Headline

Tujuh Pintu Masuk Makassar Diawasi Ketat


Gubernur Instruksikan Karantina Pemudik

BKM/CHAIRIL TUTUP WILAYAH-Masyarakat yang bermukim di Jalan Bahagia, Sudiang, Kota Makassar menutup sementara akses masuk ke wilayahnya. Langkah tersebut diambil untuk meminimalisir penyebaran covid-19 di tempat tinggal mereka.

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar memperketat pengawasan terhadap mobilitas orang yang masuk dan keluar ke Kota Makassar. Sebanyak tujuh titik perbatasan yang menjadi pintu masuk jalur darat ke Kota Makassar dilakukan penjagaan ketat oleh Dinas Perhubungan bersama BPBD, Dinas kesehatan dan Satpol PP.
Setiap pendatang dan seluruh kendaraan yang hendak masuk atau keluar wilayah Makassar dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan alat thermo scan infrared, serta penyemprotan disinfektan.
Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan bahwa langkah tegas ini dilakukan untuk mengecek dan memastikan orang yang masuk maupun yang keluar dalam kondisi normal.
“Kami lakukan pengecekan suhu badan terhadap semua pendatang. Jika ada yang memiliki panas di atas normal, kita langsung lakukan pemeriksaan sesuai SOP. Di setiap perbatasan kami siapkan tim medis untuk lakukan pemeriksaan kesehatan terhadap mereka yang memiliki suhu badan di atas normal,” terang Iqbal Suhaeb saat melakukan pemantauan di Posko Covid-19 Barombong, Sabtu (4/4).
Dalam pemantauan tersebut, Iqbal terlihat ikut menyetop kendaraan yang melintas. Selanjutnya melakukan pengecekan suhu badan kepada seluruh penumpang kendaraan. Sejumlah petugas dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pemadam Kebakaran terlihat ikut membantu proses pemeriksaan tersebut.
“Kita tidak lakukan lockdown karena itu kewenangan pemerintah pusat. Makanya, kami terapkan sejumlah pembatasan, baik itu karantina wilayah yang menjadi episentrum penyebaran virus, pembatasan ketat untuk warga yang ingin masuk dan keluar pulau. Termasuk yang kita lakukan hari ini, pengecekan secara penyeluruh satu persatu yang melintas di tujuh perbatasan yang menjadi akses darat masuk Kota Makassar,” lanjutnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Mario Said, menjelaskan langkah yang dilakukan oleh jajarannya.
“Sebanyak 100 lebih personel kami turunkan untuk menjaga di tujuh pintu masuk melalui jalur darat Kota Makassar. Kami berkolaborasi teman-teman Satpol PP, BPBD, Damkar dan Dinas Kesehatan dalam mengawasan perbatasan ini. Selain itu, kami juga melakukan penyemprotan disinfektan kepada seluruh kendaraan yang melintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Mario Said.
Menurut Mario, ada tujuh wilayah perbatasan yang dilakukan pengawasan ketat. Yakni perbatasan Maros-Makassar di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Hertasning perbatasan Makassar-Gowa, Jalan Sultan Alauddin perbatasan Makasar-Gowa, jalan poros Barombong Tamalate perbatasan Makassar-Takalar, Terminal Mallengkeri, Terminal Daya, serta Dermaga Kayu Bangkoa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Muhammad Rusli yang hadir di tempat tersebut, mengaku telah menyiapkan sejumlah alat thermo scan infrared yang digunakan untuk mendukung pemeriksaan kesehatan pengendara di seluruh posko pemeriksaan. Sejumlah pejabat Pemkot Makassar terlihat hadir mendampingi Iqbal. Diantaranya Asisten Pemerintahan Sabri, serta Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Makassar Andi Bukti Djufrie.

