Headline

Napi Lapas Bollangi Kendalikan 4.500 Pil Ekstasi


SIDRAP, BKM — Praktik peredaran dan penyalahgunaan narkotika tetap berlangsung di tengah mewabahnya covid-19. Satuan Reserse Narkoba Polres Sidrap bekerja sama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel berhasil mengungkapnya.
Sindikat peredaran barang haram beromzet puluhan miliar ini diungkap, Rabu malam (24/6). Total barang bukti yang ditemukan cukup fantastis. Yakni 4.500 butir jenis ekstasi golongan satu. Narkoba tersebut diamankan dari dua lokasi berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan.
Khusus pengungkapan di Sidrap, Resmob Narkoba Polres Sidrap mengamankan dua orang. Masing-masing Hendra (22) dan Hendri (29). Mereka warga Amparita, Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap. Dari tangannya diamankan barang bukti sebanyak 1.500 butir eksotan.
Penangkapan terhadap keduanya dilakukan Satuan Resmob Satresnarkoba Polres Sidrap yang dipimpin AKP Andi Sofyan. Tersangka Hendra sebagai pemilik diringkus terlebih dahulu di Amparita, Kelurahan Arateng.
Dari hasil pengembangan yang dilakukan polisi, ia menunjuk seorang rekannya bernama Hendri. 1.500 butir pil yang disita dikemas dalam dua saset, masing-masing berisi 300 butir. Ada pula 26 saset kecil yang totalnya berisi 1.200 butir pil ekstasi, serta dua unit gawai. Barang bukti tersangka Hendra didapat di rumahnya. Ia menyembunyikannya di atas plafon kamar.
Kapolres Sidrap AKBP Leonardo Panji Wahyudi melalui Kasatres Narkoba AKP Andi Sofyan, menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal ketika Tim Khusus Satresnarkoba menerima informasi masyarakat tentang peredaran pil ekstasi. Selanjutnya dilakukan undercoverbuy di TKP, Kamis (18/6) sepekan sebelumnya pada pukul 09.00 wita.
AKP A Sofyan bersama timnya berhasil memancing Hendra untuk bertransaksi. Dua paket bungkusan diperlihatkan tersangka kepada petugas. Di dalamnya berisi 300 butir jenis ekstasi golongan satu.
Polisi pun langsung menangkap Hendra. Ketika diinterogasi, dia pun ‘bernyanyi’. Satu nama rekannya berbisnis ekstasi ini disebut, yakni Hendri. Aparat berhasil meringkusnya sepekan kemudian, tepatnya Rabu (24/6), setelah lokasi persembunyiannya ditemukan.
“Kasus ini masih tengah kami kembangkan, karena diduga kuat ada jaringan lainnya. Kedua tersangka mengaku mendapat barang bukti tersebut dari rekannya berinisal SN yang saat ini mendekam di Lapas Bolangi Sungguminasa Gowa,” ucap Andi Sofyan di kantornya, Rabu malam.
Kini, keduanya Hendra dan Hendri masih diperiksa insentif untuk melengkapi BAP keduanya.
Pengungkapan kasus ini adalah kali kedua sejak AKP Andi Sofyan menjabat Kasatres Narkoba Polres Sidrap. Sebelumnya, 1.000 butir ekstasi juga berhasil diungkap di akhir Desember tahun 2019 Silam. Hal itupun menjadikan petugas Satresnarkoba Polres Sidrap masuk dalam pengungkapan kasus terbesar narkoba jenis ekstasi.
Dihubungi terpisah, Kamis (25/6), Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Narkotika Bollangi Suwandi, mengatakan pihaknya belum mendapat informasi dari pihak Polres Sidrap maupun BNNP Sulsel terkait pengembangan kasus dari pengungkapan ribuan butir ekstasi.
”Kalau memang ada seperti itu, kami menunggu konfirmasi dan koordinasi dari Polres Sidrap. Kalau ada infonya, kami dari Lapas Narkotika siap bantu. Nama Sandi di sini banyak. Kalau ada fotonya, kami carikan di database. Warga binaan di sini lebih 1.000 orang. Kita tidak bisa hafal semuanya,” ujar Suwandi.

Ditembak

Berselang beberapa waktu kemudian, Satresnarkoba Polres Sidrap juga mengungkap sindikat kasus kepemilikan pil ekstasi dalam jumlah besar. Barang bukti yang diamankan bahkan dua kali lipat.
Operasi yang dipimpin Iptu Ronald bersama personel BNNP Sulsel, Rabu malam (24/6), seorang pria bernama Idris Afandi alias Lasinyong (30) berhasil ditangkap di Kampung Pakkasaloe, Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap. Polisi menyita 3.000 butir pil ekstasi.
Menurut Iptu Ronald, operasi yang dilakukan itu merupakan hasil pengembangan setelah sebelumnya mengamankan seorang perempuan berinisial N (38) di Makassar beberapa waktu lalu.
Dalam operasi penggerebekan di Sidrap, kata Iptu Ronald, terduga pemilik ribuan butir pil ekstasi tersebut berusaha kabur dari sergapan petugas. Karenanya, tim yang melakukan penangkapan memberikan tindakan tegas dan terukur dengan mengeluarkan tembakan dan mengenai bagian kaki.
“Iya betul, terduga pemilik ribuan butir pil ekstasi terpaksa diberi tindakan tegas setelah berusaha kabur dari sergapan aparat,” ujar Iptu Ronald yang dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (25/6).
Setelah tersangka diamankan dan dihadiahi timah panas, petugas pun membawanya ke RS Nene’ Mallomo (Nemal), Pangkajene untuk dilakukan operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang pada bagian kaki. Selanjutnya digiring ke kantor BNNP Sulsel di Makassar guna pengembangan lebih lanjut. (ady-jun/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.