Headline

Baju Linmas dan Jam Tangan Dekat Kerangka Manusia


PANGKEP, BKM — Hingga Rabu (24/6), warga Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep masih ramai membahas penemuan kerangka manusia di sekitar gunung Borong Natoa, Dusun Parang Luara, Desa Bantimurung. Tulang belulang berserakan di tanah.
Di sampingnya ditemukan baju linmas, jam tangan merk gucci dan beberapa lembar pakaian, seperti baju kaus, celana pendek dan ransel warna abu-abu berisi tas dan dompet perempuan.
Ada pula dua korek gas, mantel kresek warna hijau, mangkok plastik warna hijau. Barang bukti tersebut diduga merupakan milik korban.
Kerangka manusia ini pertama kali ditemukan seorang petani bernama Siama (49), Selasa (23/6). Ketika itu saksi tengah mencari tananam porang sejenis tumbuhan liar yang banyak di pegunungan tersebut.
Saat memasuki semak-semak, Siama kaget setelah di depannya terlihat serakan kerangka manusia berupa tengkorak dan beberapa bagian tulang belulang manusia.
Siama yang sudah kaget bukan kepalang, langsung bergegas pulang. Ia menemui Kepala Dusun Parang Luara Sabaruddin (50). Saksi melaporkan penemuan kerangka manusia tersebut.
Laporan Siama kemudian diteruskan kepala dusun ke Kapolsek Tondong Tallasa Iptu Marzuki. Selanjutnya informasi ini dilanjutkan ke Polres Pangkep.
Tidak lama kemudian, tim gabungan dari Polres Pangkep bersama aparat Polsek Tondong Tallasa dan pihak pemerintah kecamatan Tondong Tallasa, serta tim medis menuju lokasi penemuan kerangka. Dipandu langsung kadus Parang Luara.
Setelah tiba di TKP, tim gabungan mendapati bagian kerangka manusia yang sudah tidak lengkap. Di antara bagian tersebut ditemukan tengkorak, tulang rusuk serta bagian tulang lainnya dalam kondisi terhambur dan sudah berlumut. Kecuali sepasang tulang bagian kaki sudah tidak ditemukan di TKP.
Tim Gabungan kemudian melakukan olah TKP terhadap kerangka mayat tersebut. Diperoleh kesimpulan sementara bahwa korban sudah meninggal sejak beberapa tahun lalu. Mengenai penyebabnya, masih dalam proses lidik.
Langkah selanjutnya kerangka manusia tersebut dikemas dengan menggunakan kantong jenazah . Sedangkan barang bukti diamankan oleh piket Reskrim Polres Pangkep untuk dilakukan proses identifikasi dan lidik lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan Kepala Dusun Parang Luara Sabaruddin, sekitar empat tahun lalu ada seorang warga bernama Sukri (52) yang tinggal di Kampung Bantimurung, menyampaikan perihal ibunya bernama Suho telah meninggalkan rumah. Wanita itu berusia 70 tahun.
“Saat itu telah dilakukan pencarian namun. Namun warga Bantimurung tersebut tidak ditemukan hingga saat ini,” ujar Sabaruddin.
Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji yang dikonfirmasi, Rabu (24/6), membenarkan adanya penemuan kerangka manusia di kawasan pegunungan Gunung Borong Natoa, Dusun Parang Luara, Desa Bantimurung, kecamatan Tondong Tallasa.
“Saat ini pihak kepolisian berusaha menelusuri informasi kalau ada dari warga yang kehilangan anggota keluarganya. Hari ini (kemarin) kerangka manusia yang ditemukan dikirim ke laboratorium forensik,” ujar Ibrahim.
Kapolsek Tondong Tallasa Iptu Marzuki, menjelaskan bahwa tidak ditemukan identitas diri di lokasi penemuan kerangka manusia tersebut. Karenanya, tim gabungan belum dapat mengidentifikasi identitas korban. Dokter Puskesmas Bantimala juga belum bisa memastikan jenis kelaminnya, sebab harus melalui uji forensik.
Pihak kepolisian berharap, penemuan kerangka tersebut disebarluaskan ke warga guna membantu petugas dalam melakukan identifikasi, serta mengungkap motif meninggalnya korban.
Hingga kemarin siang, belum ada informasi terbaru dari warga sekitar yang melaporkan adanya anggota keluarganya yang dinyatakan hilang. (udi/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.