Kriminal

Dua Pemuda Campagayya Diringkus


Ikat Kaki Lalu Keroyok Tetangga

MAKASSAR, BKM — Dua orang pria digiring ke sebuah ruang Posko Resmob Polsek Panakkukang. Kepada polisi yang memeriksanya, keduanya menyebutkan identitasnya masing-masing bernama Agus alias Bos Ippang berusia 36 tahun dan Jufri alias Uppi berusia 30 tahun.
Menurut keduanya, dirinya sampai ditangkap lantaran menganiaya seorang pria dengan cara mengeroyok. Dia juga menyebutkan, kejadian itu saat dirinya bersama korban sedang pesta minuman keras (Miras) jenis ballo.
”Keduanya mengakui perbuatannya telah mengeroyok korban saat sedang pesta minuman keras. Katanya, pelaku sampai menganiaya korban karena tersinggung. Akibat kejadian itu, korban menderita luka pada kepala, jidat wajah robek pada bagian bawa mata kanan serta kepala belakang lebam,” ungkap Kasi Humas Polsek Panakkukang, Bripka Halim menirukan keterangan pelaku, Minggu (4/4).
Korban bernama Indra Wahyudi pun, sambung Bripka Halim melapor atas kejadian menimpanya dan terlampir dengan laporan pengaduan /374/IV/2020/Restabes Makassar/Sek Panakukkang.
”Laporan korban kemudian ditindaklanjuti Unit Reskrim Polsek Panakkukang dipimpin Panit II, Ipda Fahrul yang turun menyelidiki kasus penganiayaan tersebut. Dari hasil penyelidikan diperoleh informasi keberadaan salah satu terlapor yakni Bos Ippank yang tengah berada di perumahan NTI. Tanpa lama, tim Reskrim langsung bergerak mengepung persembunyian terlapor dan berhasil mengamankan terlapor tanpa perlawanan,” kata Bripka Halim.
Dia menjelaskan, tidak sampai disitu, usai polisi mengambil keterangan Bos Ippang pada hari Sabtu (3/4) dan mengakui perbuatannya mengeroyok pelapor. Selanjutnya Bos Ippank digiring dalam pengembangan. Hasilnya, pria bernama Uppy berhasil dibekuk di Jalan Haji Kalla wilayah Campagayya, Kecamatan Panakkukang.
”Keduanya memberikan keterangan bahwa betul telah menganiaya korban secara bersama-sama hanya karena kesalahpahaman. Kala itu, terlapor dan pelapor sedang pesta minuman keras. Tidak lama terjadilah penganiayaan dilakukan terlapor. Kata pelapor, jika saat dirinya dianiaya kakinya diikat, sehingga tak bisa berdaya. Dari kejadian itu pelapor menderita luka pada kepala, jidat wajah robek pada bagian bawa mata kanan serta kepala belakang lebam. Kini kedua terlapor dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Kasi Humas Polsek Panakkukang. (ish/mir/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.