Gojentakmapan

Karutan Jeneponto Serius Tangani Penyebaran Virus Corona


BKM/KR KULLE BEBAS -- Kepala Rutan Kelas IIB Jeneponto, Hendrik dan staf berfoto bersama dengan narapidana yang dibebaskan.

JENEPONTO, BKM — Keseriusan menangkal penyebaran virus corona atau Covid-19, Kepala Rumah dan Tahanan (Karutan) Kelas IIB Jeneponto, Hendrik memimpin langsung pengeluaran dan pembebasan terhadap narapidana yang memenuhi syarat, dampak dari virus corona, di Rutan Kelas IIB Jeneponto, Kamis (2/4).
Kepala Rutan Kelas IIB Jeneponto, Hendrik, menyerahkan secara langsung SK kepada para narapidana yang dilepas tersebut. Setidaknya ada 27 narapidana di Rutan Kelas IIB Jeneponto yang dibebaskan hari Kamis kemarin, dengan rincian untuk narapidana laki-laki 24 orang dan perempuan 3 orang.
Menurut Hendrik, asimilasi ini hanya berlaku untuk tahun 2020 berdasarkan Kepmen Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penyebaran Covid-19.
”Jadi ini berdasarkan Surat Edaran Nomor: PAS-497.PK.01.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penyebaran Covid-19,” jelas Hendrik.
Adapun persyaratan asimilasi ini, kata Hendrik, yaitu narapidana yang dua pertiga masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, anak yang setengah masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020; serta narapidana dan anak yang tidak terkait dengan PP Nomor 99 Tahun 2012 atau tidak sedang menjalani subsidair dan bukan warga negara asing.
”Pembebasan para narapidana untuk asimilasi ini akan berlangsung dari tanggal 1 April sampai dengan 7 April 2020,” tandas Hendrik.
Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkum HAM), Yasonna H Laoly mengeluarkan keputusan tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi.
Dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04 tahun 2020, pengeluaran narapidana dan anak melalui asimilasi harus dilakukan dengan berbagai ketentuan. Selain itu, asimilasi dilaksanakan di rumah dan surat keputusan asimilasi diterbitkan kepala Lapas, kepala LPKA, dan kepala Rutan.
Seperti asimilasi, pembebasan narapidana dan anak melalui integrasi (pembebasan bersyarat, cuti bersyarat dan cuti menjelang bebas) juga dilakukan dengan sejumlah ketentuan.
Kemudian, usulan dilakukan melalui sistem database pemasyarakatan dan surat keputusan integrasi diterbitkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan. (krk/mir/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.