Headline

Yusran: Ini Berkah Bagi Saya


Kembali ke Unhas Usai Dicopot NA

MAKASSAR, BKM — Hari ini, Jumat (26/6), jabatan penjabat (pj) wali kota Makassar akan diserahterimakan. Posisi yang sebelumnya diduduki Prof Yusran Jusuf beralih ke Prof Rudy Djamaluddin.
Informasi pencopotan terhadap Yusran yang baru 42 hari menjabat, memang sudah beredar beberapa hari terakhir. Namun, tidak disangka jika prosesnya begitu cepat. Dia pun tercatat sebagai pj wali kota tercepat diganti
Rencananya, pengganti Prof Yusran, yakni Prof Rudy Djamaluddin akan dilantik dan dikukuhkan sebagai pj wali kota usai salat Jumat, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka.
Sedianya, Prof Rudy bakal dilantik, Kamis (25/6) kemarin. Di lokasi tempat lelaki yang saat ini menjabat kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi itu akan dilantik, sudah dilakukan proses gladi bersih. Namun, gubernur yang hendak melantik tiba-tiba harus berangkat ke Bantaeng karena ada urusan mendadak.
Sehari sebelum melepas jabatannya, Kamis (25/6), Yusran menggelar jumpa pers di Posko Covid Kota Makassar, Jalan Nikel.
Dia menjelaskan rencananya setelah tidak lagi menjabat sebagai pj wali kota. Ia memutuskan akan kembali ke kampus, yang disebutnya dengan nama barak.
Mantan dekan Fakultas Kehutanan itu mengaku akan sepenuhnya mengabdikan diri kembali ke Unhas, tempat di mana ia dibesarkan sebagai akademisi.
Yusran menyebutkan, informasi penggantian dirinya ia ketahui pukul 23.00 Wita, Rabu malam (24/6) . “Saya dapat info tadi malam pas jam 11. Jadi kita tadi malam sudah mempersiapkan,” katanya.
Terkait dengan alasan penggantian dirinya sebagai pj walikota, ia mengaku tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu soal alasan penggantian. Yang jelas saya masuk di sini tak lain adalah kerja profesional,” ujar Yusran.
Selama menjabat di Makassar, ada dua yang menjadi perhatian Yusran. Selain menangani wabah virus corona, juga membenahi persoalan pemerintahan.
Terkait dengan apa yang telah ia lakukan dalam menekan penyebaran covid-19, Yusran enggan mengomentarinya terlalu jauh. “Itu bisa dinilai pimpinanlah. Kita rilis setiap hari. Jadi nanti dikatakan stabil kalau sudah dua minggu,” terangnya.
“Intinya, kita telah membuat desain program. Sebenarnya itu upaya. Upaya untuk menurunkan (covid),” Yusran menambahkan.
Menurut Yusran, untuk mengukur kerja-kerjanya di Pemkot Makassar tentu membutuhkan proses. “Ini tidak sertamerta. Butuh proses. Karena apa yang diintervensi minggu lalu mungkin dampaknya akan terlihat minggu depan,” imbuhnya.
Yusran menegaskan, hingga kemarin pihaknya belum menerima SK penggantian dirinya. Ia hanya mengetahui melalui sekkot Makassar dan sekprov Sulsel.
“Saya akan kembali ke barak (Unhas). Setelah ini saya kembali ke kampus. Alhamdulillah, hari ini (kemarin) SK IV/E saya juga turun yang sudah tujuh tahun. Jadi berkah juga bagi saya,” katanya.
Diapun mengaku ikhlas. Menurutnya, jabatan hanyalah amanah yang bisa beralih kapan saja.
Yusran mengambil sisi positif dari penarikan dirinya sebagai pj wali kota. Karena dia mengaku bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Tak lupa Yusran mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD yang ikut membantu selama sebulan lebih memimpin Makassar.
Selama kepemimpinan Yusran di Makassar, angka pertambahan kasus secara alami atau R0 dan angka penambahan kasus yang terjadi di lapangan setelah mendapatkan berbagai intervensi atau RT, menurun hingga ke posisi 1,01.
Terkait dengan adanya isu yang beredar pergantian dirinya ada kaitannya dengan urusan politik, Yusran enggan berkomentar lebih jauh. Menurutnya, segala yang dia lakukan selama ini untuk mengintervensi kasus virus corona baru, dapat dirasakan dampaknya minggu depan.
Ia pun berpesan bagi pj wali kota yang akan menggantikan dirinya. Penerusnya itu harus mengawal kasus covid-19 hingga tuntas, serta proses pilkada.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah secara tiba-tiba mengusulkan penggantian pj wali kota Makassar karena dianggap tidak mampu menangani kasus covid-19 di kota ini. Padahal, Yusran baru saja menjabat 42 hari.
”Makassar adalah ibukota provinsi. Diperlukan kemampuan banyak aspek, sosial, ekonomi, dan merangkul semua stakeholder. Dan kita telah merajut kebersamaan bersama teman-teman di pemkot,” tandasnya.
Sejak menjabat wali kota selama 43 hari, ia menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf jika ada yang kurang. “Yang pertama saya sampaikan, berterima kasih sampaikan ke warga Makassar, khususnya teman wartawan yang bisa bersamaan saya selama sebulan. Ini sangat berharga bagi saya. Selama saya 40 hari belum optimal. Tapi yakin dan percaya ini sudah maksimal untuk Makassar,” katanya.

