Metro

477 Pelanggan di Sulsel Nikmati Listrik Gratis


MAKASSAR, BKM — Pemerintah mengeluarkan kebijakan positif yang diharapkan bisa membantu masyarakat, terkhusus yang perekonomiannya terdampak akibat mewabahnya virus corona.
Langkah yang diambil adalah memberikan diskon 50 persen tarif listrik terhadap pelanggan subsidi 900 VA dan menggratiskan tarif bagi pelanggan 450 VA.
Pembebasan tarif berlaku selama tiga bulan yakni pada April, Mei, dan Juni 2020.
Manager Komunikasi PLN UIW Sulselrabar, Eko Wahyu Prasongko, mengatakan, ada 477.545 pelanggan 450 VA di Sulsel. Sementara untuk pelanggan di Sultra sebanyak 69.921 dan Sulbar 49.288.
“Jadi total pelanggan 450 VA untuk wilayah Sulselrabar adalah 596.754,” ujar Eko, Kamis (2/4).
Sementara, untuk pelanggan 900 VA di Sulsel sebesar 388.321. Wilayah Sultra sebanyak 142.509 pelanggan dan Sulbar 46.360. “Jadi total pelanggan 900 VA yang dapat relaksasi diskon di wilayah Sulselrabar, sebayak 577.190,” terang Eko.
Eko menuturkan, PLN sangat mendukung kebijakan pemerintah. Ia berharap, melalui listrik gratis untuk pelanggan 450 VA dan diskon 50 persen bagi pelanggan 900 VA bisa ikut membantu meringankan beban masyarakat akibat wabah covid-19 ini.
“Masyarakat tidak perlu lagi memikirkan tagihan listriknya dan cukup di rumah saja, agak terhindar dari penularan pandemi covid-19,” imbuhnya.
Sebelumnya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,5 triliun untuk membantu meringankan beban listrik bagi masyarakat miskin.
Pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang kebijakan tersebut, apabila wabah virus corona tidak kunjung berakhir.
Sementara, pemberian subsidi untuk penggunaan komersil dan pelanggan di atas 900 VA masih dikaji. Ia tak menutup kemungkinan bahwa ke depannya subsidi serupa juga akan diberikan mengingat dampak wabah virus corona yang kian meluas.
Menanggapi hal tersebut, pengamat ekonomi Unhas, Anas Iswanto Anwar mengatakan, dalam kondisi seperti saat ini masyarakat tentu berharap pendapatan tetap ada agar kebutuhan bisa terus terpenuhi.
Seharusnya, kata Anas, yang pemerintah jamin adalah kebutuhan hidup masyarakat. Terutama yang berkaitan dengan makanan. “Pemerintah mengimbau masyarakat tinggal dirumah agar rantai penularan virus corona bisa terputus. Nah, agar tidak keluar pemerintah perlu menjamin makanannya,” katanya.
Menurutnya, kebijakan pemerintah memberikan tarif listrik gratis tidak sepenuhnya salah. Uang yang seharusnya dipakai membayar listrik bisa dialihkan untuk membeli makanan. Hanya saja, dinilai kurang tepat. “Tidak ada yang bisa menjamin uangnya akan lari ke makanan. Apalagi kalau uang yang mau di pakai makan habis, masyarakat kelaparan, saya takutnya bisa terjadi chaos. Jadi jauh lebih efektif kalau kebutuhan pokok yang diberikan langsung,” pungkasnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri sudah mengeluarkan skenario pelaksanaan listrik gratis selama 3 bulan yang Jokowi.
Dalam instruksi Kementerian ESDM kepada PLN soal mekanisme pembebasan biaya listrik untuk 24 juta pelanggan rumah tangga 450 VA, dijelaskan bahwa pelanggan 450 VA prabayar akan diberi token gratis sebesar pemakaian bulanan tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Artinya, pelanggan akan membayar jika pemakaiannya pada April hingga Juni di atas rata-rata 3 bulan sebelumnya.
Untuk pelanggan 450 VA reguler (pascabayar), rekening listrik gratis untuk biaya pemakaian dan biaya beban. Tidak ada batasan pemakaian seperti halnya pelanggan prabayar. Sedangkan untuk 7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi yang dijanjikan Jokowi mendapat diskon 50 persen selama 3 bulan, rekening listrik hanya 50 persen (biaya pemakaian dan biaya beban) bagi pelanggan pascabayar. “Adapun untuk pelanggan 900 VA bersubsidi prabayar, setiap bulannya diberikan token listrik gratis sebesar 50 persen dari pemakaian bulanan tertinggi dari pemakaian 3 bulan terakhir,” kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana.
Meski pemakaian listrik untuk pelanggan pascabayar tak dibatasi, Rida yakin masyarakat tetap menggunakan dengan bijak dan tidak terjadi pemborosan. “Saya pikir enggak lah (pemborosan), masyarakat kita kan baik-baik semua,” ujarnya. (rhm)

Komentar Anda




Comments
To Top
.