Headline

Polisi Periksa Istri Korban


Kasus Pembunuhan Sepupu Diduga Bermotif Asmara

BARRU, BKM — Tim penyidik Reskrim Polres Barru sudah mengamankan Suardi, pelaku pembunuhan Rusmin alias Cambang (40). Polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Suardi.
Dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini, penyidik sudah meminta keterangan istri korban. Sementara tersangka Suardi, dihadapan penyidik mengakui jika dirinya menghabisi sepupunya akibat dendam. Ia merasa malu karena selalu direndahkan oleh korban, hingga akhirnya menikam sepupunya itu dengan sebilah badik.
Menurut Kasubag Humas Polres Barru AKP Sainuddin, Selasa (19/5), sebelum kejadian pada Sabtu malam, pelaku menemui korban. Ia bermaksud mempertanyakan apakah benar memiliki hubungan asmara dengan istrinya.
Tetapi, lagi-lagi Rusmin mengeluarkan jawaban yang dinilai merendahkan Suardi. Dari sinilah dendam pelaku semakin naik ke ubun-ubun. Dia pun menunggu waktu kapan korban berada sendirian di rumah kebunnya.
“Saya tersinggung dan semakin dendam kepada korban karena selalu merendahkan saya. Apalagi saat itu saya baru mau menanyakan apakah dia benar memiliki hubungan khusus dengan istri saya. Karena dendam, saya menikamnya,” kata Sainuddin menirukan pengakuan pelaku di depan penyidik.
Sebelumnya diberitakan, kasus pembunuhan terjadi di Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Mayat korban ditemukan pada Senin pagi (18/5).
Saat ditemukan, mayat korban bersimbah darah dengan 11 luka tusukan di tubuhnya. Tergeletak di areal kebun yang ditanami kacang. Dugaan sementara, kasus pembunuhan ini bermotif asmara. Korban diduga pernah terlibat hubungan terlarang dengan istri pelaku.
Menurut pengakuan Mahi, tetangga kebun korban, sekitar pukul 23.00 Wita, Minggu (17/5), dirinya mendengar suara pembicaraan dua orang. Satu di antaranya tiba-tiba bersuara dengan nada tinggi.
Meski mendengar suara tersebut, Mahi tak berani keluar sekadar untuk melihat apa yang terjadi. Barulah pada hari Senin pagi ia keluar dari rumah kebunnya. Mahi memanggil nama korban Ruslim alias Cambang. Namun tak ada sahutan.
Dia pun berjalan menuju rumah kebun Cambang. Jaraknya sekitar 100 meter dari rumah kebun Mahi. Ia bermaksud untuk mencari korban.
Alangkah kagetnya ketika mendapati sesosok mayat yang sudah tergeletak bersimbah darah dan sudah tak bernyawa. Korban mengalami luka robek, lubang dan menganga yang diperkirakan akibat tusukan senjata tajam jenis badik. Mahi kemudian berlari ke rumah kepala dusun untuk melaporkan apa yang baru saja dilihatnya. (udi/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.