Headline

Tiga Alasan Adnan tak Perpanjang PSBB


GOWA, BKM — Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Gowa berakhir, Minggu (17/5). Dengan berakhirnya masa 14 hari PSBB tersebut, Pemkab Gowa bersama Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersepakat tidak akan melanjutkan ke tahap betikutnya.
Penegasan itu disampaikan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat melakukan konferensi video bersama Forkopimda serta wartawan, Sabtu siang (16/5). Dipandu dari ruang Peace Room A’kio Pemkab Gowa oleh jajaran Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa.
Kesepakatan tersebut diambil setelah melakukan kajian dan evaluasi yang komprehensif antara pemkab bersama jajaran Forkopimda pada Jumat malam melalui telekonferensi.
“Setelah kami melakukan pertemuan dengan Forkopinda Gowa dan membahas secara mendalam, akhirnya kami putuskan untuk tidak melanjutkan PSBB di wilayah Kabupaten Gowa,” kata Adnan.
Seperti diketahui, PSBB di Gowa mulai diberlakukan 4 Mei dan berakhir  Minggu 17 Mei, dalam posisi perkembangan kasus covid-19 ODP 449 orang, PDP 211 orang dan 67 orang yang berstatus positif.
Kendati Pemkab Gowa tidak memperpanjang PSBB, namun Adnan mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin diri dengan tetap mematuhi imbauan pemerintah, yakni memakai masker, jaga jarak, tidak lakukan kontak, rutin cuci tangan dan tidak berkumpul dengan banyak orang.
” PSBB kita tidak lanjutkan lagi, tapi  bukan berarti anjuran dalam PSBB diabaikan. Kita akan tetap melakukan edukasi, baik pada penggunaan masker, physical dan social distancing, tetap cuci tangan dan tidak lakukan kumpul dengan banyak orang. Ingat, kasus covid-19 masih tetap ada. Bahkan cenderung kasusnya meningkat, sekarang pasien positif covid-19 di Gowa capai 67 orang, PDP 211 dan ODP 449. Jadi diimbau masyarakat agar tetap waspada,” kata Adnan.
Meski tidak lagi dilakukan pembatasan ketat seperti PSBB, namun penjagaan di posko perbatasan tetap dilakukan. Hanya saja tidak seketat PSBB sebelumnya.
Disinggung soal alasan penting kenapa Pemkab Gowa memilih tak melanjutkan PSBB sebagaimana telah diterapkan selama 14 hari berjalan ini, Bupati Adnan Purichta Ichsan menyebut ada dua. Pertama, berbicara kondisi eksternal PP 21 tahun  2029 tentang PSBB, bahwa pelaksanaan PSBB yang diatur adalah peliburan sekolah diganti dengan belajar dari rumah, peliburan tempat kerja dan pembatasan kegiatan keagamaan dan pembatasan kegiatan banyak orang. 
“Kalau kita merujuk pada PP 21 ini, maka menurut kami sudah tidak efektif lagi kalau kita lakukan PSBB. Karena kebijakan pusat sudah mulai membuka moda transportasi, seperti bandara sudah dibuka. Tempat kerja satu persatu diberi kebijakan buka juga oleh pemerintah pusat. Tempat keagamaan juga telah dibuka. Sehingga menurut pandangan kami, jika kita tetap lanjutkan PSBB maka ini bisa kontradiktif dengan kebijakan pemerintah pusat. Padahal kebijakan ini linear mulai dari pusat, provinsi sampai kabupaten/kota sampai ke tingkat desa,” terangnya.
Yang kedua, lanjutnya, berbicara kondisi internal maka ada beberapa indikator kita tak lanjut PSBB. Yakni berbicara peningkatan jumlah kasus, penyebaran covid dalam kurun waktu tertentu, kemudian terjadi transmisi lokal dan ketersediaan logistik. ”Untuk ketersediaan logistik itu biayanya tidak ringan. Anggarannya cukup banyak. Kalau kita mau lanjutkan, maka tentu kita akan lakukan lagi recofusing anggaran, melakukan lagi revisi anggaran padahal kemampuan anggaran, menurut kami cukup berat. Banyak daerah yang mau lakukan PSBB namun tidak miliki anggaran. Alhamdulillah Pemkab Gowa diberi kesempatan satu kali PSBB selama 14 hari,” jelasnya.
Yang ketiga, lanjutnya, saat ini jelang lebaran harga sejumlah kebutuhan pokok naik. Jika PSBB dilakukan lagi, sudah pasti anggaran logistik membengkak. Sementara bantuan dermawan sudah didistribusikan semua.
“Tapi saya tetap ingatkan kepada masyarakat, dengan tidak dilanjutkannya PSBB ini  bukan berarti semua bisa bebas tanpa masker, tanpa jaga jarak tanpa cuci tangan dan lainnya. Tidak. Masyarakat diharap lebih disiplin karena peningkatan kasus covid-19 juga makin tinggi,” tandas Adnan.
Keputusan ini mendapat sokongan dari Ketua DPRD Gowa Rafiuddin dan Dandim 1409 Gowa Letkol (Arh) Suaib. Rafiuddin Raping mengatakan, kalau pun PSBB tidak diperpanjang, edukasi ke masyarakat akan tetap dilanjutkan.
“Saya sangat setuju dengan kebijakan Pak Bupati, tapi bukan berarti semua sudah selesai. Justru kita harus selalu waspada. Kita berharap bagaimana ada pemahaman yang sama di dewan, bahwa kebijakan ini memberikan harapan bahwa covid-19 bisa segera berakhir,” ujar Rafiuddin.
Hal senada disampaikan Dandim Letkol Arh Muh Suaib. Kata dia, kendati PSBB sudah selesai, akan tetap melanjutkan social distancing, physical distancing, pakai masker dan cuci tangan.
Selain itu, pos-pos yang selama ini ada, kata dandim, akan tetap dilanjutkan. Utamanya di perbatasan Makassar-Gowa, tepatnya di Mallengkeri dan Tun Razak. 
”Bahkan, kita akan melakukan pemeriksaan secara acak pada tiap pos. Jika dari pemeriksaan suhu badan di atas 37 derajat, akan langsung diuji diswab,” tandas dandim lagi.
Diakui Suaib, pihaknya bersama Polres Gowa akan tetap melakukan patroli di jalan-jalan. Kalau kemudian ada masyarakat yang tidak patuh, maka akan diamankan dan dilakukan pemeriksaan.
“Kalau rapidnya reaktif akan langsung diisolasi. Sama ketika PSBB diterapkan,” kata Letkol Muh Suaib.
Kapolres Gowa AKBP FS Samola, Minggu (17/5) mengatakan, meski PSBB telah usai dilaksanakan, namun pihak pengamanan tetap melakukan penjagaan di pos perbatasan. Terutama di pos perbatasan Jl Sultan Alauddin Makassar-Jl Sultan Hasanuddin Gowa, maupun di Tugu Badik di Jalan Tun Abd Razak.
“Patroli tetap dilakukan dengan memgimbau dan mengedukasi kepada masyarakat tentang social/physical distancing, sehingga makin sadar dan waspada terhadap covid-19. Penguatan pengawasan terhadap wilayah-wilayah episentrum penyebaran, terutama di kecamatan-kecamatan dataran rendah dengan penjagaan di jalan/lorong, pintu perumahan dan lain-lain dengan koordinasi semua pihak sampai tingkat kelurahan/desa dan RT/RW untuk mengawasi keluar masuknya kendaraan atau orang,” jelas kapolres. (sar)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.