Sulselbar

Bupati Mamuju Minta Dinkes dan OPD Lain Serius Tangani Masalah Stunting


PERTEMUAN -- Bupati Mamuju, H Habsi Wahid bersama Kadis Kesehatan Mamuju, Firmon saat membuka program perencanaan penanganan stunting pada tahun 2021 mendatang.
MAMUJU, BKM — Bupati Mamuju, Drs H Habsi Wahid MM membuka kegiatan rembuk stunting yang berlangsung di aula kantor bupati Mamuju, Kamis (4/6).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Mamuju, Habsi Wahid mengatakan, program penanganan stunting sangatlah penting dilaksanakan secara serius. Program ini sendiri haruslah dilaksanakan dengan kerja sama yang baik.
Bupati Mamuju, Habsi Wahid menyarankan kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, agar pada program penanganan permasalahan stunting yang ada di Kabupaten Mamuju harus memberikan penanganan secara serius. Sehingga permasalahan itu akan tertangani secepatnya.
”Program penanganan stunting ini akan dilaksanakan pada tahun 2021. Penanganan stunting pada anak-anak itu akan kita sinergikan kepada orangtua. Sehingga akan sejalan dalam penanganannya,” ujar bupati Mamuju.
Kegiatan rembuk stunting ini dihadiri sejumlah OPD, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Mamuju, dr Firmon, Kepala Dinas Kebersihan, Drs Hamdan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ir H Solihin, dan Kepala Dinas Pendidikan Nasional, Hj Murniati.
Dari 21 kegiatan yang akan dilaksanakan pada program penanganan stunting, di antaranya kapasitas Posyandu, kampanye Germas, makanan tambahan fan mineral, pelatihan pemantauan pertumbuhan, serta pengadaan Sapras Posyandu.
Kepala Dinas Kesehatan Mamuju, dr Firmon, mengatakan, data 2019 dan 2020 tidak ada perubahan. Maka dalam program stunting yang terjadi di Kabupaten Mamuju, memang ini yang utama dilakukan adalah perilaku pada orangtua. Yang harus dikedepankan pada saat memberikan makanan yang bervitamin yang memiliki gizi pada anak-anak terhadap program ini.
”Jadi penanganan stunting ini bukan saja menjadi tanggung jawab dinas kesehatan. Tapi juga OPD lainnya. ”Sehingga pada tahun 2021 mendatang kita telah memprogramkan mengadakan sosialisasi untuk bagaimana melakukan perubahan perilaku orang tua terhadap anaknya dalam hal mengatasi stunting ini. Kegiatan ini akan melibatkan tidak saja unsur dinas kesehatan tapi juga seluruh OPD terkait lainnya,” jelas dr Firmon.
Kegiatan penanganan stunting ini sangat penting untuk dilakukan segera di daerah ini, menurut Firmon, karena untuk tingkat Provinsi Sulbar, Kabupaten Mamuju berada diurutan ketiga. Sedangkan secara nasional, Provinsi Sulbar berada diurutan ke-2 dari bawah dari 34 provinsi di Indonesia.
”Maka inilah kami akan melakukan penanganannya dengan melakukan berbagai program dalam perencanaan terhadap penanganan secara baik dan bersungguh-sunguh sesuai komitmen kami bersama para OPD lainnya sesuai harapan dan ketegasan bapak bupati Mamuju dalam penyampaiannya,” papar dr Firmon.
Untuk penyelenggaraan sosialisasi penanganan stunting ini nantinya, menurut Firmon, akan menggunakan dana BOK.
”Kami tentu berharap, setelah pelaksanaan sosialisasi dan sejumlah program terkait lainnya, maka masalah stunting di Kabupaten Mamuju ini dapat tertangani dengan baik,” ujar dr Firmon. (alaluddin)

TANDA TANGAN — Bupati Mamuju, Drs H Habsi Wahid MM menandatangani spanduk sebagai bentuk komitmen dan keseriusan bersama dalam penanganan permasalahan stunting di Kabupaten Mamuju.

TANDA TANGAN — Kadis Kesehatan Mamuju, dr Firmon menandatangani spanduk sebagai bentuk komitmen dan keseriusan bersama dalam penanganan permasalahan stunting di Kabupaten Mamuju.

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.