Metro

Harga Bahan Pokok Naik, Ayam Potong Turun


MAKASSAR,BKM–Menjelang memasuki Bulan Suci Ramadan 1441 Hijriah sejumlah bahan pokok rumah tangga mulai naik.
Dari pantauan BKM di sejumlah pasar termasuk di Pasar Daya, bahan pokok yang naik berupa telur yang harganya melonjak Rp50 ribu per rak dari sebelumnya Rp34 ribu per rak.
Meski kebutuhan pokok naik, harga ayam potong yang menurun drastis. Ayam potong yang awalnya dijual Rp65.000 ribu sampai 70.000 ribu per ekor kini hanya Rp40.000 ribu sampai 50.000 per ekor. kurangnya pembeli mengakibatkan turunya harga ayam potong di pasaran.
“Dulu sebelum wabah virus corona harga jual ayam harganya bisa mencapai Rp70.000 per ekor tergantung dari berat dari ayam itu. Tapi semenjak wabah virus corona harga ayam potong terpaksa kami turunkan menjadi Rp50.000 per ekor,”ungkap sudi (29) salah seorang pedagang ayam potong.
Begitupun dengan pemesan ayam potong di pasar tersebut, sebelum adanya virus corona permintaan ayam potong hingga 200 ekor perhari, tapi saat ini permintaan turun hanya 80 sampai 100 ekor saja perhari.
“Dulu biasanya saya memesan 15 ekor perhari untuk saya jual kembali di warung lalapan saya, tapi karna semakin hari semakin kurang pembeli yang datang saat ini saya hanya bisa membeli 5 sampai 7 ekor,” ungkap sudarmono salah seorang pembeli.
Sebelumnya, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar segera turun melakukan operasi pasar secara mendadak.
Operasi pasar yang segera digelar Disdag Kota Makassar di sejumlah pasar guna memastikan semua stok bahan pokok dan peralatan seperti timbangan tidak curang.
Kepala Disdag Makassar, Muh Yasir menyatakan, operasi pasar segera dilakukan dinas perdagangan. Semua pasar baik tradisional maupun modern disidak jelang masuknya bulan suci ramadan yang sangat rawan terjadi kenaikan harga dan penimbunan bahan-bahan pokok.
“Kami sementara siapkan operasi pasar di sejumlah titik-titik yang rawan. Ini sudah agenda kami terlebih jelang masuknya bulan suci ramadan dan hari-hari besar lain. Operasi pasar dengan mengecek persediaan barang dan harga yang ditawarkan pedagang,” kata Yasir.
Persediaan komiditas yang paling diperhatikan seperti telur ayam, daging, cabai, bawang putih, minyak goreng, gula pasir dan beras. Semua kebutuhan harus terkendali baik. Harga stabil dan stok juga aman. Oknum pedagang nakal yang ketahuan menimbun barang dan menaikkan harga secara bebas akan disanksi.
“Harga tidak boleh dinaikkan secara bebas, tidak boleh menimbun barang. Kalau ketahuan pasti kami berikan sanksinya dan itu sudah jelas aturannya ada,” tegasnya.
Yang paling banyak dikeluhkan masyarakat sekarang ini aku Yasir adalah gula pasir. Selain harga gula pasir naik, persediaan barangnya semakin sedikit bahkan terancam kosong. Makanya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Perdagangan Sulsel akan mengimpor gula pasir.
“Gula pasir sekarang banyak dikeluhkan dan makanya itu dinas perdagangan dari pemerintah provinsi ingin impor gula pasir. Saya tidak tahu detailnya barang impor dari mana dan berapa banyak karena itu kewenangan provinsi. Kami di kota menerima saja apalagi persediaan semakin menipis jelang masuknya bulan suci ramadan,” sebutnya.(rul)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.