Headline

Ini yang Bisa Saya Lakukan untuk Membantu


Nirmala Menjahit Masker Kemanusiaan

BKM/SAR Nirmala menjahit masker berbagai motif.

KREATIFITAS bisa muncul di tengah munculnya wabah. Nirmala Dg Ngasseng menunjukkan hal itu.

NIRMALA bermukim di Balang-balang, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Meski dilanda kekhawatiran di tengah mewabahnya covid-19, ternyata ia bisa mendapatkan penghasilan untuk keluarganya.
Ketika covid-19 mewabah dan Pemerintah Kabupaten Gowa menetapkan wilayahnya darurat corona,  ibu tiga anak ini sempat khawatir. Sebab ketika virus corona merebak, marak pula pemberitaan jika alat pelindung diri (APD) berupa masker tidak ada di pasaran. Termasuk di apotek.
Perempuan mandiri yang kini single parent tersebut sempat resah untuk mendapatkan masker buat anak-anaknya, serta ayahnya yang tinggal serumah dengannya. Apalagi keluar imbauan pemerintah agar masyarakat tinggal saja di rumah agar covid-19 tidak menular ke orang per orang.
Di tengah kekhawatiran itu, Nirmala berusaha tenang dan menjalankan imbauan pemerintah. Ia terus menjahit memenuhi orderan para pelanggannya. Lama kelamaan menatap mesin jahitnya, tiba-tiba idenya muncul.
“Yah, sebaiknya saya buat masker saja. Banyak sisa kain yang bisa saya manfaatkan. Begitu jadi 3 sampai lembar masker kain, muncul ide untuk memperbanyak. Akhirnya mendesak saya pergi ke toko untuk beli kain aneka motif, serta bahan pelapis dan tali ikatnya. Akhirnya saya memutuskan konsen bikin masker,” terang wanita alumni Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Gowa ini.
Dibantu sahabatnya bernama Ridha dan dua kakaknya, Nirmala pun mulai sibuk menjahit masker. Melalui medsos, dia pun rajin mempromosikan masker hasil jahitannya.
Gayung pun bersambut. Pemesanan pun berdatangan. Bahkan Nirmala menerima order ratusan lembar dari seseorang tenaga medis rumah sakit, pegawai kantor, dan masyarakat umum. Tak terkecuali dari aksi gerakan peduli penanganan covid-19 salah satu kelompok jurnalis turut mengorder seratusan masker untuk dibagikan ke masyarakat, rumah sakit dan kalangan jurnalis.
Bukan hanya itu, Nirmala juga berpartisipasi dalam pengumpulan donasi masker yang digalang BLK Gowa. Bantuan tersebut hendak disumbangkan kepada tim kesehatan dan masyarakat di Gowa. Dikumpul oleh Tim Posko Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa yang dikoordinatori Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) setempat.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena ini masker yang saya jahit sendiri. Sebagian saya jual untuk kebutuhan keluarga, dan sebagian ikut disumbangkan kepada tim penanganan covid kabupaten,” kata Nirmala.
Untuk satu lembar masker yang dijahitnya dijual seharga Rp 5.000. Selama fokus menjahit masker, telah ada 1.000 lembar lebih masker yang dihasilkannya. Termasuk yang disumbangkan untuk kemanusiaan.
Diakui Nirmala, tiap hari memproduksi masker ini memang cukup melelahkan. Sebab hampir tiada jeda orderan masuk, baik dalam jumlah besar maupun yang hanya orderan satu hingga lima lembar.
Omzet yang diperolehnya tidak dinikmati sendiri. Nirmala berbagi keuntungan dengan karyawan dadakannya, yakni seorang sahabat dan dua orang kakaknya yang membantu menjahit dan memasarkan.
“Ini betul-betul anugerah di tengah wabah. Namun bagi saya, apa yang saya lakukan ini bukan sekadar mencari keuntungan. Namun yang utama adalah membantu mereka yang membutuhkan masker. Kebetulan saya bisa menjahit maka saya lakukan itu. Semoga usaha saya bernilai manfaat bagi orang lain dan jadi amal jariyah,” ujar Nirmala yang tinggal di belakang kantor Camat Bontomarannu. (sar)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.