Headline

Besok, 20 Ribu Liter Disemprot di Seluruh Makassar


MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar menggelar penyemprotan disinfektan secara massal di seluruh wilayah Kota Makassar besok, Sabtu pagi (4/4). Rencana aksi kolosal ini disampaikan Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb kepada wartawan usai memimpin rapat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar di Posko Induk Info Covid-19 di Kota Makassar, Kamis (2/4).
“Salah satu langkah taktis yang akan kita lakukan yakni bersama-sama seluruh elemen masyarakat untuk turun ke seluruh wilayah Kota Makassar melakukan penyemprotan secara massal di waktu bersamaan. Ini adalah gerakan solidaritas memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya ini. Seluruh kebutuhan sudah kita persiapkan, baik itu alat semprot, disinfektan, termasuk relawan yang akan melakukan penyemprotan di lapangan,” ujar Iqbal Suhaeb.
Menurutnya, aksi ini melibatkan seluruh pihak, baik yang ada di gugus tugas maupun elemen masyarakat yang juga aktif bergerak selama ini.
“Ini kesempatan bagi yang ingin bergerak bersama dan menjadi bagian dari gerakan ini. Sekali lagi imbauan untuk tetap di rumah dan menjaga jarak sosial tetap menjadi strategi inti. Beberapa hari ini, tim damkar bersama sejumlah elemen lain sangat aktif melakukan penyisiran di ruang-ruang publik, perkantoran, jalan-jalan utama untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Dan ini masih terus dimassifkan,” jelasnya.
Untuk agenda hari Sabtu esok, tim akan menyisir pemukiman-pemukiman warga, lorong-lorong, sekolah-sekolah, posyandu serta fasilitas lain yang ada di kawasan pemukiman penduduk.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Muhammad Rusli menjelaskan persiapan yang akan dilakukan menjelang pelaksanaan aksi tersebut.
“Kita telah menyiapkan 1.000 alat penyemprot, 20.000 liter disinfektan, termasuk relawan yang akan turun melakukan penyemprotan. Banyak pihak yang telah ikut membantu. Di antaranya yayasan Kalla yang sejak awal memberikan kepedulian terhadap pengendalian penyebaran wabah ini, Bank Mandiri, Ikatan Dokter Hewan Indonesia, Lembaga Penanggulangan Bencana Indonesia Nahdlatul Ulama, KIMA, Apindo, dan sejumlah elemen lainnya,” terangnya.
Untuk aksi solidaritas bersama besok, satgas mengajak seluruh elemen masyarakat, siapapun itu, untuk turun bersama, menyebar di seluruh kelurahan. ”Insyaallah mudah-mudahan ini bisa mengerem dan memutus pergerakan virus ini,” tandasnya.
Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb memaparkan rencana operasi penanganan penyebaran virus covid-19 pada rapat perdana penggunaan Posko Induk Info Covid-19 di Gedung Balai Mutiara, Jalan Nikel, Makassar, Kamis (2/4). Dalam rapat tersebut, Iqbal menjelaskan sejumlah strategi penangan covid-19 yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya yang terlibat dalam gugus tugas yang terbentuk.
“Ini adalah rapat perdana kita di posko induk yang baru. Tentu saja kita tidak boleh berlama-lama di sini. Selebihnya kordinasi kita akan dimasifkan via online. Namun, kerja keras yang dilakukan semua tim, baik itu Bapak Kapolrestabes, Bapak Dandim, Pak Sekda, termasuk semua elemen yang terlibat memperlihatkan solidaritas dan pergerakan yang begitu efektif di lapangan. Namun kita semua tahu, saat ini grafis penyebaran virus saat ini masih massif, yang artinya strategi kita yang kita terapkan mesti juga jauh lebih massif,” ujar Iqbal selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar berdasarkan SK Wali Kota Nomor 1073/443.2.05/2020.
Salah satu yang dipaparkan Iqbal, yakni terkait pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang paling terdampak oleh wabah virus ini.
“Proses pendataan sedang berlangsung. Mulai dari RT/RW, kemudian ke kelurahan dan kecamatan. Selanjutnya ke pusat data di Dinas Sosial untuk kemudian kembali melalui jalur yang sama untuk distribusi bantuan. Tentu saja proses ini melibatkan teman-teman aparat di koramil dan polsek sehingga tidak saling tumpang tindih,” ujar Iqbal.
Terkait karantina parsial yang saat ini tengah dilakukan di sejumlah episentrum penyebaran virus di Kota Makassar, Iqbal memberikan penjelasan. “Lockdown itu kewenangan pusat. Makanya, yang kita lakukan adalah karantina parsial. Kalau ada yang teridentifikasi terpapar, segera dilakukan isolasi agar tidak menyebar keluar. Tim kordinasi puskesmas di wilayah itu segera melakukan screaning dibantu camat, polsek dan koramil,” jelasnya.
Saat ini, kata dia, sejumlah kompleks perumahan meningkatkan kedisiplinan untuk mengurangi mobilisasi orang. Akses ke perumahan yang dulunya memiliki dua atau tiga pintu dijadikan hanya satu pintu. Dan ini dilakukan pengetatan terhadap setiap orang yang mau masuk dan keluar. Pengujian suhu tubuh juga dilakukan.
Hal serupa dipaparkan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan selaku wakil ketua gugus tugas. Menurutnya, saat ini sejumlah pihak tengah membangun solidaritas bersama untuk saling membantu. “ Contohnya Yayasan Masyarakat Tionghoa yang menyumbangan 15 ribu paket sembako untuk warga yang paling terdampak di Makassar. Proses penyaluran tentu melibatkan seluruh unsur di dalam gugus tugas ini,” ujar Yudhiawan.
Dalam rapat ini juga disampaikan sejumlah situasi di Makassar. Termasuk masih adanya kerumunan-kerumunan warga yang cukup banyak, meskipun telah dilakukan pembatasan aktifitas.
“Hampir semua angka saat ini masih menunjukkan peningkatan. Makanya, kedisiplinan menjaga jarak tidak boleh kendor. Kami maklumi jika toko-toko untuk kebutuhan pangan dan obat-obatan yang masih buka, juga untuk warung-warung. Namun pembelinya harus take away. Tidak boleh tinggal nongkrong,” tandasnya.
Komandan Kodim 1408/BS Makassar Kol (Inf) Andriyanto yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas bersama Yudhiawan dan Sekkot Makassar M Ansar, menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap setiap strategi dan langkah taktis yang dilakukan tim gugus tugas.
“Kunci yang kita lakukan saat ini yakni dukungan masyarakat untuk menghentikan pergerakan virus ini. Makanya kami minta dengan sangat agar mengikuti seluruh imbauan yang dikeluarkan pemerintah. Karena jika tidak, tentu saja ini akan menjadi percuma,” jelasnya.
Sejumlah elemen masyarakat hadir dalam rapat koordinasi ini. Di antaranya Ketua PMI Kota Makassar Syamsu Rizal, perwakilan Kantor Kementerian Agama, Forum Kementerian Agama, Ikatan Dokter Indonesia, UNICEF perwakilan Makassar, Forum CSR Kota Makassar, serta direktur perusda Kota Makassar. Rapat ini dilakukan secara singkat dengan pengetatan jarak sosial sesuai yang dianjurkan.
1.300 Rapid Tes Didistribusikan

