Gojentakmapan

Terpidana Kasus Korupsi Bapelitabang Takalar Minta Keadilan


TAKALAR, BKM –Satu dari lima terpidana kasus korupsi Bapelitbang Kabupaten Takalar senilai Rp2, 8 miliar mendesak aparat penegak hukum untuk segera melanjutkan kasus yang menggiring lima orang.
Mereka harus menjalani masa hukuman. Desakan tersebut terlontar dari para terpidana lantaran mereka menilai aparat penegak hukum yang menjatuhkan vonis penjara tidak adil dalam melaksanakan eksekusi penahanan.
Keadilan belum terlihat dalam kasus ini. Pejabat dan satu pemilik travel yang menikmati dana Bapelibang tidak dijerat hukum’. ”Kami minta kejaksaan melanjutkan kasus ini,” kata Muhammad Taufik Akbar, salah satu terpidana, Selasa (19/5).
Muhammad Taufik Akbar bersama istrinya Astuti menjalani hukuman penjara dari kasus tersebut selaku penyedia jasa travel juga menyebut beberapa nama yang dinilai turut serta menikmati anggaran Rp2,8 miliar.
”Beberapa pejabat kala itu dan Kasubag keuangan bersama tim PHO hanya dijadikan saksi dalam persidangan. Padahal, mereka turut serta menikmati uang. Sekali lagi kami minta kasus ini dilanjutkan,” urai Muhammad Taufil Akbar.
Muhammad Taufik Akbar yang divonis 2 tahun 6 bulan penjara, selain meminta rasa keadilan, dirinya juga menyebut pemilik Mallebbi Travel untuk segera diperiksa ulang lantaran travel tersebut menerima anggaran sebesar Rp270 juta.
”Mallebbi Travel menerima anggaran Rp270 juta. Tapi SPJ nya hanya Rp140 juta, sedangkan uang senilai Rp130 juta oleh BPK dinyatakan kerugian negara. Pertanyaannya, kenapa pemilik travel ini tidak ditahan,” tndas Taufik.
Adapun nama pejabat yang disebut Muhammad Taufik Akbar kecipratan anggaran Rp2,8 miliar, antara lain H Abd Rahman, mantan Sekretaris Bapelitbang, H Faizal Sahing, mantan Sekretaris Bapelitang, dan Rahmansyah Lantara mantan Kepala Bidang Bapelitbang. (ira/mir/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.