Metro

Besok, Tahapan PPDB SD dan SMP Dibuka


MAKASSAR, BKM– Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP mulai akan dibuka besok, Rabu (1/7).
Tahap pendaftaran akan dibuka selama tiga hari yakni 1-3 Juli untuk jalur non zonasi yakni prestasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua.
Sementara khusus untuk jalur zonasi, pendaftaran baru akan dibuka pada 6-7 Juli mendatang.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Amelia Malik, menjelaskan, tahun ini, seluruh tahapan pendaftaran akan dilaksanakan secara daring. Calon maupun orang tua siswa bisa melakukan proses pendaftaran di www.ppdb.makassar.go.id. atau www.disdik.makassar.go.id.
“Semua proses PPDB akan dimulai besok, 1 Juli. Tahapannya, secara keseluruhan dilakukan secara online,” ungkap Amelia, Senin (29/6).
Kata Amelia, seluruh tahapan akan berlangsung secara transparan dan diawasi langsung oleh Ombudsman Makassar.
Komitmen untuk melaksanakan PPDB secara integritas, transparan, non diskriminatif, dan bersih ditandai dengan penandatanganan fakta integritas antara Disdik Makassar dan seluruh sekolah yang ada di kota ini. Penandatanganan dilakukan secara simbolis, Senin (29/6) di Ruang Pertemuan Kantor Dinas Pendidikan Sulsel.
Amalia menjelaskan tahun ini, untuk tingkatan sekolah dasar, dari 314 sekolah negeri yang ada, menamatkan murid sebanyak 18.865.
Sementara dari 144 SD swasta, menamatkan siswa sebanyak 4.543 orang.
Sementara tingkat SMP, dari 56 sekolah negeri, berhasil menamatkan 12.806 siswa. Untuk sekolah swasta, dari 166 sekolah, jumlah lulusannya sebanyak 7.572.
Berdasarkan data, calon peserta didik yang tamat SD tahun ini sebanyak 23.408 orang. Sementara estimasi yang disiapkan untuk sekolah negeri sebanyak 13.806 kursi. Artinya, ada sekitar 9.602 calon siswa yang bakal tidak tertampung di sekolah negeri dan harus melanjutkan ke sekolah swasta.
Kepala Ombudsman Kota Makassar, Andi Ikhwan Patiroi, menjelaskan, seperti tahun sebelumnya, Ombudswan akan melakukan pengawasan secara ketat pada semua tahapan PPDB.
Jika ada yang ditemukan mengabaikan prosedur PPDB, bermain atau melakukan kongkalikong dengan pihak sekolah, maka Ombudsman menerima pengaduan secata terbuka.
Tahun lalu, kata Andi Ikhwan, sebanyak 80 pengaduan terkait PPDB masuk ke Ombudsman dan ditindaklanjuti.
Dia berharap tahun ini bisa berkurang, bahkan nihil karena semangat untuk melaksanakan proses PPDB secara sportif semakin baik.
“Intinya kami akan melakukan pengawasan melekat terhadap seluruh tahapab PPDB ini, jika ada kecurangan, segera laporkan. Nanti kami akan tindak lanjuti,” tandas Andi Ikhwan. (rhm)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.