Headline

Golkar Berpotensi Tinggalkan Kader Nasdem di Daerah


MAKASSAR, BKM — Gaduh pencalonan di pemilihan wali kota (pilwali) Makassar antara Partai Golkar dan Nasdem akan berdampak di sejumlah daerah. Sejumlah pasangan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati belum aman untuk mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Meski para balon telah mendapatkan surat tugas atau rekomendasi, namun jika target yang diminta oleh partai, yakni jumlah koalisi dan pasangan tidak sesuai, maka balon tersebut tidak akan mendapatkan rekomendasi dalam bentuk format KPU yakni B1 KWK.
Sumber yang dikumpulkan di internal Golkar, partai yang dipimpin Airlangga Hartarto diisukan akan melakukan evaluasi atas rekomendasi yang telah dikeluarkan. Partai berlambang pohon beringin rindang tersebut akan memberikan pertimbangan kepada seluruh kadernya agar kembali menghitung peluang untuk berpasangan dengan kader Partai Nasdem di daerah.
Seperti diketahui, ada lima daerah di mana kader Golkar dan Nasdem bersama. Masing-masing Makassar, Selayar, Soppeng, Toraja serta Luwu Timur.
Untuk pilwali Makassar, Golkar dan Nasdem telah mengeluarkan rekomendasi kepada Mohammad Ramdhan Pomanto. Untuk pilbup Soppeng, kader Golkar dan Nasdem berpasangan yakni Andi Kaswadi Razak dengan Luthfi Halide.
Di Tana Toraja, kader kedua partai itu juga berpeluang bersama, yakni Nicodemus Biringkanae dengan Viktor Datuan Batara. Di Luwu Timur, Ketua DPD Nasdem Irwan Bachri Syam dikabarkan akan maju bersama kader Golkar yang juga putra mantan Bupati Andi Hatta Marakarma.
Sedangkan di Selayar, Golkar telah merekomendasikan Basli Ali. Nasdem kemungkinan akan ikut mendukung Basli yang tak lain adalah ketua DPD II Golkar Selayar.
Adapun di Gowa, Golkar belum bersikap. Sementara Nasdem telah mendukung Adnan Purichta. Untuk Bulukumba, Golkar mendukung Andi Hamzah Pangki, dan Nasdem juga belum bersikap.
Pilbup Maros, Nasdem mendukung Andi Harmil Mattotorang sedangkan Golkar mendukung Andi Tajerimin. Di Pangkep, Golkar mendukung Andi Ilham Zainuddin, sedang Nasdem mengusung Mohammad Yusran Lologau. Di Barru, Golkar dan Nasdem sejak awal berhadapan. Golkar mengusung Malkan Amin sedang Nasdem menjagokan ketuanya, yakni Suardi Saleh. Di Toraja Utara dan Luwu Utara kader Golkar dan Nasdem juga hampir pasti berhadapan.
Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhammad Risman Pasigai yang dimintai tanggapannya soal isu ancaman Golkar akan tingalkan kader Nasdem di daerah, mengatakan hal tersebut tidaklah benar.
“Golkar Nasdem itu adalah koalisi nasional di pilkada. Entah dari mana ada isu itu,” kata Risman Pasigai, kemarin.
Hal sama dilontarkan Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel HA Kadir Halid. “Belum bisa saya tanggapi ini,” tulis Kadir Halid.
Ketua DPW Nasdem Sulsel H Rusdi Masse yang dimintai komentarnya, enggan memberikan tanggapan. Hal sama juga ketika Sekretaris Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif yang dikonfirmasi, belum memberikan respon.

Pekerjaan Terberat

Pengamat politik yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unibos Dr Arief Wicaksono mengakui potensi itu ada. “Sudah seperti itulah konstalasi koalisi antara Golkar dengan Nasdem, baik di Makassar, maupun di tempat lain,” ujar Arief, Senin (29/6).
Arief mencontohkan kasus di Bulukumba. Menurutnya, di Butta Panrita Lopi itu lebih dahsyat, karena yang ditinggal adalah ketua Nasdem Bulukumba. Bahkan akan meninggalkan juga Askar HL yang notabene kader PPP, jika PPP tidak berkoalisi dengan Nasdem. “Saya lihat saat ini, Nasdem begitu percaya diri dalam menjalin komunikasi politik dengan kandidat, maupun dengan partai lain. Mungkin karena banyak targetnya berhasil dicapai pada pilpres dan pileg 2019 kemarin. Sementara menurut saya, konteksnya berbeda dengan pilkada,” ucapnya.
Pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad, menilai jika posisi Nasdem kini terpojok. Karena beberapa partai yang semula bergabung mengusung Danny mulai pertimbangkan koalisi. Hal itu akibat Danny mengganti pasangan dengan memilih Fatmawati Rudi menjadi wakil. Keduanya sesama kader Nasdem.
“Maka pekerjaan terberat Nasdem adalah membangun koalisi. Golkar mulai melirik pasangan lain dengan bargaining position mendorong kadernya maju,”ujar Firdaus. (rif)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.