Metro

Diskusi Kering di Ruang Rapat Tanpa Makanan


Dampak Pandemi Covid-19 di Gedung DPRD Makassar

LEGISLATOR di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar mengeluhkan makanan dan minuman yang tidak tersedia saat berlangsung rapat dalam beberapa waktu belakangan. Penyebabnya, hingga kini belum ada perusahaan yang memenangkan tender yang sudah dilaksanakan Maret lalu.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Makassar Fasruddin Rusli, mengatakan lambatnya proses tender karena adanya pandemi covid-19, dan belum adanya perusahaan yang berani ikut tender. Hal ini mengakibatkan belanja makanan dan minuman tamu serta urusan rumah tangga unsur dewan saat menggelar rapat belum ada hingga saat ini.
Sekadar diketahui, alokasi anggaran belanja makanan dan minuman rumah tangga dewan sebesar Rp870 juta. Untuk belanja makanan dan minum tamu Rp58 juta. Kemudian, belanja makanan dan minuman rapat yang terbagi menjadi enam item yang mencapai Rp2 milliar lebih.
Belanja makanan dan minuman tamu dan rumah tangga merupakan kewenangan sekertariat DPRD. Anggaran tersebut diperuntukan bagi keperluan tamu dan rumah tangga unsur pimpinan saat rapat.
“Kalau harian tidakji, dek. Ini untuk rapat memang belum ada pemenang tendernya. Makanya, tiap rapat ini cuman teh saja kita siapkan. Makanannya tidak ada. Kalau anggarannya memang sudah ada, cuma belum ada pengusaha mau ikut tender ini juga masalah,” ungkap Fasruddin di saat menggelar rapat di ruang Banggar, Senin (29/6).
Selain itu, anggaran kebanyakan sudah direalokasi dan refocussing. Tapi untuk belaja makanan dan minuman tidak terdampak.
“Yah, semoga saja cepat ini ada pemenang tendernya. Bahaya juga ini kalau rapat, ada tamu tidak ada disediakan apa-apa. Kita juga diskusi kering,” ucapnya.
Begitupun yang dikatakan anggota DPRD Makassar Mario David. Ia bahkan sempat menyinggung bagian sekertariat, karena beberapa kali rapat tidak ada makanan dan minuman untuk tamu dan anggota dewan.
“Tolong ini lama juga ini tidak ada makanan di rapat. Bisa-bisa kita ini tidak fokus karena tidak ada makanannya,” katanya.
Walaupun dirinya mengetahui jika belanja makanan dan minum sudah ditender tinggal menunggu pemenang. “Memang tawwa sudah ditendermi, tapi kan hampa juga ini kalau lama. Semua tahapan dalam rencana pergeseran anggaran, sudah kita lakukan. Mulai dari rapat fraksi, komisi, Bamus, Banggar dan rapat pimpinan,” tuturnya. (ita)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.