Gojentakmapan

Gowa Target 3.195 Akseptor KB


BKM/SAR KAMPUNG KB -- Sekretaris Perwakilan BKKBN Sulsel, Faisal Fahmi saat meninjau kesiapan Kampung KB Biringje'ne, Gowa, Jumat pekan kemarin.

GOWA, BKM — Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, mengatakan, program KB dimasa pandemi Covid-19 ini ada peningkatan jumlah orang hamil di Gowa. Namun jumlahnya tidak signifikan.
”Memang ada peningkatan. Tapi tidak terlalu signifikan. Sebab kami dari awal telah mengantisipasi dengan berbagai program giat KB. Terutama pada saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Dimana, lebih banyak orang tinggal di rumah. Melalui kader-kader kami di lapangan, para penyuluh KB terutama PPKBD dan Sub PPKBD tetap memberikan arahan-arahan untuk lebih gencar melakukan penyuluhan. Tentunya dengan protokol kesehatan pencegahan yang ketat,” kata Sofyan Daud di Kampung KB Biringje’ne, Desa Bilibili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Jumat siang (26/6).
Dikatakan Sofyan, dengan antisipasi yang jauh sebelumnya dilakukan membuat jajaran PPKB Gowa mampu meredam sedikit tingkat kehamilan di Gowa. ”Dimasa pandemi ini kita tetap mendorong para penyuluh agar tetap proaktif. Dimana, tidak terjadi putus KB atau drop out di kalangan aseptor. Kita lakukan antisipasi dengan bekerjasama seluruh Fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) dan klinik-klinik KB untuk memberikan pelayanan kepada mereka yang mau ber-KB. Kami tetap mendorong agar pelayanan yang diberikan itu adalah alat kontrasepsi yang tidak terlalu lama di pelayanan seperti pil dan suntikan,” jelas Sofyan.
Dia berharap, yang terpenting adalah bagaimana supaya tidak terjadi kehamilan yang tidak diinginkan saat ini atau disaat masa pandemi Covid-19 ini. Terkait pelayanan berbasis protokol kesehatan di sejua klinik KB menurut Sofyan, pola kerja klinik KB serta Fasyankes lainnya memang dilakukan dengan super ketat.
Terkait peringatan Harganas (Hari Keluarga Nasional) yang diperingati pada Senin 29 Juni 2020 ini, Sofyan mengatakan, akan ada pelayanan terfokus sesuai program pelayanan sejuta aseptor untuk seluruh Indonesia.
”Kebetulan Kabupaten Gowa dapat target 3.195 akseptor. Dan Alhamdulillah, kita sudah sebar target ini ke seluruh Fasyankes yang ada di Gowa. Kami juga mendapat dukungan penuh dari pak bupati Gowa, Wabup dan sekretaris kabupaten juga Dinas Kesehatan dan bidan-bidan. Dimana para bidan ini sudah siap memberikan pelayanan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kita tidak mau ambil risiko sedikitpun dalam pelayanan ini (risiko Covid-19),” tandas Sofyan.
Sementara itu, Sekretaris Perwakilan BKKBN Sulsel, Faisal Fahmi, mengarahkan agar kegiatan-kegiatan yang dilakukan PPKB harus selalu secara terpadu dengan lintas sektor yang ada .
”Kami harapkan Kampung KB ini kegiatan-kegiatannya bisa lebih intens lagi. Apalagi dimasa pandemi ini. Namun tentunya harus dengan protokol kesehatan yang baik. Program menekan angka kelahiran di masa pandemi ini harus tetap menjadi fokus kita,” kata Faisal disela kehadirannya meninjau aktivitas jajaram PPKB Gowa di Kampung KB Biringje’ne menjelang Hari Keluarga Nasional 29 Juni. (sar/mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.