Tutup Akses

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga memperketat pemeriksaan terhadap warganya yang mudik. Terbaru, Gubernur HM Nurdin Abdullah meminta kepada Wali Kota Parepare Taufan Pawe untuk melakukan karantina bertahap terhadap mereka yang datang dan turun melalui pelabuhan di kota ini.
Karantina bertahap yang dimaksud, semua penumpang kapal laut yang turun di Pelabuhan Parepare disiapkan tempat karantina selama 14 hari. Bagi yang dinyatakan sehat baru melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan. Sedangkan bagi yang ada gejala terpapar covid-19 langsung diisolasi khusus.
Adapun yang dinyatakan sehat setelah karantina 14 hari, kemudian dipantau di daerah tujuan akhir. Sistem karantina bertahap ini diberlakukan terhadap semua orang yang masuk di Sulsel melalui pelabuhan dan bandara. Karantina berlaku untuk semua orang yang masuk ke Sulsel. Termasuk warga Sulsel dari bepergian ke daerah lain.
Nurdin menjelaskan, segala hal yang muncul dalam program karantina pemudik ini, termasuk biaya ditanggung bersama Pemerintah Parepare dan Pemprov Sulsel.
“Nanti kita bareng. Sama-sama. Coba cek hotel-hotel di sini,” ujarnya ketika melakukan kunjungan kerja ke Kota Parepare, pekan lalu.
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe pun mengatakan akan menyiapkan fasilitas penampungan penumpang yang turun di daerahnya.
“Sekarang belum ada fasilitas khusus. Tapi kami akan siapkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, Arafah Palu mengatakan pemprov siap mengambil kebijakan untuk melarang warga pulang kampung. Pemerintah akan menutup akses perjalanan keluar dari Makassar. Begitupun sebaliknya, akan ditutup akses masuk ke Makassar.
Arafah Palu mengatakan masyarakat yang berada di Sulsel, terutama di Makassar, untuk tidak melakukan mudik. Jika tetap melakukan mudik, dikhawatirkan pemyebaran virus ini semakin meluas.
Kebijakan saat ini kepada masyarakat untuk mengisolasi diri, diharapkan Arafah untuk dipatuhi. Jadi mulai saat ini pun masyarakat seharusnya tidak pulang kampung.
“Kita berharap masyarakat tetap isolasi diri dulu. Seharusnya tidak pulang kampung. Karena kita tidak tahu, bisa jadi kita yang membawa virus itu ke kampung. Sehingga kita berharap taati dulu imbauan pemerintah untuk tidak ke mana-mana. Supaya wabah ini bisa cepat diselesaikan,” jelasnya.
Walaupun sekarang baru sebatas imbauan, namun kebijakan spesifik untuk benar-benar menutup akses ke berbagai daerah bisa saja dilakukan. Apalagi jika situasinya nanti saat memasuki ramadan masih seperti sekarang.
“Tentu kebijakan akan ditempuh sejauh mana wabah ini berkembang. Pastilah ada kebijakan spesifik yang dikeluarkan oleh pimpinan. Kemungkinan akan ada pelarangan keluar dari Makassar dan pelarangan masuk ke Makassar,” tegasnya.
Untuk sementara, ditambahkan Arafah, pemerintah telah mengeluarkan edaran kepada para pengguna jasa, terutama perusahaan otobus (PO) untuk mensterilkan kendaraannya.
Menyemprotkan disinfektan di masing-masing kendaraan. Para penumpang pun dilarang duduk saling berdempetan.
“Saat ini, semua kendaraan harus steril dan harus disemprot disinfektan. Diharapkan masing-masing di kendaraan tidak usah berdempetan duduk. Itu untuk sementara waktu, sambil menunggu perkembangan selanjutnya,” tambah Arafah.
Jika nantinya wabah ini masih sulit untuk dikendalikan, maka para penyedia jasa tersebut akan dilarang beroperasi ke luar daerah.
“Bisa saja nanti kalau ini susah dikendalikan, angkutan itu tidak keluar. Karena setiap daerah itu kan juga sudah mengisolasi daerahnya masing-masing. Jadi untuk apa bergerak dari Makassar,” ungkapnya.
Selain itu, pihak pemerintah provinsi juga telah mengimbau kepada setiap terminal untuk melakukan pembatasan. Tim edukasi Dinas Perhubungan pun telah rutin diturunkan ke setiap terminal untuk melakukan edukasi kepada masyarakat pentingnya tidak berada di keramaian.
Untuk kebijakan mudik dari Dirjen Perhubungan Darat, dikatakan Arafah hingga saat ini belum ada. Mengingat covid-19 masih menjadi ancaman yang cukup serius di Sulsel. (rhm-nug)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.