Kriminal

Maling Kabel PT PLN dan Penadahnya Digulung


RILIS -- Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel saat merilis kasus pencurian kabel milik PT PLN.

MAKASSAR, BKM — Sebuah rumah di Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kecamatan Tamalanrea, dikepung beberapa pria bersenjata yang diketahui adalah tim Resimen Mobile (Resmob) Polda Sulsel.

Dari balik pintu rumah keluarlah seorang lelaki dengan tangan terborgol dalam kawalan petugas kepolisian. Dia selanjutnya digelandang ke Posko Resmob Polda Sulsel untuk dihadapkan aduannya dalam tindak pidana pencurian (Curat) pengungkapan kasus pencurian kabel milik PT PLN (Persero) berdasarkan aduan yang diterima Polda Sulsel yang ditindaklanjuti Resmob Polda Sulsel.
Hal itu dikemukakan Panit Sidik Resmob Polda Sulsel, Iptu Haris W.
”Kami menindaklanjuti aduan. Disebutkan bahwa kabel milik PT PLN (Persero) dijarah maling. Kabel itu berisi tembaga optik NYY. Aduan itu kami tindak lanjuti dengan menguber pelaku. Alhasil identitas dan keberadaan pelaku berhasil dikantongi,” terang Iptu Haris.
Dilanjutkan Iptu Haris, setelah diketahui keberadaan pelaku, sebuah rumah di BTP pada Jumat (26/6), langsung dikepung. Hasilnya, pria yang sudah dikantongi identitasnya itu tanpa perlawanan berhasil dibekuk.

”Kepada polisi pria itu menyebutkan identitasnya bernama Ismail beralamat di Sudiang. Menurut pengakuannya, betul dirinya yang merupakan dalang pencurian kabel milik PT PLN yang melibatkan rekannya. Pengakuannya juga bahwa dia kala beraksi mengenakan seragam petugas PLN dengan menggunakan kendaraan roda empat (mobil) turun langsung ke tempat kejadian perkara ditemani dua rekannya yang masih buron. Di lokasi kawanan pelaku ini membawa tang lalu memutus kabel di lokasi wilayah Makassar dan Maros. Setelah berhasil menjarah kabel, mereka membawanya ke pengepul,” beber Iptu Haris menirukan keterangan pelaku, saat merilis kasus tersebut, Minggu (28/6).

Perwira polisi dua balok dipundaknya ini menambahkan, selain mengakui perbuatannya sebagai dalang (eksekutor) pencurian kabel milik PT PLN, Ismail juga menyebutkan bahwa dirinya sudah beraksi di 31 titik di Kota Makassar dan Kabupaten Maros.
”Ada 31 titik disebutkan pelaku bahwa dirinya dalang pencurian kabel milik PT PLN di wilayah Kota Makassar dan Maros. Tembaga kabel itu dijual ke pengepul dengan harga perkilo Rp50 ribu. Atas kejadian itu, pihak PLN merugi hingga Rp30 juta. Kini Ismail berstatus tersangka. Penadahnya juga berhasil diamankan. Mereka adalah Abdul Rahman (23), Widianto (27), Hj Naslih (43), dan Melisa (26),” terang Iptu Haris.

Selain tersangka dan penadahnya, petugas juga mengamankan barang bukti berupa seragam milik PT PLN, helm, tang besar, empat gulungan kabel serta satu unit mobil yang digunakan saat beraksi.

”Tersangka dan penadahnya sudah diamankan. Begitu pula barang bukti kejahatan mereka. Sementara dua rekannya yang sudah dikantongi identitasnya dalam pengejaran. Kasus ini juga masih dalam pengembangan,” pungkas Iptu Haris. (ish/mir/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.