Headline

Operasikan Traktor Pakai Remote, Juga Pompa Hidran Tanpa Mesin


Petani tak Lulus SD Ciptakan Dua Inovasi

BONE, BKM — Silih berganti inovasi kini muncul dari kalangan bawah. Kali ini petani asal Kabupaten Bone yang melakukannya. Tidak tanggung-tanggung, ada dua yang dihasilkannya.

NAMANYA Udin. Pria kelahiran Pallawa, 5 Desember 1986 ini menetap di Dusun Cinnong, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone.
Ia membuat inovasi baru di bidang pertanian. Udin mengoperasikan traktor hanya dengan menggunakan kontrol pengendali (remote control), sehingga tidak perlu turun ke sawah mengoperasikannya secara langsung.
Lelaki ini hanyalah petani biasa yang sekaligus hobi servis barang barang elektronik. Saat ditemui di kediamannya, Udin menceritakan awalnya dia mulai merakit remote kontrol traktor tersebut.
Bermula ketika dirinya merasa terkendala di tenaga ketika harus menggarap sawah. Dia pun kemudian berpikiran mencari cara bagaimana bisa mengendalikan traktor tidak lagi mengandalkan kekuatan tenaga.
“Proses pembuatannya itu sekitar 2 tahun lebih baru sempurna seperti ini. Awalnya cuma utak-atik elektronik, karena saya memang hobi service eletronik. Untuk estimasi biaya, baru bisa jadi berkisar Rp 5 jutaan,” ujarnya, kemarin.
Udin bukanlah seorang sarjana. Melainkan pria yang putus sekolah hanya. Ia hanya sampai kelas 3 sekolah dasar. Namun sejak kecil dia memang hobi mengutak atik barang barang elektonik, seperti TV, kulkas, dan lainnya. Tidak heran, di usianya saat ini, sudah banyak inovasi yang telah ia ciptakan di kampungnya.
“Iya, sudah ada beberapa saya buat. Seperti remote kontrol traktor, alat pencacah rumput gajah, kemudian alat strum babi hutan yang otomatis, juga ada pompa hidran tanpa mesin dan listrik untuk mengairi sawah sawah,” terangnya.
Saat ditanya kenapa pendidikannya hanya sampai kelas 3 SD, Udin menyebut kendala ekonomi. Ketika itu ayahnya meninggal dunia. Jarak sekolah dengan rumahnya juga bersekitar 3 kilometer dan harus menempuh 6 kilometer perhari pergi dan pulang sekolah. Karenanya dia memutuskan untuk berhanti dan membantu ibu dan adiknya untuk bertani.
Selain remote kontrol yang dibuat, dia bersama warga lainnya juga berhasil menciptakan mesin pompa hidran tanpa harus menggunakan listrik. Alat tersebut saat ini sudah dinikmati oleh para petani yang berada di lingkungannya.
Salah seorang rekannya bernama Kamaruddin yang juga mempunyai andil dalam pembuatan mesin pompa hidran tersebut, mengatakan bahwa untuk membuat pompa hidran ini harus mengeluarkan biaya sekitar Rp30 jutaan. Pengerjaannya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat tanpa ada bantuan sedikitpun dari pemerintah setempat.
“Kalau mesin pompa ini panjang sekali cara pembuatannya. Karena kami mulai itu sejak 2014 lalu. Tapi waktu itu masih menggunakan kincir. Dua kali kami menggunakan kincir, namun tidak berhasil. Kemudian kami temukan inovasi baru untuk pompa hidran ini.Itu juga dua kali gagal baru bisa berhasil,” kata Kamaruddin.
Untuk bisa mengalirkan air ke sawah para petani, awalnya dia bersama masyarakat setempat terlebih dahulu membuat bendungan di sungai yang tak jauh dari persawahan. Untuk pembuatan bendungan itu sendiri memakan biaya sekitar Rp10 juta. Sementara pompa dan peralatan lainnya, serpeti pipa dan lainnya memakan biaya Rp20 jutaan.
“Mesin pompa ini baru bisa beroprasi sejak November 2018 lalu. Sampai saat ini sudah dinikmati para petani di sekitaran sungai. Dengan adanya pompa ini, para petani merasa sangat terbantu. Alhamdulillah produksinya lebih baik dari yang sebelumnya. Kalau sebelumnya kami hanya bisa panen satu kali setahun, setelah adanya pompa ini kita bisa panen dua kali setahun,” jelasnya.
Dengan adanya beberapa inovasi yang diciptakan sejumlah warga Cinnong, Desa Mappesangka, ia berharap bisa menjadi inspirasi para petani lain untuk bisa sedikit membantu dan memudahkan para petani di mana saja berada.
“Harapan kami tentu bagaimana inovasi kami ini mendapatkan legalitas dari pemerintah, bahwa inilah karya kami segenap warga Desa Mappesangka,” kuncinya. (herman)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.