Headline

Kepala Puskesmas Terpapar Covid, Pelayanan Dihentikan


Empat Perawat RSUD Barru Juga Positif

BARRU, BKM — Kepala Puskesmas Mallawa, Kecamatan Mallusetasi dan empat perawat RSUD Barru dinyatakan positif terpapar covid-19. Kelimanya diketahui pernah menangani seorang santri terinfeksi corona yang pulang dari pesantren di Magetan, Jawa Timur.
Santri tersebut merupakan pasien pertama positif covid, yang awalnya menjalani rapid test di Puskesmas Mallawa, kemudian dirawat di RSUD Barru.
Lonjakan drastis dari jumlah warga berstatus orang tanpa gejala (OTG) yang terpapar covid dalam dua hari terakhir sebanyak enam orang yang merupakan klaster Temboro, dan satu klaster Mesir. Hingga Kamis (14/5), total warga Barru yang dinyatakan positif covid sebanyak tujuh orang.
Ketua Tim Gugus Terpadu Percepatan Pencegahan Covid-19 Barru Suardi Saleh saat memimpin konferensi pers, kemarin menyatakan ada lima tambahan warga terpapar covid-19 .
“Tambahan warga terpapar hari ini, yakni Kepala Puskesmas Mallawa dan empat perawat RSUD Barru. Kelima yang positif ini merupakan imbas dari pasien pertama dari klaster Temboro,” kata Suardi.
Menyusul kasus positif ini, bupati menegaskan bahwa tim covid akan menutup sementara Puskesmas Mallawa untuk disterilkan. Pelayanan kesehatan tetap jalan, namun dialihkan ke Puskesmas Mangkoso dan pustu terdekat.
“Semua tenaga kesehatan di Puskesmas Mallawa akan discrening lebih awal, dan tidak diperbolehkan bertugas untuk sementara. Begitu pula dengan keluarga satu warga positif dari klaster Mesir. Satu keluarga besarnya di Garessi sudah dirapid test dan hasilnya non reaktif. Selanjutnya akan menyusul keluarga ustas ini yang di Mangkoso akan ikut dirapid test,” jelasnya.
Sebelumnya, ada dua santri dari Pesantren Al Fatah yang dirapid test di Puskesmas Mallawa. Satu orang berumur 20 tahun dinyatakan non reaktif. Seorang santri lainnya yang berumur 13 tahun dirapid tes dengan hasil reaktif.
Ia kemudian dievakuasi ke RSUD Barru. Dalam beberapa hari perawatan dan dilakukan pemeriksaan swab dan hasilnya positif, sehingga santri asal Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi ini dibawa untuk menjalani karantina hotel di Makassar. Ia bersama orang tuanya ikut dikarantina meski tidak berstatus positif .
Setelah santri ini dikarantina di Makassar, belakangan 20 perawat di RSUD Barru dikarantina di Bola Soba’e untuk dirapid tes. Hasilnya, tujuh dinyatakan reaktif. Setelah beberapa hari dikarantina, empat di antaranya dinyatakan positif dari hasil uji swabnya.
Kepala Puskesmas Mallawa dan empat perawat terpapar covid masih dalam kondisi bugar dan berstatus OTG. Kamis kemarin mereka sudah dijemput tim covid Pemprov Sulsel untuk dikarantina hotel di Makassar. (udi/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.