Sulselbar

Kemenag Sosialisasi Pencegahan Covid-19


MAMUJU, BKM — Kanwil Kemenag Sulbar melalui Bidang Bimas Islam melakukan sosialisasi dengan mengililingi Kota Mamuju menggunakan roda empat, Rabu (1/4).

Kepala Bidang Bimas Islam, Misbahuddin, bersama menyampaikan melalui sosialisasi keliling Covid-19, anggota Kasi Penerangan Agama Islam dan Sistem Informasi H Sukri Mondang, Kasi Kepenghuluan dan Bina Keluarga Sakinah Dr. H. Juraeri Tahir, M.Ag., Kasi Bina Kantor Urusan Agama H. Syamsumarlin, Lc. menimbau sehubungan dengan situasi dan kondisi perkembangan penyebaran virus corona di Sulbar. ”Kami dari Tim peduli Covid-19, Bidang Bimmas Islam Kanwil Kemenag Sulbar menyampaikan kepada segenap warga Mamuju agar mengikuti Fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan Ibadah dalam situasi mewabahnya Covid-19 sudah dirumuskan sesuai dengan kaidah istimbahth hukum dalam syariat Islam, baik dalam kajian nushuhs maupun dalil dalilnya muqoshid syar`iyyah.
Mengajak kepada masyarakat khususnya umat islam untuk membaca fatwa MUI secara cermat dan utuh supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Menghimbau masyarakat dan kepada pengurus masjid se Sulbar khususnya Kota Mamuju untuk menjaga kebersihan masjid, menyediakan alat kebersihan seperti disinfektan, hand sanitizer dan lainnya serta menggulung tikar atau karpet. Begitu pula menjaga kebersihan diri dengan memperbanyak wudhu secara sempurna, khususnya saat mencuci tangan agar mengguakan sabun dengan cara yang sempurna, berkumur kumur, membersihkan hidung, hal ini disamping merupakan kesunnahan dalam Islam, jua mencegah dari penularan virus dan berbagai penyakit lainnya.
”Mengajak kepada seluruh warga masyarakat khususnya umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terhindar dari musibah ini dengan memperbanyak taubat, memohon ampun kepada Allah SWT, meninggalkan perilaku zhalim, memperbanyak sedekah, meninggalkan permusuhan. Hal ini karena adanya wabah ini Corona bisa jadi merupakan peringatan dari Allah SWT agar umat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Misbahuddin.
Pelaksanaan shalat Jumat ditiadakan untuk sementara waktu dan diganti dengan shalat zhuhur, begitupula shalat rawatib dilaksanakan di rumah masing-masing sampai keadaan normal dan terkendali lagi.
Pelaksanaan pengajian umum, tabliqh, majelis taklim, peringatan hari-hari besar islam ditiadakan sementara karena menghadirkan perkumpulan orang yang berpotensi mempercepat penyebaran Covid-19.
Takmir mesjid dihimbau tetap mengumandangkan adzan sebagai tanda masuknya waktu shalat serta menambah kalimat yang mudah dipahami setelah adzan berupa ajakan kepada umat islam agar melaksanakan shalat di rumahnya masing-masing.
Pelaksanaan perkawinan dibatasi pada pelaksanaan akad nikah saja dan resepsi ditunda serta tidak diperkenankan selama masa penyebaran Covid-19. (ala/D)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.