Headline

Diduga Parangi Istri dan Dua Tetangga, Ditemukan Tewas di Jalan


GOWA, BKM — Jarum jam menunjuk pukul 13.30 Wita, Senin (29/6). Warga yang bermukim tak jauh dari pekuburan korban covid-19, yakni poros Macanda, Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa geger.
Sesosok mayat laki-laki ditemukan tergeletak melintang di ruas jalan poros dalam kondisi ditutupi daun pisang. Awalnya belum diketahui identitas korban. Ia mengenakan celana panjang hitam dan kemeja putih lengan panjang yang sudah terlihat kusam. Di kakinya terpasang sepatu boots plastik untuk petani.
Dari pakaian yang dipakai, identitasnya berhasil diketahui. Namanya Marzuki Dg Talli. Berusia 40 tahun. Warga BTN Graha Mawang Asri. 
Diduga, selain Marzuki Dg Talli, masih ada tiga korban lainnya di kompleks perumahan tempat tinggal korban. Pihak kepolisian masih melakukan  penyelidikan, baik terhadap tiga korban lainnya maupun tentang awal mula kejadian yang mengakibatkan korban meninggal dunia di tepi jalan.
Diketahui, tiga korban lainnya dua orang perempuan, yakni Mira dan Yusnan. Satu lainnya adalah Roby. Roby dan Yusnan adalah tetangga korban Marzuki Dg Talli. Sementara Mira merupakan istri Marzuki.
“Satuan Reskrim Polres Gowa akan menyelidiki kasus ini secara profesional untuk  menemukan pelakunya,” kata Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan saat dikonfirmasi, kemarin.
Pantauan di lokasi, di tubuh Marzuki terdapat beberapa luka. Salah satunya luka tusukan di bagian perut. Ada pula luka terbuka di bagian kepala dan wajah. Disamping mayat tergeletak sebilah parang dan sebatang balok, yang kini diamankan aparat kepolisian sebagai barang bukti.
Pihak kepolisian dari Polres Gowa dan Biddokes Forensik Polda Sulsel langsung melamasang garis polisi, sambil melakukan identifikasi terhadap korban.
“Rencana mau dibawa ke RSU Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Namun kita masih menunggu persetujuan pihak keluarga. Mayat itu kondisinya terluka di bagian kepala dan perut,” kata kata AKP Mangatas Tambunan.
Diakui M Tambunan, belum diketahui apa motif dari peristiwa ini. Penyidik Satuan Reskrim masuh melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui awal kejadian dan kronologisnya, Sebab diduga selain korban Marzuki, ada tiga korban lainnya sebelum Marzuki ditemukan tewas tergeletak di jalanan.
Dari informasi yang diperoleh media ini dari lokasi tempat tinggal korban, Marzuki usai mengamuk di kompleksnya. Ia memarangi tiga orang.
Awalnya, Marzuki mengalami sakit kepala. Tetiba dia masuk ke dalam rumahnya memarangi kepala istrinya Mira. Setelah itu, Marzuki mengalihkan perhatian ke rumah tetangganya bernama Roby yang tengah duduk-duduk di dalam rumahnya.
Seketika dia pun langsung menebaskan parangnya ke Roby. Setelah dari Roby, warga lainnya bernama Yusnan juga menjadi sasaran amukan Marzuki, setelah pintu rumahnya didobrak paksa. Ketiga korban langsung dievakuasi ke RSUD dan tengah menjalani perawatan medis.
Namun, belum diketahui kenapa Marzuki Dg Talli berada di jalan Macanda dan tergeletak tewas di jalan tersebut. “Kami belum tahu pasti kronologisnya. Karena itu kita berharap pihak keluarga untuk menyerahkan penanganan kasus ini kepada kepolisian. Diimbau pihak keluarga untuk dapat memberikan keterangan sejelas-jelasnya guna dilakukan penyelidikan. Diharapkan juga tidak melakukan tindakan main hakim sendiri,” imbuh M Tambunan. (sar)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.