Headline

Tempat Cuci Tangan di Semua Rumah, Internet untuk Pelajar


Berkunjung ke Kampung Tangguh Wanua Ewako Bone

BKM/HERMAN TIM PENILAI-Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi mendampingi tim penilai yang berkunjung ke Kampung Tangguh Wanua Ewako Bone, Rabu (24/6).

BONE, BKM — Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Bone yang ditetapkan sebagai kampung tangguh. Ini merupakan program kepolisian bekerja sama Pemkab Bone dalam menciptakan lingkungan yang mampu bertahan dalam situasi pandemi covid-19.

Bupati Andi Fahsar M Padjalangi memberi nama Wanua Ewako Bone untuk kampung tangguh ini. Nama itu merupakan perubahan dari nama yang direncanakan sebelumnya, yakni Wanua Porena Bone.
Dalam bahasa Bugis wanua berarti kampung, dan ewako artinya lawan. Jadi, wanua ewako merupakan ajakan untuk melawan. Kampung yang mengajak masyarakatnya untuk melawan pernyebaran dan penularan wabah covid-19 yang tengah melanda saat ini. Sementara Bone adalah nama daerah.
Wanua Ewako Bone merupakan kegiatan yang menjadi orientasi pembentukan kampung tangguh nusantara berbasis POP (problem oriented policing). Ini merupakan salah satu metode yang digunakan oleh polisi guna mengembangkan strategi untuk mencegah dan mengurangi kejahatan serta dampak lainya.
Sesuai dengan namanya, kampung tangguh diharapkan agar masyarakat bisa memanfaatkan sumber daya secara maksimal. Seperti memanfaatkan potensi pertanian, perkebunan, perikanan dan lainnya. Apalagi di masa pandemi covid-19. Potensi tersebut lebih bisa dikembangkan dan masyarakat produktif memanfaatkan lahan yang ada.
Adapun budidaya yang dilakukan di kampung tangguh ini, di antaranya menanam bibit tanaman, ikan, singkong, durian, dan lainnya yang cocok dengan lingkungannya.
Bupati Bone Andi Fahsar Padjalagi berharap agar kampung ini bisa memacu daerah lainnya untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang ada di daerah masing-masing. Sehingga selain bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga dapat untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kita berharap dengan adanya Wanua Ewako Bone ini, juga dapat menjadi kampung nusantara yang tangguh di tengah covid-19. Karena itu diharapkan semua bersinergi untuk mewujudkannya,” kata Andi Fahsar.
Selain itu, bupati juga meminta kepada semua pihak agar tetap mengedukasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan murni. “Jadi tidak ada lagi penduduk tidak pakai masker. Jangan ada masyarakat keluar dari rumah tanpa masker. Selalu mencuci tangan dengan sabun. Begitupun dengan orang luar yang masuk akan didata semua, dan diimbau juga untuk tetap selalu jaga jarak,” tambahnya.
Kapolres Bone AKBP Try Handako Wijaya Putra, mengatakan bahwa kampung tangguh ini bertujuan menciptakan lingkungan kampung yang mampu bertahan dalam situasi covid-19. Selain itu, nantinya juga akan dinilai secara nasional.
“Kampung Tangguh ini nantinya bakal mengedepankan protokol kesehatan, mulai dari pakai masker, jaga jarak, makan sehat, cuci tangan pakai sabun, rajin olahraga, dan tidak merokok,” ujar AKPB Try Handako.
Kepala Desa Lampoko Usman, mengaku sangat bangga wilayah yang dipimpinnya ditunjuk sebagai salah satu kampung yang mewakili Kabupaten Bone. Dia berharap besar dapat menang dalam penilaian.
Usman mengakui, hingga saat ini warganya sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Setiap rumah sudah memiliki tempat cuci tangan.
“Alhamdulillah, saya melihat kesadaran masyarakat juga sudah sangat tinggi. Saat ini sangat susah kita temukan ada warga yang keluar rumah tidak menggunakan masker. Selain itu, untuk anak anak kita yang pelajar, juga sudah bisa belajar di rumah masing-masing dengan menggunakan fasilitas internet yang telah disiapkan,” jelasnya.
Kini, warga Bumi Arung Palakka menaruh harapan penuh kepada Wanua Ewako Bone untuk bisa menang dan menjadi kampung percontohan dan dapat mengharumkan nama daerah pada level nasional. (herman)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.