Kriminal

Laksus Segera Laporkan Dugaan Mark Up Harga Timbunan RS Internasional Takalar


MAKASSAR, BKM — Kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan melakukan mark up penambahan harga anggaran pada pengadaan timbunan Rumah Sakit Internasional di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, tetap berlanjut.

Lembaga Anti Korupsi (Laksus) akan melaporkan secara resmi ke Polda Sulsel terkait dugaan penambahan harga pengadaan timbunan. Rencananya, laporan masuk pekan ini.
”Pekan ini kami akan laporkan adanya dugaan mark up anggaran pengadaan timbunan pembangunan untuk RS skala International di Takalar,” tegas Direktur Laksus, Ansar, Minggu (17/5).

Kata Ansar, dalam pengadaan bahan tanah timbunan di rumah sakit tersebut, harga dalam setiap truk diduga telah dimainkan oleh oknum yang ingin meraup keuntungan besar. Dari harga sebenarnya di lapangan per truk Rp300 ribu, kemudian diduga disulap naik jadi Rp1 juta dibentuk Rencana Alokasi Anggaran (RAB). Dan tentunya apa yang dilakukan demi meraup keuntungan hingga mencapai Rp700 ribu per truk.
”Kebutuhan timbunan sebanyak 600 kubik. Setiap mobil dalam satu truk isinya tujuh kubik. Sedangkan harga di Rencana Anggaran Biaya (RAB) tersebut Rp1 juta. Sedangkan harga timbunan per mobil dan truk Rp300 ribu. Berarti dalam satu rit mobil ada mark up anggaran Rp700 ribu,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam pengadaan timbunan lahan di RS Internasional Kabupaten Takalar berlokasi di Desa Aeng Batu Batu, Kecamatan Galesong Utara, dengan total anggarkan Rp1,4 miliar.
”Anggarannya sangat besar Rp1,4 miliar. Kami duga ini beraroma adanya dugaan tindak pidana korupsi di dalamnya. Dan anehnya lagi pencairan anggaran tersebut di Bank BPD Sulselbar Takalar, dicairkan oleh oknum ASN,” imbuhnya. (arf/mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.