Kriminal

Kejati Sulsel Fokus Tangani Dua Kasus Dugaan Korupsi


MAKASSAR, BKM — Sejumlah kasus dugaan korupsi yang ada di Sulawesi Selatan mulai ramai dibongkar dan dilirik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan. Seperti kasus proyek pembangunan pipa avtur PT Pertamina dan kasus dugaan korupsi anggaran lingkup PDAM Makassar.
Proyek pembangunan pipanisasi avtur dengan jalur dari Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar ke Bandara Udara Internasional Sultan Hasanuddin yang dilaksanakan PT MJPL dengan nilai anggaran sebesar Rp155 miliar itu terbengkalai. Pengerjaannya terhenti di Jalan Insinyur Sutami.
Sementara untuk kasus dugaan korupsi anggaran PDAM Makassar sebesar Rp31 miliar, terus berlanjut. Bahkan, selain memanggil Wali Kota Makassar periode 2014-2019, Moh Ramdhan Pomanto, Kejati Sulsel pun menjadualkan akan memanggil sejumlah pihak. Mulai dari mantan wali kota Makassar ditahun 2003 dan anggota dewan masa itu.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Idil mengatakan, sejumlah kasus yang masuk di Kejati Sulsel mendapat perhatian serius. Untuk kasus proyek pipanisasi avtur PT Pertamina yang mangkrak, terus didalami. Begitu pula pada kasus dugaan korupsi PDAM Makassar.
”Nah, untuk proyek pipanisasi avtur PT Pertamina, kami dari Kejati Sulsel telah memanggil pihak PT Pertamina. Kami mengundang untuk memberikan penjelasan terkait terbengkalainya proyek tersebut. Kami sudah meminta kepada pihak Pertamina datang kembali dan membawa dokumen terkait dengan pengerjaan proyek,” sebut Idil, Selasa (19/5).
Untuk kasus dugaan korupsi anggaran PDAM Makassar, lanjut Idil, terus berjalan. Kejati Sulsel menjadwalkan memanggil sejumlah pihak lain memberikan klarifikasi. Pendalaman kasus dugaan korupsi di PDAM Makassar menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Selatan yang berpotensi merugikan negara.
”Sudah dipanggil beberapa pihak. Selanjutnya akan ada lagi pihak yang dipanggil memberikan klarifikasinya,” singkatnya. (arf/mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.