Gojentakmapan

Dua Pelaku Penyerangan Toko Bahan Bangunan Ditangkap


MAROS, BKM -– Setelah sempat buron, dua dari tiga orang pelaku utama penyerangan toko bahan bangunan oleh rombongan pengantar jenazah dari Makassar di Ballu-Ballu, Kecamatan Turikale, Maros, akhirnya diamankan polisi.
Kedua pelaku masing-masing WM (19) dan EP (25) diduga kuat menjadi biang kerok terjadinya bentrokan antara karyawan toko dengan pengantar jenazah yang berbuntut pada penyerangan hingga masuk ke dalam toko.
”Ini baru dua orang pelaku yang kita amankan. Satunya lagi masih buron. Mereka ini adalah pelaku utamanya hingga terjadi aksi penyerangan toko itu,” kata Wakapolres Maros, Kompol Muhamadong, Rabu (24/6).
Untuk mencegah aksi brutal itu tidak terjadi kembali, Polres Maros mengancam akan menindak tegas rombongan pengantar jenazah yang ugal-ugalan dan tidak mematuhi aturan lalu lintas. Polisi juga meminta pengatar jenazah bisa melapor dan akan dikawal petugas.
”Kita kan sudah ada program pengawalan gratis bagi pengantar jenazah. Tapi mereka ini tidak mau diatur. Makanya, kami dari Polres Maros akan menindak tegas mereka kalau ada yang ugal-ugalan dan tidak mematuhi aturan lalulintas,” lanjutnya.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (17/06/2020) di jalan poros Maros-Makassar itu, bermula saat mobil pikap milik toko bahan bangunan hendak berbelok. Namun dari arah berlawanan muncul pengantar jenazah. Karena merasa dihalangi, mereka lalu menyerang supir dan merusak mobil.
”Jadi awalnya itu mobil pikap toko mau belok. Nah, mereka datang terus merasa dihalangi. Mereka serang supirnya dan melempari mobil. Sampai-sampai mereka juga mengejar karyawan ini masuk ke dalam toko dan melempar pakai batu,” terangnya.
Warga setempat yang sudah kesal dengan ulah para pengantar jenazah yang ugal-ugalan itupun, sempat melakukan aksi sweping dan menunggu para pengantar jenazah itu kembali. Beruntung polisi berhasil mencegat dan mengalihkan rombongan itu ke jalur lain agar tidak terjadi bentrokan.
”Saat itu ada ratusan warga yang sudah menunggu mereka di pinggir jalan kalau kembali. Nah, kami langsung bergerak dan mengalihkan rombongan itu untuk lewat di jalur lain. Karena pasti akan bentrok dengan warga kalau lewat di sana,” paparnya.
Saat ini, polisi masih memburu satu orang pelaku yang diketahui bernama Andri alias Golgo. Mereka dijerat pasal 170 ayat 1 subsider 406 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (ari/mir/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.