Metro

Gula Pasir Impor Segera Masuk


MAKASSAR, BKM– Untuk memastikan kestabilan harga dan persediaan komoditas pangan sembilan bahan pokok (sembako) di pasar-pasar tradisional dan pasar modern tetap aman, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar segera turun melakukan operasi pasar secara mendadak.
Operasi pasar yang segera digelar Disdag Kota Makassar di sejumlah pasar guna memastikan semua stok bahan pokok dan peralatan seperti timbangan tidak curang.
Kepala Disdag Makassar, Muh Yasir menyatakan, operasi pasar segera dilakukan dinas perdagangan. Semua pasar baik tradisional maupun modern disidak jelang masuknya bulan suci ramadan yang sangat rawan terjadi kenaikan harga dan penimbunan bahan-bahan pokok.
“Kami sementara siapkan operasi pasar di sejumlah titik-titik yang rawan. Ini sudah agenda kami terlebih jelang masuknya bulan suci ramadan dan hari-hari besar lain. Operasi pasar dengan mengecek persediaan barang dan harga yang ditawarkan pedagang,” kata Yasir, Kamis (2/4).
Persediaan komiditas yang paling diperhatikan seperti telur ayam, daging, cabai, bawang putih, minyak goreng, gula pasir dan beras. Semua kebutuhan harus terkendali baik. Harga stabil dan stok juga aman. Oknum pedagang nakal yang ketahuan menimbun barang dan menaikkan harga secara bebas akan disanksi.
“Harga tidak boleh dinaikkan secara bebas, tidak boleh menimbun barang. Kalau ketahuan pasti kami berikan sanksinya dan itu sudah jelas aturannya ada,” tegasnya.
Yang paling banyak dikeluhkan masyarakat sekarang ini aku Yasir adalah gula pasir. Selain harga gula pasir naik, persediaan barangnya semakin sedikit bahkan terancam kosong. Makanya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Perdagangan Sulsel akan mengimpor gula pasir.
“Gula pasir sekarang banyak dikeluhkan dan makanya itu dinas perdagangan dari pemerintah provinsi ingin impor gula pasir. Saya tidak tahu detailnya barang impor dari mana dan berapa banyak karena itu kewenangan provinsi. Kami di kota menerima saja apalagi persediaan semakin menipis jelang masuknya bulan suci ramadan,” sebutnya.
Sementara itu, Sekertaris Komisi C DPRD Kota Makassar, HM Yunus, mengatakan, kebijakan untuk mengimportir kebutuhan pokok seperti gula pasir dan bawang putih untuk bisa dikaji ulang. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi ini yang justru membuat harga-harga kebutuhan pokok naik dan kelangkaan bahan terjadi dimana-mana.
“Saya justru melihat ini tugas pengawasan nya dan koordinasi dengan Bulog dan pemerintah perlu diutamakan. Impor itu opsi terakhir jika di dalam negeri sudah tidak mampu penuhi. Tapi kalau saya lihat ini ada oknum yang memanfaatkan situasi dan kondisi dimana saat ini negara disibukkan dengan menagatasi wabah,” ungkapnya.
Berdasarkan koordinasi dewan mengenai harga gula pasir di seluruh pasar dikelola PD Pasar, ternyata mengalami kenaikan Rp15ribu hingga Rp19ribu per Kilogram (Kg) dari HET Rp12,5 ribu per Kg. Artinya, lonjakan harga per Kg mencapai Rp2,5ribu-Rp7ribu.
Untuk itu Legislator Fraksi Hanura Makassar ini, mengaku upaya untuk melaksanakan impor demi kemaslahatan masyarakat kota Makassar belum perlu dilakuman. Jika itu tetap dilakukan dirinya meminta perlu pengawasan yang ketat agar tidak ada oknum yang bermain.
“Sekarang ini bagaimana masyarakat tidak panik terhadap wabah ini apalagi kalau ada kelangkaan bahan pokok. Makanya kalau tetap ada perlu impor, pemerintah harus tetap diawasi dan diwaspadai secara ketat,” ujarnya.
Begitupun yang dikatakan Juru Bicara Komisi B DPRD Makassar, Hasanuddin Leo. Ia menegaskan kebijakan membuka kran impor gula pasir dan bawang putih adalah jalan terakhir, sekarng ini langkah yang perlu diambil Pemkot atau pihak kepolisian menggelar operasi pasar demi memastikan kondisi yang sebenarnya.
“Saya lebih bagus usulakan itu dilakukan adalah operasi pasar dari pihak pemerintah. Nanti kelihatan tindak kecurangan, itu bisa ditangani penegak hukum demi menimbulkan efek jera bagi pelaku. Beri sanksi bagi penimbun barang yang merugikan masyarakat dan menimbulkan keresahan ini,” bebernya. (arf-ita)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.