Headline

Tak Ada Lagi Penolakan Pemakaman Jenazah di Macanda


IST BERJAGA-Petugas kepolisian berjaga di pintu gerbang tempat pemakaman pegawai milik Pemprov Sulsel di Jalan Teratai Indah, Macanda, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

GOWA, BKM — Pengamanan di lokasi pemakaman jenazah yang diduga terjangkit virus corona atau covid-19 terus ditingkatkan. Seperti di lokasi tempat pemakaman pegawai pemda milik Pemprov Sulsel, yang berlokasi di Jalan Teratai Indah, Macanda, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Tak ada lagi penolakan pemakaman jenazah seperti sebelumnya. Bahkan data dari Polres Gowa menyebutkan, hingga Minggu (5/4), sudah ada 12 jenazah yang dimakamkan di tempat ini dengan lancar dan aman.
Jenazah korban covid-19 ini bukan hanya warga asal Kabupaten Gowa, tapi juga Makassar. Termasuk dari Tual, Maluku yang sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan yang ada di Makassar.
Awalnya, pemakaman di lokasi ini diprotes warga sekitar. Mereka beralasan takut terpapar virus. Hingga akhirnya polisi turun tangan dan mengamankan lima warga yang dianggap sebagai provokator penolakan.
Sejak para petugas pengamanan mendirikan posko penjagaan di area Macanda, tidak ada lagi warga yang nekat memprotes. Pantauan pada hari Minggu kemarin, saat jenazah ke 11 menuju lokasi pemakaman, para personel yang berjaga di pos-pos kawasan Macanda langsung menutup semua akses jalan bagi kendaraan lain untuk memasuki Jalan Teratai Indah.
Personel yang disiagakan mengamankan lokasi pekuburan tersebut adalah gabungan aparat dari Kodim 1409, Polres Gowa, Batalyon Kav-10 Makassar, Satpol PP serta Brimob Polda Sulsel. Semua personel siaga di semua titik pengamanan.
Pukul 10.00 Wita, Minggu (5/4), sebuah mobil ambulans diiringi kendaran Tim Gugus Penanganan Covid-19 Dinkes Sulsel masuk ke area pemakaman, dikawal personel lalulintas dari Ditlantas Polda Sulsel. Jenazah yang dikemas rapi dan steril dalam plastik serta peti jenazah diiringi tim kesehatan bersama keluarga korban.
Proses pemakaman hanya berlangsung enam menit. Dilakukan para petugas kesehatan yang berpakaian APD lengakp. Pemakaman usai pukul 11.00 Wita. Kemudian iring-iringan pengantar kembali ke Makassar.
“Saya selaku penanggung jawab kamtibmas di Kabupaten Gowa sangat bersyukur, karena prosesi pemakaman terhadap jenazah yang diduga terjangkit covid-19 hingga hari ini (kemarin) pukul 11.30 Wita dapat selesai tanpa kendala. Situasi berjalan aman dan kondusif,” ungkap Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola di Macanda.
Boy pun berterima kasih dan mengapresiasi kerja sama dari semua pihak, khususnya warga yang berdomisili di sekitar lokasi pemakaman yang turut mendukung.
Selaku kapolres, AKBP Boy FS Samola telah menegaskan bahwa jika masih ada warga yang protes dan menghalang-halangi proses pemakaman para jenazah korban covid-19, maka pihaknya akan memberi tindakan tegas.
Sementara itu, Pemkab Gowa telah membentuk Posko Induk Penanganan Covid-19. Langkah ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam menangani penyebaran wabah yang semakin luas.
Adnan menetapkan Baruga Karaeng Galesong sebagai posko induk. Tempat ini menjadi pusat koordinasi dan informasi penanganan covid-19 di Kabupaten Gowa, sehingga akan lebih memudahkan dalam penanganannya.
“Hari Senin saya harap posko induk sudah siap digunakan. Kita bisa mempersiapkannya mulai saat ini,” kata Adnan saat dihubungi.
Dijelaskan Adnan, posko induk ini akan dilengkapi data perkembangan kasus covid-19. Seperti jumlah warga yang teridentifikasi sebagai orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif covid-19.
“Saya minta data yang teridentifikasi terus dilengkapi dan diupdate agar bisa disinkronkan dengan Dinas Sosial. Posko ini kita jadikan juga tempat pengaturan dan persiapan pendistribusian sembako bagi yang terdata,” jelas Adnan.
Menurut Adnan, kehadiran posko ini akan mempermudah lembaga Inspektorat dalam melakukan pengawasan. Termasuk dalam hal pengawasan pendistribusian paket sembako.
Sementara untuk yang terlibat aktif dalam posko induk itu, pihaknya berharap pemangku kepentingan dapat melibatkan organisasi kepemudaan maupun kemasyarakatan. (sar)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.