Headline

NA: Semoga tak Ada Lagi Kejadian Serupa


Bocah Korban Perundungan Dapat Motor Listrik dari Gubernur

BKM/CHAIRIL MOTOR LISTRIK-Rz mencoba motor listrik yang diberikan Gubernur HM Nurdin Abdullah di rumah jabatan, Senin (18/5).

BOCAH korban perundungan di Kabupaten Pangkep, Rz terus saja menjadi perbincangan. Videonya yang viral di media sosial telah memantik simpati dari berbagai kalangan. Siapa sangka, setelah kejadian yang dialaminya beberapa waktu lalu, ia sempat menyampaikan curahan hati (curhat) ke ibundanya.

SETELAH ada kesulitan akan datang kemudahan. Itulah yang kini terjadi pada diri Rz. Bocah yang masih duduk di bangku kelas V SD itu mendapatkan rezeki berlimpah.
Terakhir, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mengundangnya ke rumah jabatan di Makassar. Rz bertemu langsung dengan orang nomor satu Sulsel itu, Selasa (19/5).
Sebelum semuanya mengalir seperti digariskan oleh Yang Maha Kuasa, Rz sempat menyembunyikan peristiwa yang menimpa dirinya. Saat pulang dari jualan jalangkote, Dahlia, ibunda Rz sempat bertanya kepada putra keduanya itu. ”Kenapa agak murung. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi,” ujar Dahlia kala itu. BKM berkomunikasi dengan Dahlia melalui sambungan telepon selular, kemarin.
Dengan nada polisi, Rz bertutur ke ibunya. ”Mungkin saya tidak bisa lagi belikan popok adekku, karena tidak lagi jualan jalangkote,” kata Rz seperti ditirukan ibunya.
Dahlia sama sekali tidak menyangka kalau putranya menjadi korban perundungan. Rz memang memiliki seorang adik yang masih bayi.
Dahlia baru mengetahui kalau Rz dianiaya, setelah ada keluarga yang memperlihatkan rekaman video pemukulan itu. ”Awwe kasi’na peddina nyawaku mitai anakku icalla makkoro (sedih rasa melihat anakku RZ dipukul seperti itu),” ucapnya dalam bahasa Bugis.
Sejak saat itu, Dahlia pun meminta kepada keluarganya untuk tidak lagi pernah memperlihatkan video tersebut
”Biar seperti itu kondisinya (disabilitas), anak saya selalu bersemangat untuk bantu-bantu orangtuanya mencari uang. Menutupi uang jajan sehari-harinya supaya tidak memberatkan orangtua. Ia dapat uang dari keuntungan menjual jalangkote milik tantenya,’ tuturt Dahlia lagi.
Uang yang diperoleh Rz selalu ia sisihkan dan menitipkannya ke Dahlia. Selanjutnya dikumpulkan selama satu minggu. Jika sudah cukup, kemudian dipakai untuk membeli popok bagi adiknya yang masih berumus satu bulan.
Terkait kejadian yang menimpa anaknya, Dahlia yang cukup ramah saat wawancara, berharap tidak ada lagi peristiwa serupa yang menimpa anak-anak lainnya.
“Saya tetap bisa memaafkan pelaku. Namun kami berharap kepada penegak hukum untuk tetap melanjutkan proses hukum terhadap tersangka, dengan harapan semoga kasus ini memberikan efek jera dan pembelajaran bagi kita semua,” pungkasnya.
Di balik viralnya video perundungan ini, justru menjadi pembuka rezeki bagi Rz. Berbagai derma telah diterima keluarga Dahlia, meski ia tidak merinci secara jelas siapa-siapa penyumbang dan berapa besaran nilai sumbangam yang telah diterima.
Muzakkir, ayah RZ hanya mengingat beberapa pihak dari Sespri Menteri Pertahanan yang memberikan beasiswa hingga Rz tamat SMA. ”Pak None (Irman Yasin Limpo) juga ada beasiswa. Dan yang terbaru, Pak Gubernur Sulsel yang memberikan beasiswa untuk anak saya Rp500 ribu perbulan selama tiga tahun, dan satu unit sepeda listrik,” terangnya.
Beasiswa tersebut merupakan sumbangan pribadi Nurdin Abdullah. Sementara satu unit motor listrik merek BF juga diberikan, dan diterima langsung oleh Rz.
“Saya secara pribadi memberikan beasiswa untuk tiga tahun. Sebulan dikasih Rp500 ribu. Terus ada motor listrik. Tentu mungkin belum bisa pakai motor. Jadi mungkin bapaknya atau ibunya bisa gunakan, dan masih banyak lagi yang lain,” ungkap Nurdin Abdullah usai menerima Rz.
Kejadian yang dialami Rz dan viral di medsos, juga sudah disaksikan oleh Nurdin. Karena itu ia memberikan support yang sangat tinggi kepada bocah bertumbuh tambun itu.
“Kita beri semangat, karena anak ini menjadi salah satu tulang punggung keluarga juga. Jadi setiap harinya dia tetap sekolah, dia kelas 5 SD. Sore dia bantu keluarga untuk jual jalangkote,” jelasnya.
Nurdin berharap tidak ada lagi kejadian serupa. Apalagi saat ini bulan suci Ramadhan, di mana harusnya setiap orang memperbanyak beribadah.
“Saya kira Pak Kapolres sudah memberikan hukuman sesuai dengan perbuatan para pelaku. Kita berharap di saat bulan-bulan yang penuh berkah ini, bulan yang penuh maghfirah ini, harusnya kita saling mengasihi, saling menyayangi. Kita tidak boleh saling merendahkan. Saya berharap tidak ada lagi kejadian seperti yang dialami ananda ini,” tutupnya. (udi-nug/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.