Kriminal

Polres Amankan Pelaku Perundungan Penjual Jalangkote


MAKASSAR, BKM — Aparat Polres Pangkep telah mengamankan pelaku kasus perundungan terhadap Udin, seorang penjual jalangkote. Perundungan terjadi di Lapangan Bonto-bonto Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep.
Peristiwa perundungan tersebut sempat viral di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat. Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, dalam keterangannya mengatakan, jumlah pelaku penganiayan dan perundungan yang telah diamankan sebanyak 8 orang. Saat ini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Para pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif di Polres Pangkep.
Dijelaskan, kondisi korban sudah sehat, setelah ke rumah sakit untuk dilakukan pengecekan kondisi kesehatan. Sekaligus melakukan visum terkait adanya kekerasan yang dialami.
Namun sejak semalam, kata Kapolres Pangkep, pemeriksaan korban belum rampung ”Kami melihat kondisi korban yang sudah tidak memungkinkan melanjutkan pengambilan keterangan. Rencananya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan,” tukas Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, Senin (18/5).
Sementara terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, menegaskan, saat ini telah dilakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mencari adanya pelaku lain yang terlibat dalam penganiayaan dan perundungan ini.
”Polisi telah melakukan penanganan kasus ini secara profesional dan transparan. Setiap orang mempunyai hak sama tanpa ada diskriminasi,” tandasnya.
Terlebih lagi, korban adalah anak di bawah umur yang bisa dikatakan penyandang disabilitas. ”Mestinya kita yang harus melindungi. Bukan malah sebaliknya. Kita yang melakukan perbuatan yang tidak pantas dan tidak manusiawi,” ungkap Kabid Humas
Pasal yang disangkakan untuk pelaku yang terlibat penganiayaan dan perundungan tersebut, yakni Pasal 80 UU Perlindungan Anak JO Pasal 351 KUHP. Sedangkan untuk pelaku lain yang perannya merekam, menyebarkan, membiarkan atau membantu melakukan, akan dikenakan Pasal 76 c UU, tentang Perlindungan Anak.
Kabid Humas menambahkan, aparat kepolisian saat ini melakukan pendekatan kepada pihak keluarga, agar tidak melakukan tindakan yang sekiranya menimbulkan akibat hukum. Selain itu, juga dilakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
”Saya imbau kepada masyarakat Pangkep terutama masyarakat Kecamatan Ma’rang, untuk tidak mempolitisir kejadian ini. Sehingga menyulut pihak-pihak tertentu untuk melakukan upaya balas dendam,” ungkap Kabid Humas.
Masyarakat mesti bisa menahan diri termasuk dalam penggunaan media sosial agar lebih bijaksana. Gunakan Sosmed untuk hal-hal positif. Apalagi dengan situasi pandemi seperti ini dan juga sementara melaksanakan ibadah puasa. Mari sama-sama melaksanakan program pemerintah. Dengan maksud untuk mempercepat penanganan virus Corona.(mat/mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.