Headline

NA: Masjid Dulu Buka Baru Mal


12 Pekan Ditiadakan, Hari Ini Salat Jumat di Al-Markaz

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah dijadwalkan akan melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Markaz Al Islami, Jumat (5/6) hari ini. Nurdin menegaskan dirinya mendukung dibukanya kembali rumah ibadah, khususnya masjid.
Terlebih, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) HM Jusuf Kalla telah mengeluarkan surat edaran agar masjid segera dibuka kembali pascaberakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
“Lagi-lagi saya katakan, masjid itu tempat kita berdoa. Sudah 12 kali kita tidak salat Jumat. Nah, dengan kondisi Makassar saat ini dan Sulsel secara umum, tinggal bagaimana kita betul-betul mematuhi protokol kesehatan. Harapan kita masjid dulu dibuka baru mal,” ujar Nurdin Abdullah, kemarin.
Menyusul rencana itu, Nurdin mengingatkan agar para pengurus masjid memperketat penerapan protokol kesehatan. Di antaranya, melarang jamaah yang tidak pakai masker untuk masuk ke areal masjid. Pengurus masjid juga wajib menyiapkan tempat cuci tangan, handsanitizer dan alat pengukur suhu tubuh, serta jaga jarak.
“Kita juga imbau kepada seluruh masyarakat yang ada gangguan kesehatan seperti batuk, demam, pilek, beringus dan sebagainya, itu sebaiknya di rumah. Tidak usah ke masjid dulu,” terangnya.
Lebih jauh Nurdin berharap, para pengurus masjid dapat menata kembali masjidnya sesuai edaran DMI.
Pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M Jusuf Makassar, akhirnya memutuskan untuk kembali menyelenggarakan salat Jumat, mulai hari ini, 5 Juni 2020.
Diketahui, sejak wabah covid-19 merebak tiga bulan terakhir, salah satu masjid terbesar di Sulsel ini ditutup untuk semua kegiatan keagamaan, termasuk salat Jumat. Tercatat sebanyak 12 kali salat Jumat di Masjid Al-Markaz Al-Islami ditiadakan. Hal itu sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Keputusan untuk kembali menggelar Salat Jumat berjamaah disepakati dalam rapat antara Yayasan Islamic Center (YIC) Al-Markaz Al-Islami, Badan Pengurus Harian dan Badan Takmir, Kamis (4/6). Rapat dipimpin langsung Ketua Umum YIC Basri Hasanuddin. Hadir para pengurus teras Masjid Al-Markaz Al-Islami.
Basri mengatakan, untuk pelaksanaan salat Jumat di Masjid Al-Markaz Al-Islami, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Oleh karena itu, dia meminta bagi jamaah yang hendak melaksanakan salat Jumat di Al-Markaz wajib mengiktui protokol kesehatan yang ditetapkan.
“Setelah melakukan kajian dengan mempertimbangkan banyak hal, termasuk edaran Dewan Masjid Indonesia dan juga koordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel, maka diputuskan Masjid Al-Markaz kembali memfasilitasi salat Jumat. Tentu dengan protokol kesehatan yang ketat,” terang Basri.
Basri menjelaskan, protokol kesehatan yang harus dipatuhi setiap jamaah, antara lain wajib mengenakan masker, membawa sajadah sendiri, dan menjaga jarak dalam shaf. Untuk itu, pihaknya mengharapkan kerja sama dari jamaah untuk mematuhi protokol kesehatan tersebut.
Meski telah dibuka untuk umum, lanjut Basri, namun pengurus Masjid Al-Markaz tidak akan membuka semua pintu akses masuk ke masjid. Hanya beberapa pintu yang akan dibuka, dengan menempatkan petugas di depan pintu untuk mengontrol jamaah yang datang.
“Untuk pelaksanaan salat Jumat direncanakan tidak ada sistem bergiliran. Pelaksanaan salat Jumat hanya akan dilakukan satu gelombang saja,” tegasnya.
Basri menambahkan, Masjid Al-Markaz Al-Islami dalam keadaan normal mampu menampung lebih dari 10 ribu jamaah. Namun, karena diberlakukan ada jarak antara jamaah dalam shaf, maka diperkirakan jumlah jamaah akan berkurang dari biasanya.
“Kami mengantisipasinya dengan membuka semua area masjid untuk pelaksanaan salat Jumat. Mulai dari lantai satu, lantai dua dan lantai tiga, serta halaman masjid. Di semua area itu, jamaah wajib mengikuti protokol kesehatan yang sudah diatur secara ketat,” pungkasnya.

Cicu Heran

Anggota DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewa mengaku heran jika daerah ini mengklaim tengah menuju kenormalan baru. Sebab status Sulsel masih belum jelas.
“PSBB tidak, new normal pun tidak. Sementara untuk daerah yang sudah bisa menerapkannya, Sulsel dan Makassar tidak termasuk,” ucap Cicu, panggilan akrab Rachmatika Dewi, Kamis (5/6).
Terkait rencana sejumlah masjid yang akan dibuka kembali untuk pelaksanaan salat Jumat, seperti Al Markaz Al Islami, mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Sulsel Syahruddin Alrif. Kata dia, bila instruksi tersebut dari Kementerian Agama, berarti tinggal menunggu gubernur.
”Kita tunggu gubernur untuk membuat surat edaran yang ditujukan kepada pemerintah kabupaten/kota,” ujar Syahar. Tak lupa ia mengingatkan agar semuanya tetap mengikuti protokol kesehatan.
Legislator Partai Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin, mengatakan new normal adalah sebuah kebijakan yang mengharuskan masyarakat hidup dan menjalankan segala aktifitasnya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, dalam rangka antisipasi penularan covid-19. Sehingga kehidupan di berbagai aspek tidak harus berhenti dan tetap berjalan.
“Walaupun begitu, diharapkan dalam penerapan new normal pemerintah harus semakin massif untuk mensosialosasikan pentingnya menjaga diri dan keluarga. Sehingga di antara waktu kita menunggu hingga vaksin hadir di tengah-tengah masyarakat, kita semua tetap sehat dan selamat darivirus tersebut,” tandas wakil ketua DPRD Sulsel ini. (nug-rif)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.