Headline

Ada yang Beri Sepeda, Beasiswa dari Aspri Menhan dan None


Simpati Mengalir untuk Rz, Bocah Penjual Jalangkote Korban Perundungan

BKM/RUSDI NASARUDDIN DI MAPOLRES-Rz, bocah korban perundungan yang viral tampak berada di ruang kerja Kapolres Pangkep didampingi ayahnya Muzakkir. Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji didampingi Kasat Reskrim AKP Anita Taherong menggelar konferensi pers di Aula Andi Mappe, Senin (18/5).

PANGKEP, BKM — Kasus perundungan (bullying) seorang bocah penjual jalangkote viral di media sosial dalam dua hari terakhir. Berbagai respons datang dari warganet. Polisi pun bergerak cepat mengusut kasus ini.

DALAM sebuah ruangan di Mapolres Pangkep, Senin (18/5). Seorang anak berbadan subur duduk di kursi. Mengenakan baju kaus bola berwarna oranye. Bercelana pendek warna abu-abu. Di samping kanannya duduk seorang lelaki paruh baya bermasker putih.
Bocah itu adalah Rz. Usianya baru 12 tahun. Dialah yang jadi korban perundungan yang videonya viral belakangan ini. Keberadaannya di kantor polisi guna dimintai keterangan terkait kejadian yang dialaminya.
Dalam video tersebut, Rz mengalami perundungan di dua tempat berbeda dalam wilayah Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep. Masing-masing di pinggir jalan Kelurahan Talaka. Satu video lainnya saat korban diadang di Kelurahan Bonto-bonto.
Dalam video terlihat Rz dianiaya seorang remaja, yang belakangan diketahui bernama Andi Putra Yusuf. Di sini korban jatuh terjerembab di pinggir jalan setelah dipukul dan sepedanya didorong. Jalangkote jualannya yang tersimpan dalam sebuah wadah khusus, ikut terjatuh.
Pada video lain yang kejadiannya di Bonto-bontoa, seorang pemuda bernama Faisal (26) juga melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Kala itu, ia mengadang Rz yang mengendarai sepeda dan membawa jalangkote jualannya. Bocah yang duduk di bangku kelas V SD ini pun jadi sasaran pemukulan hingga terjatuh di parit. Informasi yang diperoleh, kejadian di Bonto-bontoa ini direkam dua bulan lalu.
Tanpak dalam tayangan, Rz diledek, ditertawakan dan dipukul. Ketika tubuhnya didorong, dia pun langsung terpental. Ironisnya, kejadian itu disaksikan oleh enam rekan Andi Putra Yusuf tanpa berusaha melerainya. Bahkan sebaliknya, mereka ikut serta menertawakan korban ketika jatuh tersungkur.
Musakkir, ayah Rz yang mendampingi putranya di mapolres menuturkan tentang keseharian anak kedua dari tiga bersaudara itu. Menurutnya, Rz sehari-harinya menjual jalangkote buatan tantenya. Ia melakoninya sejak pagi, sebelum berangkat ke sekolah. Rz yang memiliki adik berusia satu bulan itu berkeliling kampung mengendari sepeda mini bututnya.
”Dia memang suka menjual jalangkote buatan tantenya, meski hasilnya tidak seberapa. Paling tinggi dapat untung Rp10 ribu per hari,” tuturnya.
Lasakke, begitu Muzakkir biasa disapa, tidak mengetahui secara pasti berapa biji jalangkote yang dibawa anaknya itu setiap hari. “Saya beri keleluasan jual jalangkote untuk mendapatkan tambahan uang belanja, sekaligus membantu tantenya. Sudah lama dia berjualan,” ucap Musakkir.
Paman Rz bernama Hamzah mengamini penjelasan Muzakkir. Kata dia, ponakannya itu berjualan jalangkote di pagi hari. Biasa cuma laku dua atau tiga biji. Setelah itu lalu pergi ke sekolah.
“Pulang sekolah kembali lagi lanjut berjualan jalangkote. Dia berkeliling dua kampung, di Bonto-bonto dan kampungnya sendiri di Talaka,” ujar Hamzah.
Video viral perundungan terhadap Rz mendapat simpati dari berbagai kalangan. Rezky Irmansyah salah satunya. Sekretaris pribadi (sespri) Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk memberi beasiswa bagi Rz. Bahkan hingga Rz tamat sekolah. Ia juga meminta kepada aparat kepolisian agar memproses hukum para pelaku.
Simpati juga datang dari Irman Yasin Limpo (None). Ia mengutus timnya untuk datang ke mapolres dan memberikan beasiswa pendidikan bagi Rz.
Demikian pula pengurus DPC Partai Gerindra dan legislatornya, serta sejumlah lembaga lainnya. Bocah Rz juga menerima hadiah sepeda baru dari salah satu komunitas. Bahkan Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji bersama istri juga ikut memberikan bingkisan.
Kepada BKM, kemarin, Kapolres AKBP Ibrahim Aji menyebutkan, ada delapan orang yang telah diamankan terkait kasus perundungan tersebut. Penyidik telah menetapkan mereka sebagai tersangka.
”Saat ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Dari delapan orang itu, ada satu tersangka utama yang diduga melanggar pasal 351 KUHP subsider pasal 80 UU No 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman 3,5 tahun penjara. Kasus ini masih dalam pengembangan penyidikan. Untuk penerapan UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) sementara kita dalami,” ujar Ibrahim. (udi/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.