Sulselbar

LSM Sorot Pembangunan Lapak


Sebagai Sumber Kumuh dan Semrawut

TIDAK NYAMAN -- Lapak yang dibangun sebagai sumber kumuh dan semrawut membuat pedagang dan pembeli merasa tidak nyaman.

JENEPONTO, BKM — LSM Arak Nusanrara menyoroti revitalisasi pembangunan lapak (kios) di area Pasar Karisa Kabupaten Jeneponto. Bahkan, telah menuai polemik di kalangan pedagang yang tergabung dalam komunitas asosiasi pedagang pasar tradisional Karisa Kabupaten Jeneponto.
Hal ini dipicu tidak ada sosialosasi dan transparansi pembangunan tersebut dan terkesan dipaksakan. Sehingga menjadi sumber kumuh dan semrawut yang membuat pedagang dan pembeli tidak nyaman. Demikian disampaikan Ketua LSM Arak Nusantara, Masugi Ranca, saat dihubungi di Pasar Induk Karisa, Senin (29/6).
Ketua LSM Arak Nusantara, Masugi Ranca, mengatakan, pedagang pasar tradisional Karisa jangan dijadikan objek kapital untuk meraih keuntungan pribadi. Tapi harus dilindungi dan dibina. Sebab mereka ini adalah penopang APBN dan APBD lewat retribusi yang ditarik setiap hari kepada pedagang kecil.
Ini sama saja memangsa pedagang. Pasar tradisional dibangun bukan untuk dikomersilkan. Tapi mendorong pelaku usaha mikro kecil agar tetap eksis. Sehingga roda perekonomian daerah bertumbuh menopang ekonomi kerakyatan dan pemerintah hadir melindungi para pelaku usaha mikro kecil.
Masugi Ranca menambahkan
”Agar polemik pembangunan lapak kios ini segera berakhir, kami mendesak kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembangunan tersebut, untuk tidak melanjutkan dan segera menghentikan segala aktivitas pembangunan, sebelum kami mengambil langkah hukum,” tegas Masugi Ranca. (krk/mir/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.