Gojentakmapan

Akhir Mei, Gowa Resmi Berlakukan SSA Pelarangan Parkir di Pedestrian


IST UJICOBA -- Saat ujicoba SSA di beberapa ruas jalan kota di Sungguminasa beberapa waktu lalu.

GOWA, BKM — Penerapan dan pemberlakuan sistem satu arah (SSA) dan sanksi parkir di pedestrian, resmi diberlakukan Pemerintah Kabupaten Gowa pada akhir Mei 2020 mendatang.
Pemberlakuan sanksi terhadap pelanggaran SSA dan sanksi pelanggaran parkir di atas pedestrian ini tertuang dalam Peraturan Bupati Gowa No 6 Tahun 2020 tentang pengaturan penggunaan jaringan jalan dan gerakan lalulintas di daerah.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa, Firdaus, Selasa (26/5), mengatakan, pemberlakuan sanksi terhadap pelanggaran SSA dan pelanggaran parkir dibatas pedestrian, akan mulai diterapkan akhir Mei ini.
Untuk titik SSA sesuai Perbup No 6 tahun 2020 tersebut meliputi Jalan Masjid Raya, Jalan Andi Tonro, Jalan Andi Mallombasang, dan Jalan KH Wahid Hasyim. Khusus di Jalan Masjid Raya, SSA diberlakukan Senin sampai Jumat mulai pukul 06.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita. Sementara pada hari Sabtu dan Minggu tetap berlaku dua arah mulai pagi hingga malam.
”Jadi untuk sistem satu arah berlaku di Jl Masjid Raya, Jl Andi Mallombasang, Jl Andi Tonro, Jl KH Wahid Hasyim. SSA ini setiap hari Senin hingga Jumat berlaku mulai jam enam pagi hingga jam enam sore. Jadi malam harinya bisa dilalui dua arah. Sementara untuk Sabtu dan Minggu free SSA atau tetap dua arah,” jelas Firdaus.
Dikatakan Firdaus, terkait pemberlakuan SSA ini secara resmi nanti. Pihaknya bekerjasama jajaran Satlantas Polres Gowa akan melakukan penerapan itu secara praktis. Artinya, begitu berlaku maka berlaku pula penerapan sanksinya.
”Penerapan resmi SSA ini kami lakukan setelah lebaran. Ketentuan aturan ini kami patenkan setelah kita melakukan sosialisasi dan ujicoba selama lima bulan lalu. Tentunya sejak masa ujicoba kita lakukan banyaklah pro kontra. Dan itu kita sudah pelajari dan kaji. Saat akhir Mei nanti, kita sudah berlakukan paten,” beber Kadis Perhubungan Gowa.
Satu hal yang perlu diketahui masyarakat adalah ketentuan sanksi dari pelanggaran SSA ini. Ketentuan sanksi itu tambah Firdaus yakni, bilamana melakukan pelanggaran parkir di atas pedestrian dan yang terdapat rambu larangan parkir, maka akan disanksi sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku ditambah dengan sanksi tambahan pada Perbup berupa penggembosan, penggembokan ban dan atau diderek.
Firdaus pun menjabarkan isi Perbup No 6 tahun 2020 terkait pedestrian khususnya pada Bab VIII larangan pada Pasal 16 yakni setiap orang atau badan dilarang menambah, mengubah dan/atau merusak marka jalan; dilarang merusak badan jalan; dilarang berjualan atau berdagang di jalur pedestrian dan bahu jalan; dilarang membongkar/menaikkan barang muatan kendaraan di jalan dan jalur pedestrian; dilarang menggunakan jalur pedestrian sebagai tempat parkir kendaraan; dilarang melakukan kegiatan, meletakkan benda dan/atau mengubah fisik jalur pedestrian; dilarang menggunakan sepadan bangunan toko yang berdampingan dengan jalur pedestrian untuk tempat parkir atau berjualan.
Sementara pada ketentuan Bab V tentang pengaturan penggunaan jaringan jalan dan gerakan lalulintas pada Pasal 8 (ayat 2) menyebutkan, pengaturan penggunaan jaringan jalan dan gerakan lalulintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf c diatur dengan sistem lalulintas satu arah.
Untuk jalan yang menjadi sasaran sistem satu arah yakni Jl Andi Mallombassang satu arah mulai dari depan SMAN 1 Gowa sampai di jembatan Kembar. Kemudian Jl Andi Tonro satu arah mulai dari Patung Massa sampai ke belakang kantor Pengadilan Negeri lanjut sampai jembatan kembar. Poros Jalan HOS Cokroaminoto satu arah mulai dari jembatan kembar sampai ke bundaran Bank BPD (Jalan KH Wahid Hasyim-Jalan Habibu Kulle).
Kemudian Jalan Habibu Kulle satu arah mulai bundaran Bank BPD sampai ke perempatan Jalan Sirajuddin Rani-Jalan Andi Mallombassang. Jalan KH Wahid Hasyim satu arah mulai pos PKJR 700 sampai ke depan SMAN 1 Gowa serta perempatan Jalan Masjid Raya/Jalan Pendidikan satu arah mulai perempatan/pos polisi sampai Pa’bangngiang.
”Masyarakat perlu tahu bahwasistem satu arah adalah suatu pola lalulintas yang dilakukan dengan mengubah jalan dua arah menjadi jalan satu arah yang berfungsi untuk meningkatkan keselamatan dan kapasitas jalan dan persimpangan. Sehingga meningkatkan kelancaran lalulintas kapasitas jalan dan persimpangan,” kata Firdaus lagi. (sar/mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.