Sebanyak 1.300 rapid tes tiba di Kota Makassar. Bantuan dari pemerintah pusat tersebut akan digunakan untuk memeriksa seluruh orang dalam pengawasan (ODP) serta pasien dalam pemantauan (PDP). Utamanya yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif covid-19.
“Alhamdulilah, alatnya sudah tiba. Selanjutnya akan digunakan oleh petugas medis untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk ODP dan PDP yang ada di Kota Makassar. Ini kita utamakan pasien yang belum melakukan pemeriksaan swap di rumah sakit” ujar Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisah Tun Azikin yang ikut mendampingi Iqbal, memaparkan secara teknis penggunaan alat tes ini.
“Setiap orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif ini yang akan kita lakukan tes, baik statusnya sebagai ODP maupun PDP. Selain itu, kita juga akan prioritaskan bagi tenaga kesehatan di 11 rumah sakit yang bertugas di ruang isolasi, serta petugas puskesmas yang selama ini melakukan pemeriksaan,” ujar Naisah.
Naisah menjelaskan bahwa pihaknya juga telah mengalokasi anggaran pembelian rapid tes di APBD 2020 sebanyak 25 ribu unit, serta pengadaan masker sebanyak 3.500 lembar.
“Kami juga sudah memesan alat pelindung diri (APD) untuk petugas medis sebanyak 1000 paket, serta thermo scan infrared sebanyak 100 unit. Mudah-mudahan ini bisa mencukupi untuk kebutuhan kita di Makassar,” ujarnya. (rhm)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.