Headline

Diisolasi, Satu Keluarga Lebaran di Hotel


Di Pangkep, Covid Tertular dari Teman Main

GOWA, BKM — Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah tahun ini betul-betul berbeda. Salah satunya karena banyaknya warga yang tengah menjalani isolasi di rumah sakit serta hotel, sebagai dampak dari pandemi covid-19.
Satu keluarga yang berasal dari Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa mengalami hal ini. Karena masuk kategori PDP (pasien dalam pengawasan) serta positif, akhirnya mereka hanya bisa berlebaran pada salah satu hotel tempat mereka diisolasi oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Dinas Kesehatan Sulsel.
Satu keluarga yang berjumlah enam orang ini diisolasi terpisah pada hotel berbeda di Makassar. Mereka adalah ayah, ibu dan empat orang anaknya.
Pada satu hotel, anak sulung ditempatkan bersama ayah dan ibunya. Sedang anak kedua dan ketiga diisolasi bersama di hotel berbeda. Sementara anak keempat yang merupakan bungsu dari keluarga ini dan baru berusia dua tahun, diisolasi sendiri di hotel lain. Ia dirawat paramedis yang rutin mengecek kondisinya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Gowa dr Gaffar, mengatakan satu keluarga itu telah menjalani pemeriksaan swab. Ayah, ibu, dan anak pertama dinyatakan positif corona. Karenanya, mereka diisolasi di tempat yang bersama.
Anak kedua dan ketiga dinyatakan negatif. Sementara anak keempat masih menanti hasil uji swab.
“Anak pertama positif. Saat ini bersama kedua orangtuanya yang juga positif. Sedang anak kedua, ketiga negatif dan keempat (masih menunggu hasil swab) ditempatkan di hotel berbeda,” kata dr Gaffar, Selasa (26/5).
Dokter Gaffar menyampaikan, kondisi satu keluarga ini sehat hingga saat ini. Termasuk kedua orangtua dan anak pertama yang dinyatakan positif corona.
“Alhamdulillah, keadaannya sehat semua. Semoga kondisi mereka semakin baik dan bisa sembuh,” ujar dr Gaffar.
Sang ayah dalam keluarga ini berprofesi sebagai pedagang di Pasar Induk Minasa Maupa. Ia terjaring dalam tes cepat (rapid test) secara massal pada 12-14 Mei 2020 lalu.
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa ketika itu menyasar seluruh pedagang di pasar-pasar. Total ada 23 pedagang yang hasil tesnya dinyatakan reaktif. Termasuk pasangan suami istri asal Kecamatan Pallangga ini.
Pemeriksaan lalu dilanjutkan ke tahap swab. Hasilnya positif. Pasangan suami istri itu kemudian dievakuasi ke hotel untuk menjalani isolasi.
“Riwayat penjaringan orangtuanya pada saat rapid test massal di pasar hasilnya reaktif, lalu dilanjut pemeriksaan swab dan positif,” tambah dr Gaffar.
Tim Gugus Tugas Covid-19 kemudian melakukan tracking kepada anggota keluarga pasien. Belakangan, Sabtu (23/5) siang, keempat anak pasutri itu juga ikut dijemput Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa.
Keempat bersaudara itu belum ada yang menginjak usia dewasa. Mereka bersaudara masih berumur di bawah 17 tahun. Masing-masing MA (16), DI (11), AT (9), dan MI (2).
Hasil pemeriksaan swab untuk DI dan AT adalah negatif. Namun keduanya tetap diisolasi, belum pulang dari hotel tempat karantina. Keduanya menemani sang adik bungsu MI yang belum keluar hasil swabnya.
“Anak kedua dan ketiga negatif. (Mereka) sementara menemani adiknya sambil selesaikan masa isolasi di hotel,” ujar dr Gaffar.
Hingga saat ini, jumlah kasus covid-19 di Kabupaten Gowa masih terus bertambah. Dinas Kesehatan setempat mencatat, jumlah pasien yang dinyatakan positif corona mencapai 100 kasus. Angka ini berdasarkan data Gugus Covid-19 Dinkes Gowa per Senin (25/5/2020) pukul 20.00 Wita.
Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya mencapai 231 pasien. Sedang ODP 477 orang. Jumlah ini melonjak drastis pasca lebaran Idul Fitri hari Minggu (24/5).
Kabid P2P Dinkes Gowa dr Gaffar pun mengimbau agar masyarakat tetap disiplin dan patuhi imbauan pemerintah. “Tetap di rumah. Jaga jarak. Selalulah cuci tangan sebelum menyentuh wajah,” ujarnya.

Tulari Teman Bermain

Selain di Kabupaten Gowa, jumlah kasus covid-19 di Kabupaten Pangkep juga terus bertambah. Sebelumnya, terdapat kasus satu keluarga di Kecamatan Mandalle, di mana tiga anak terpapar covid-19. Satu dari tiga bersaudara ini diawali dari kakaknya yang tercatat sebagai klaster Temboro, kemudian menulari dua adiknya.
Tetapi penyebaran virus tak berhenti hanya menjangkiti tiga bersaudara dari keluarga tersebut. Kini, dua rekan main dari adik santri itu ikut ditulari covid. Dari tiga tingkatan jenjang proses penularan ini (kakak menulari dua adiknya, kemudian menjangkiti dua rekan main adiknya), akhirnya mencatatkan bahwa sudah ada transmisi lokal.
Kini, Pangkep sudah masuk zona merah kasus pandemi covid-19. Posisi ini bukan semata karena terjadi peningkatan dari segi pertambahan jumlah yang sudah mencapai 20 warga terpapar covid-19.
Tetapi karena adanya status transmisi lokal yang dialami satu keluarga terpapar covid-19 dengan jumlah tiga orang bersaudara di keluarga itu dinyatakan positif, yang kemudian menulari lagi dua rekan main dari dua adik santri asal ponpes Al Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur.
Dari hasil rapid tes kedua teman main dari dua adik santri itu dinyatakan reaktif. Namun, saat dilakukan uji PCR/swab, hanya satu dari mereka yang positif. Sementara satunya lagi dinyatakan negatif.
Juru bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Pangkep dr Annas Ahmad yang dikonfirmasi, Selasa (26/5) menyatakan, kabupaten Pangkep sudah masuk zona merah karena adanya penularan dari satu keluarga yang berjumlah tiga orang bersaudara terkonfirmasi terpapar covid-19. Kemudian menulari dua rekan mainnya di kecamatan Mandalle.
“Kini ketiga bersaudara asal Kecamatan Mandalle itu masih dikarantina di Makassar. Sedangkan teman main adiknya, hanya satu terkonfirmasi positif dan satu rekannya dinyatakan negatif. Meski begitu keduanya tetap diisolasi di hotel di Makassar,” kata dr Annas.
Dokter Annas yang juga Direktur RSBS Pangkep ini menambahkan, bahwa saat ini ada lagi satu terkonfirmasi positif covid-19. Tetapi kasus ini tergolong impor, karena warga asal kecamatan Bungoro yang dinyatakan terpapar covid sudah lama berdomisili di Makassar. Ia tengah menjalani perawatan di rumah sakit rujukan di Makassar. (sar-udi/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.