Headline

Disdik Siapkan Skenario Pembelajaran di Sekolah


MAKASSAR, BKM — Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel tengah mempersiapkan skenario pelaksanaan pembelajaran di sekolah, jika belajar dari rumah resmi tak lagi diperpanjang oleh pemerintah pusat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Sulsel Basri mengatakan, saat ini masa tanggap darurat covid-19 masih berlangsung. Meski demikian, pihaknya mulai melakukan langkah antisipasi jika proses belajar mengajar di sekolah kembali seperti biasa.
“Kita sementara mempersiapkan bagaimana skenario kalau nanti hari pertama sekolah itu dibuka dan siswa harus datang di sekolah. Kalau misalnya ada keputusan pemerintah perpanjangan masa belajar di rumah ini tak lagi dilanjutkan,” tutur Basri.
Basri mengaku, alternatif skenario yang disiapkan jika masa belajar di sekolah sudah dimulai, dengan memberlakukan sistem shift. Kelas akan dibagi dua. Ada masuk pagi dan siang. Hal ini demi mengurangi aktvitas berkerumum di sekolah.
“Salah satunya itu, misalnya sekolah dibuka, maka kemungkinan kita akan bagi dua per kelas,” ucap Basri.
Meski begitu, rencana ini masih terus dimatangkan dengan berbagai pihak di sekolah. Sambil terus meminta petunjuk dari pusat melalui Kemendikbud. Karena sampai saat ini petunjuk teknis (juknis) terkait skenario yang disiapkan masih menunggu dari pusat. Pemerintah provinsi harus sejalan dengan kebijakan yang dikeluarkan pusat nantinya.
Jika aktivitas sekolah dimulai, kawasan sekolah pun harus dipastikan steril. Semua pihak harus menjamin dan disiplin menjalankan protokol penanganan kesehatan. Misalnya menyediakan tempat cuci tangan, memakai masker, dan tetap jaga jarak.
“Walaupun nanti pembelajaran dilakukan di sekolah, tentu kita harus mengacu pada protokol kesehatan atau kebijakan dari pemerintah. Kalau di Sulsel kan setiap langkah kami selalu minta arahan gubernur selaku ketua gugus,” pungkas Basri.
Ia melanjutkan, masa perpanjangan belajar dari rumah masih berlangsung. Bahkan saat ini sudah memasuki tahap kelima perpanjangan. Gubernur Sulsel, kata dia, sudah menandatangani masa perpanjangannya.
Hal itu juga menyesuaikan dengan terbitnya keputusan dari Kemenpan-RB. Dalam hal ini ikut memperpanjang masa kerja pemerintah dari kantor yang dialihkan di rumah.
“Bapak gubernur juga sudah menandatangani perpanjangan kelima, mulai tanggal 30 Mei sampai 4 Juni. Ini juga menyesuaikan dengan surat yang dikeluarkan oleh Kemenpan-RB,” jelas Basri.
Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Sumarlin mengaku, khusus di Pemprov Sulsel, belum ada jadwal resmi perpanjangan work from home. Meski begitu dia tak menampik rencana perpanjangan itu.
“Masih menunggu juga arahan pimpinan. Tapi kemungkinan besar ada perpanjangan, karena surat perpanjangan Kemenpan juga ada,” ujar Sumarlin. (nug)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.