Headline

Semoga Makin Banyak yang Sembuh


Prof Idrus Membaik, Rencana Isolasi Mandiri di Rumah

MAKASSAR, BKM — Proses penyembuhan bagi pasien yang terjangkit covid-19 telah menampakkan hasil. Mereka yang dinyatakan positif kondisinya semakin membaik. Sementara yang berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) sudah banyak yang dinyatakan sembuh dan dipulangkan ke rumah masing-masing.
Mantan Rektor Unhas Prof Dr Idrus Paturusi misalnya. Ia yang sebelumnya dinyatakan positif covid-19 dan harus menjalani isolasi di RS Pendidikan Unhas, Tamalanrea, saat ini hasil pemeriksaan swabnya sudah negatif covid-19.
Meski begitu, putri Prof Idrus, dr Indrianti Idris mengatakan bila sang ayah belum bisa meninggalkan ruang isolasi sebelum adanya hasil swab negatif yang kedua kalinya, dan menyatakan Prof Idrus negatif. Prediksi dari perempuan yang karib disapa dr Eche ini, hasil tersebut bisa diketahui pekan depan.
“Betul, saya sudah konfrmasi itu kemarin bahwa hasil swab ketiga bapak sudah negatif. Ini berkat doa semuanya. Sekarang masih menunggu hasil tes selanjutnya, semoga negatif. Karena memang aturan penangananya begitu. Harus dua kali negatif dulu baru bisa dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang,” terang dr Eche, Rabu (1/4).
Saat ini, menurutnya, mendeteksi infeksi virus corona harus melalui beberapa tahapan. Mulai dari observasi dokter, cek darah, rontgen, hingga swab. Hasil tes swab keempat pengambilan sampel spesimen lendir di saluran pernapasan Prof Idrus akan diuji kembali di laboratorium.
“Jika hasil pemeriksaan swabnya dinyatakan negatif dan bapak diperbolehkan pulang, nanti akan isolasi mandiri sementara dirumah selama 14 hari. Kami bersyukur bapak ini dikelilingi orang-orang baik yang selalu mendoakan kesembuhan bapak,” tuturnya.
Terpisah, Kasubag Humas RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Dewi Rezki Nurmala menyebut, saat ini tengah dirawat satu ODP, sembilan PDP, dan terkonfirmasi positif empat orang. Sementara satu orang yang positif, dengan hasil swab dua kali dinyatakan negatif dan sembuh.
“Alhamdulillah, laporan dari ketua tim pandemi, salah seorang pasien yang terkonfirmasi positif, sejak kemarin sudah mengalami perbaikan yang signifikan. Dengan kondisi stabil, perbaikan klinis dan pemeriksaan penunjang, hasil swab dua kali berturut-turut negatif. Dua orang pasien positif lainnya juga menunjukkan perbaikan kondisi. Tinggal menunggu hasil pemeriksaan swab kedua dan ketiganya,” jelasnya.
Di tengah perjuangan petugas medis di rumah sakit untuk menyembuhkan pasien covid-19 di Sulsel, pihak RSUP Dr Wahidin berharap ada dukungan dari masyarakat dalam rangka mengurangi jumlah pasien.
“Kita minta bantu kami untuk tetap tinggal di rumah. Cuci tangan pakai sabun sesering mungkin. Hindari kontak fisik, dan sebarkan berita baik tentang covid-19,” tandasnya.

Dua PDP Sembuh

Perjuangan tim medis RSU Andi Makkasau Parepare tak sia-sia. Dua orang yang sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) kini berhasil sembuh. Mereka bahkan sudah meninggalkan rumah sakit, Senin malam (30/3).
Keduanya berasal dari Kabupaten Sidrap dan Polman, Sulawesi Barat. Sedangkan dua PDP lainnya dari Pinrang dan Sidrap, masih menjalani proses isolasi di RSU Andi Makkasau.
Humas Infokom RSU Andi Makkasau Parepare Faridah, membenarkan jika keduanya sudah melewati masa kritis dan diperbolehkan pulang ke rumahnya. Menurutnya, pihak medis mendapatkan hasil laboratorium jika kedua pasien tersebut dinyatakan negatif. Seiring waktu berjalan, keduanya pun dinyatakan telah mengalami kondisi yang semakin membaik dan bisa dipulangkan.
”Kita memang merawat dua PDP asal Sidrap. Satu dinyatakan negatif, dan satu lainnya masih menjalani isolasi. Satu pasien asal Polman juga dinyatakan negatif dan bisa pulang,” ujarnya.
Farida mengatakan, kedua pasien tersebut telah dijemput oleh keluarganya masing-masing melalui Dinas Kesehatan Polman dan Sidrap.
Diapun meminta kepada seluruh masyarakat agar mendoakan kedua pasien yang masih dalam perawatan, yang sebelumnya dinyatakan positif covid-19. Saat ini kondisi keduanya semakin membaik.
Sebelumnya, tiga hari yang lalu RSU Andi Makkasau kembali menerima dua pasien baru yang diindikasikan covid-19. Keduanya adalah perantau, berasal dari Mangkutana dan Makassar.
”Total sekarang yang diisolasi sebanyak empat orang. Dua positif, sementara dua lainnya masih gejala. Semoga kondisinya bisa membaik,” ujar Faridah.
Faridah menjelaskan, dalam kondisi seperti saat ini, tim medis sedang mengintip virus Corona melalui radiografer untuk mendeteksi coronavirus. Ahli radiologi menggunakan metode CT scan dada. Dalam dunia kedokteran, metode ini biasanya bertujuan untuk melihat adanya infeksi atau mendeteksi kanker paru serta penyebaran kanker dari organ lain ke daerah dada. Gejala klinis yang muncul pada pasien terjangkit covid-19 menyerupai gejala penyakit pneumonia akut. “Jadi gejalanya meliputi demam, batuk dan sesak napas,” ujarnya.
Faridah melanjutkan, bahwa pada paru-paru normal hasilnya hanya menunjukan bayangan hitam. Namun, pada hasil CT scan pasien yang terjangkit covid-19, memperlihatkan ada bercak putih yang tersirat pada gambaran paru-paru pasien, yang disebut sebagai ‘ground glass opacity’ oleh ahli radiologi.
“Semoga semua bisa membaik seperti dua pasien yang sudah pulang yang berasal Polman dan Sidrap,” harapnya. (ita-smr/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.