Kriminal

Sidang Dugaan Korupsi tidak Efektif Digelar Secara Online


MAKASSAR, BKM — Sejumlah sidang perkara korupsi di Kota Makassar belakangan ini ditunda hingga 7 April mendatang. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Kasi Penkum Kejati) Sulsel, Idil, mengatakan, sejumlah perkara korupsi tersebut di antaranya dugaan korupsi kapal latih Disdik Sulsel, perkara korupsi fee 30 persen mantan Camat Rappocini, Hamri Hajja serta dugaan tindak pidana pencucian uang mantan sekretaris KPU Makassar.
Idil mengatakan, sidang online untuk perkara korupsi tidak cukup efektif. Pembuktian keterangan saksi harus benar-benar valid dibuktikan di hadapan majelis hakim. Tak hanya itu, meski sidang online terbuka untuk umum dan dapat dipantau media, namun kata Idil, sebaiknya perkara korupsi disidangkan secara manual.
”Kita pikir penundaan oleh majelis hakim sudah sangat tepat dan bijak. Sidang dengan bertatap muka lebih bagus. Makanya, setelah 7 April nanti baru kita lihat situasi dan kondisinya,” ujar Kasi Penkum Kejati Sulsel, Idil, Kamis (2/4).
Terpisah, jaksa penuntut umum (JPU) perkara dugaan korupsi kapal latih Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Ahmad Yani, membenarkan jika perkara yang ditanganinya tersebut telah ditunda hingga 7 April mendatang.
Ia tak menampik, sidang online memang sudah berjalan. Namun karena majelis hakim perkara ini memiliki pertimbangan tersendiri, maka kasus tersebut kemudian ditunda hingga 7 April mendatang.
Kata dia, untuk persoalan masa tahanan para terdakwa, Ahmad Yani mengaku perpanjangan masa tahanan sudah dipertimbangkan majelis hakim.
”Saya pikir itu sudah dipertimbangkan. Sekarang terdakwa masih cukup waktunya sampai 7 April mendatang,” ungkapnya. (mat/mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.