Buat Apa Dipertahankan

Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah membeberkan, pergantian dikarenakan penanganan covid-19 di Makassar yang tidak maksimal selama ini. Yusran dianggap kurang dalam berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pemprov Sulsel. Padahal, dikatakan Nurdin, kolaborasi menjadi sangat penting dalam penanganan covid-19 di Sulsel.
Nurdin mengatakan, Makassar kini menjadi episentrum penularan di luar Jawa. Maka dibutuhkan kekompakan serta kerja sama dalam rangka menghadapi pandemi ini.
“Beberapa hari terakhir disamping kasus positif yang terus meningkat di Makassar, tentu karena testing yang kita lakukan secara massif. Tapi juga tingkat penularan ikut, akibat protokol kesehatan yang kurang kita indahkan,” kata Nurdin.
Yang paling mengkhawatirkan lagi, daerah-daerah di Makassar yang sebelumnya steril, kini tidak lagi. Menurutnya, jika pemimpin di Makassar bisa menyelesaikan persoalan covid-19, maka 80 persen persoalan covid di Sulsel akan selesai. Nurdin mengaku telah berkonsultasi dengan Mendagri soal ini, dan pusat pun dikatakannya memahami.
“Kita butuh strong leader yang bisa merangkul semua elemen masyarakat. Yang bisa mengendalikan pemerintahan untuk mengatasi covid di Sulsel. Jadi tidak ada hal yang khusus dari pergantian ini,” terangnya.
“Penjabat wali kota itu adalah perpanjangan tangan gubernur untuk mengendalikan Makassar sementara waktu sampai ada wali kota definitif. Di pelantikan pj kan saya ingatkan, bahwa ini jabatan bukan permanen. Bukan pilihan rakyat. Ini betul-betul mengisi kekosongan selama pejabat definitif belum terpilih,” tambahnya.
Olehnya, Nurdin menegaskan kepada pj wali kota untuk tetap menjaga netralitas, kerja fokus, apalagi saat masa pandemi. “Tidak akan mungkin pemerintah bisa bekerja sendiri. Membangun kolaborasi, membangun sinergi, untuk menyelesaikan covid. Ini adalah misi kemanusiaan dalam memutus rantai pemularan covid,” urainya.
Nurdin pun berpesan kepada Prof Rudi, untuk segera menyelesaikan covid-19 di Makassar. Ia menyarankan kepada Rudi, agar seluruh elemen masyarakat digerakkan.
“Kita harus lebih tegas kepada seluruh pemerintahan yang ada di Makassar. Tanpa kecuali. Jadi kalau ada yang bermain-main, buat apa kita pertahankan. Tugas Pak Rudi, rangkul semua. Edukasi secara massif harus kita lakukan. Buat strategi bagaimana orang yang sehat itu bekerja. Orang yang sakit itu di rumah,” tandasnya. (rhm-nug)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.