Kriminal

Dokter Gadungan PT Pelni Akui Palsukan Ijazah


MAKASSAR, BKM — Sidang perkara pemalsuan dokumen ijazah fakultas kedokteran dari Universitas Hanasuddin (Unhas) Makassar dengan terdakwa Sulaiman Sia, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin siang (29/6).
Sidang secara daring (dalam jaringan) yang dipimpin Majelis Hakim, Suratno, terdakwa dokter gadungan yang telah bekerja PT Pelni mengakui perbuatannya. Dalam pembuatan ijazah palsu itu, dokter gadungan dibantu dua orang mahasiswa dari Universitas Kristen Makassar, masing-masing yaitu Irfan dan Albert.
Seperti yang diutarakan dalam persidangan. Sulaiman mengungkapkan pemalsuan ijazah Fakultas Kedokteran Unhas Makassar dilakukan pada 1994. Setelah dokumen rampung dan telah berbentuk ijazah, dirinya langsung ke PT Pelni melamar pekerjaan. Berkas lamaran kerjanya diterima oknum perusahaan bagian seleksi penerimaan. Namanya Since Tangon.
Dengan munculnya kasus ijazah palsu ini, Sulaiman justru menuding pihak perusahaan yang tidak cermat dan jeli melihat dokumennya. Buktinya dengan dirinya diterima bekerja di PT Pelni sebagai tenaga kontrak dan tenga kontrak berjangka pada tahun 2015 dengan total gaji mencapai Rp15 juta.
Kendati demikian, Sulaiman mengaku perbuatannya itu salah dan melanggar, karena telah memalsukan dokumen berupa ijazah untuk bekerja di PT Pelni. Walaupun sama sekali tidak pernah menjalani studi kedokteran di Unuas.
”Saya memang tidak pernah kuliah di Kedokteran Unhas. Saya akui saya bersalah yang mulia karena telah palsukan ijazah. Yang itu dibantu dua mahasiswa Universitas Kristen, Ifan dan Albert,” akunya.
Dia pun mengaku siap menjalani sidang lanjutan dengan agenda putusan di PN Makassar pada pekan depan. Jaksa Penuntut Umum, Ridwan Sahputra mengatakan, pihaknya telah mengajukan tuntutan dengan menjerat terdakwa dengan pasal 264 KUHP. Ancaman hukumannya 4 tahun penjara.
Kendati demikian, Ridwan tak menampik terdakwa telah mengakui dan menyesali segala perbuatannya. Sehingga tentu saja hal tersebut kedepannya bisa memengaruhi keputusan majelis hakim.
Terkait oknum mahasiswa UKI Paulus Makassar yang diketahui merupakan orang yang dengan sengaja memanipulasi dan memalsukan ijazah Fakultas Kedokteran Unhas tersebut, Ridwan mengaku, pihak kepolisian sudah menelusuri kebenaran informasi tersebut. Hanya saja hingga saat ini, keduanya masih belum diamankan dan sementara keduanya berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).
”Selama dia (terdakwa) mengaku salah dan benar-benar menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, tentu itu dapat meringankan dan mempengaruhi keputusan hakim. Tapi kita tunggu saja bagaimana keputusan hakim,” tutupnya. (arf/mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.