresiasi, karena wartawan serta unsur pimpinan media yang hadir dalam acara ini cukup banyak.
”Kehadiran teman-teman wartawan serta pimpinan media di acara ini menjadi ukuran kalau Pak Maskun dekat dengan mereka. Saya yakin itu,” tandasnya. (rus)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.