Headline

Konsumsi Vitamin Berlebih tak Bagus Bagi Tubuh


MAKASSAR, BKM — Ketakutan masyarakat terhadap virus covid-19 atau virus corona tidak hanya dengan memborong masker dan hand sanitizer. Tapi juga membeli vitamin C dalam jumlah banyak, baik berupa suplemen obat ataupun dalam bentuk larutan air dan minuman.
Namun, ahli gizi di Makassar menyebut masyarakat masih banyak belum teredukasi dengan tepat mengenai takaran konsumsi vitamin C. Karena jika berlebihan justru tak bagus bagi tubuh.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Spesialis Gizi Klinik Universitas Hasanuddin (FK Unhas), Prof Dr dr Nurpudji Astuti, MPH SpGK menyarankan, di tengah wabah saat ini masyarakat memang membutuhkan vitamin untuk dikomsumsi setiap hari. Khususnya vitamin C dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh.
Vitamin yang dikonumsi dibagi menjadi dua, yaitu vitamin yang larut air dan larut lemak. Prof Nurpudji merekomendasikan untuk mengonsumsi vitamin yang larut air.
“Vitamin C larut air maksimalnya dikonsumsi 50 mg per hari. Kalau pun dikonsumsi hingga 500 mg sampai 1000 mg masih aman, karena kalau kelebihan akan dibuang lewat urine. Sehingga harus diimbangi dengan minum air yang cukup. Karena kalau komsumsi vitamin tanpa minum air yang cukup maka akan menimbulkan batu ginjal,” terangnya saat dihubungi, Senin (6/4).
Untuk vitamin larut lemak, Prof Nurpudji menyebut vitamin A, D, E, dan K. Kalau pun keempat jenis vitamin tersebut dikonsumsi secara berlebihan, juga akan membahayakan tubuh karena larutannya akan tersimpan di lemak-lemak. Sehingga susah untuk keluar, dan justru akan tertimbun dalam tubuh.
”Selama kita mengomsumsi sesuai kecukupan tubuh, itu masih aman. Namanya yang berlebih pasti tidak baik. Rajin-rajin komsumsi vitamin itu dari buah dan sayur yang bervariasi, agar kita banyak menerima banyak asuan vitaminnya. Yang paling penting harus minum air mineral 2 liter sehari agar vitamin itu bisa larut dalam air,” jelasnya.
Vitamin C alami bisa didapatkan dari buah jeruk, semangka, jambu biji dan sebagainya. Sedangkan di sayuran terdapat dalam sayur yang kehijauan, seperti daun singkong yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
Jika kondisi seseorang dalam keadaan sakit, seperti pasien yang terjangkit covid-19, maka akan diberikan vitamin C dan protein dengan dosis besar untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
“Konsumsi vitamin jangan hanya yang bisa menjaga daya tahan tubuh. Seseorang harus banyak minun air mineral dan menggonsumsi vitamin lainnya guna mengangkal virus corona, seperti vitamin A, B, E, D, B1 kompleks. Misalnya meminum susu dan telur,” jelasnya.
Ia juga menyarankan agar konsumsi vitamin sebagai suplemen jangan setiap hari. Tapi bisa dari buah dan sayur yang tidak banyak mengandung zat tambahan. (ita)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.