Metro

KM Dharma Ferry 3 Angkut Nakhoda dan ABK Bunga Rosita ke Makassar


TERIMA -- Triono mewakili Syahbandar Makassar (tengah) didampingi Manajer Cabang PT Dharma Lautan Utama Makassar, Budiono (kiri) saat menerima nakhoda dan ABK kapal Bunga Rosita GT27. Mereka dipulangkan dari Baubau ke Makassar setelah kapal yang dibawanya tenggelam di perairan Kabaena dan Kabupaten Selayar.
MAKASSAR, BKM — Nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK) Bunga Rosita GT27 akhirnya tiba di Kota Makassar dari Baubau pada Jumat pagi (29/5). Nakhoda dan ABK Bunga Rosita ini adalah korban kapal tenggelam di perairan Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana, Provinsi Sultra dan Kabupaten Selayar, Provinsi Sulsel.
Nakhoda Asri (34) bersama lima ABK nya Ferdi (19), Kadir (44), Iwan (28), Sudi (21), dan Liwan (35), diangkut dari Pelabuhan Baubau menuju Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar menggunakan
KM Dharma Ferry 3 milik PT Dharma Lautan Utama (DLU).
”Jadi kami di DLU hanya bertugas mengangkut ABK dan nakhoda kapal Bunga Rosita GT27 dari Baubau ke Makassar. Kapal mereka tenggelam di perairan Kabaena dan Selayar,” kata Manajer Cabang PT Dharma Lautan Utama Makassar, Budiono SE.
KM Dharma Ferry 3 ini dinakhodai Capt Mujur. Saat tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, ABK dan nakhoda kapal Bunga Rosita GT27 diterima Triono SPel. MM mewakili Syahbandar Makassar didampingi Manajer Cabang PT Dharma Lautan Utama, Budiono SE.
Nakhoda dan lima anak buah kapal Bunga Rosia GT27 adalah korban selamat dari kapal Bunga Rosita yang tenggelam di perairan wilayah Kecamatan Kabaena, Rabu malam (27/5) sekitar pukul 19.00 Wita. Mereka berhasil dievakuasi ke Kota Baubau oleh kapal tanker Alice XXV.
Kadir mengungkapkan, kapal Bunga Rosia GT27 memuat 30 kubik bakau (coke). Kapal ini berlayar dari Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara menuju Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (25/5).
Beberapa saat setelah berlabuh dari pelabuhan di Kabaena, tepatnya di sekitar perairan Kabaena dan Kabupaten Selayar, kapal Bunga Rosita mengalami mati mesin diakibatkan ombak besar yang disertai angin kencang.
”Akibatnya, alkon kapal tidak menghisap dan kapal mengalami kebocoran sehingga tenggelam,” kata Kadir kepada wartawan.
Kadir mengatakan, di atas sebuah rakit ia dan teman-temannya selama tiga hari terombang ambing di lautan sebelum ditemukan kapal tanker Alice XXV pada Rabu pagi sekitar pukul 10.00 wita
”Kami terombang ambing dilautan dan bertahan hidup dengan minum air asin di atas sebuah rakit yang memang kami bawa dalam kapal. Semua muatan dalam kapal tenggelam, hanya rakit ini yang berhasil kami ambil sebelum kapal tenggelam,” katanya.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Baubau, Pradigdo, menyampaikan, nakhoda dan ABK Bunga Rosia GT27 dievakuasi ke Kota Baubau sesuai tujuan kapal tanker Alice XXV. (mir)
Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.