Metro

Dinsos juga Data Warga Terdampak


SEMENTARA itu, Dinas Sosial Kota Makassar juga melakukan pendataan masyarakat yang kehidupannya terdampak virus corona sejak pekan.
Pendataan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif Pemkot Makassar ketika kebijakan karantina wilayah diberlakukan untuk mengetahui berapa kepala keluarga yang harus diberikan bantuan pangan.
Jika sebelumnya, Kepala Dinas Sosial, Mukhtar Tahir memperkirakan ada sekitar 10 ribuan kepala keluarga yang terdampak, ternyata setelah melakukan pendataan lewat jaring-jaring pengaman sosial, jumlahnya meningkat tajam, yakni sekitar 15 ribuan kepala keluarga.
“Terkait data jaring pengaman yang melakukan pendataan, jadi sementara ini data yang masuk itu sudah 15 ribu. Ditambah mulai Januari kita sudah jalan untuk mencari warga miskin. Prediksi kita memang sekitar 10 ribu, sekarang sudah naik hingga 15rb,” ungkapnya via telepon, Kamis (2/4).
Mukhtar mengatakan, data tersebut sangat penting dan dibutuhkan untuk menentukan seperti apa bantuan yang akan diberikan ke masyarakat jika nantinya diputuskan sebuah wilayah harus dikarantina.
Dia menambahkan, bantuan nanti bukan hanya sekadar memberikan sembako, namun bisa saja dalam bentuan pendirian dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan warga yang tidak bisa ke mana-mana.
“Tapi paling tidak, obsesi saya bahwa kebutuhan dasar pokok bisa tercover oleh pemerintah,” jelasnya.
Untuk menjalankan skenario yang telah direncanakan tersebut, pihaknya membutuhkan anggaran yang cukup besar. Yakni sekitar Rp13 miliar.
Dia mengaku sudah mengajukan proposal pengusulan anggaran. Namun karena data yang berubah. Proposal terpaksa diulang dua kali.
“Kebetulan juga proposal yang saya ajukan itu sudah dua kali diulang dengan melihat keadaan yang ada. Tinggal keputusan Pak Sekda selalu ketua gugus melalui persetujuan Pak Pj Wali Kota Makassar apakah memberikan kami sesuai harapan atau tidak,” tambahnya.
Dia pun memprediksi data kepala keluarga yang harus dibantu kemungkinan terus bertambah karena paati ada masyarakat yang tidak termonitoring di data kelurahan.
“Sekalian kami juga akan membuka call center untuk mengetahui masyarakat yang tidak termonitoring oleh data dari kelurahan. Langkah itu kita ambil agar melengkapi data-data itu,” ucapnya.
Sebelumnya, Pj Wali Kota Makassae, Iqbal Suhaeb mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir mengaktifkan jaring-jaring pengaman sosial melakukan pendataan jumlah masyarakat yang mesti dibantu logistik.
“Karena wabah ini, dan kemungkinan jika harus diberlakukan karantina wilayah, diperkirakan banyak masyarakat yang jadi miskin dan tidak bisa cari nafkah akibat kebijakan social distancing. Itu kita antisipasi,” ujar Iqbal.
Dia meminta jaring-jaring pengaman sosial bekerja melakukan pendataan hingga ke tingkat RT/RW. (rhm)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.