Gojentakmapan

DPRD Takalar Soroti Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19


TAKALAR, BKM — Komisi III DPRD Takalar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani Covid-19. Dua OPD tersebut, yakni Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit H Padjonga Daeng Ngalle.
Dalam RDP tersebut, pada umumnya anggota Komisi III menyoroti penggunaan anggaran penanganan Covid-19 senilai Rp4,4 miliar. Lantaran hampir seluruh anggaran penanganan Covid-19 diarahkan untuk pembangunan fisik, seperti rehabilitasi dua Puskesmas di Kecamatan Polongbangkeng Utara dan Puskesmas di Kecamatan Galesong Utara.
”Cukup disayangkan karena lebih separuh anggaran penanganan Covid-19 disedot bangunan fisik kesehatan. Sedangkan sisanya hanya untuk operasional,” kata Johan Nojeng, anggota Komisi III DPRD Takalar, Rabu (24/6).
Selain menyoroti penggunaan anggaran penanganan Covid-19, DPRD Takalar juga prihatin atas terpaparnya puluhan tenaga kesehatan di daerah ini. Guna meredam penyebaran virus Corona tersebut, anggota DPRD Takalar meminta Dinas Kesehatan untuk mengoptimalkan kinerjanya dengan Tim Gugus Tugas Covid-19.
”Tim Gugus Tugas Covid-19 harus kerja keras meredam penyebaran virus ini. Karena kita ketahui, Takalar telah masuk zona orange,” jelas Ahmad Sija, Ketua Komisi III DPRD Takalar.
Hadir dalam rapat dengar pendapat itu, Direktur Utama Rumah Sakit H Padjonga Daeng Ngalle, Asriadi Ali, dan sejumlah kepala bidangnya serta sejumlah pejabat dari Dinas Kesehatan Takalar. (ira/mir/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.