Metro

Kopel: Anggaran Reses Juga Harus Dialihkan


Di TENGAH penanganan wabah virus corona atau wabah covid-19, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar mendapat sorotan pascaanggaran resesnya naik mencapai Rp5,2 miliar.
Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Makassar menilai dewan sebaiknya menggunakan dana reses untuk membantu penanganan wabah dan bantuan kemanusiaan lain.
Koordinator Kopel Makassar, Ahmad Tang, mengatakan, sebaiknya dana reses yang kini didapatkan anggota dewan agar dialihkan peruntukkannya dalam menangani wabah virus saat ini.
Dimana itu lebih urgent dilakukan daripadamelakukan sosialisasi dan menghimpun orang banyak. Apalagi, dewan bisa membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang sulit mendapat pemasukan di tengah corona seperti pengadaan logistik dan sebagainya.
“Seharusnya dengan naiknya dana reses ini dewan bisa meringankan beban masyarakat kecil di tengah wabah corona. Karena ini adalah tugas dan tanggung jawab wakil rakyat juga. Jangan hanya mau dana reses ini naik, namun dana itu tidak untuk masyarakat. Sebaiknya dana reses dipakai untuk bencana pandemi dan itu sangat bermanfaat,” ungkapnya, Rabu (1/4).
Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo mengatakan, ia menyepakati mengubah pola reses untuk membantu masyarakat dalam pencegahan dan penanganan dampak covid 19. Tidak ada lagi kegiatan berkumpul, tidak ada sewa tempat, atau pun sewa tenda kursi.
“Kita hanya menggunakan anggaran makan minum yang dijadikan sembako, anggaran transportasi peserta diganti dalam bentuk barang, misalnya masker, handsanitaser dan kebutuhan lainnya yang berdampak covid 19. Jadi tetap memberlakukan physical distancing,” katanya.
Awalnya, anggaran reses sebesar Rp 105 juta per orang tidak akan digunakan seluruhnya. “Jadi kami menggunakan hanya seperlunya demi rakyat Kota Makassar,”ujarnya.
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua III DPRD Makassar, Andi Nurhaldin. Menurutnya, kegiatan masing-masing dewan saat ini tengah membantu keresahan masyarakat dengan membagikan masker dan menyemprot cairan desinfektan di pemukiman warga. Dewan bahkan tidak segan mengeluarkan dana pribadi untuk membantu warga, sehingga di jika dana reses diperuntukkan untk membantu masyarakat menurutnya itu memang sudah seharusnya.
“Pastilah itu dana reses juga untuk membantu masyarakat. Sekarang saja kita saling membantu dan ada juga sampai gunakan uang pribadinya untuk membantu warga di tiap dapilnya, seperti bagi masker dan sebagainya. Kita ini saling membantu karena ini juga keresahan warga kami,” bebernya.
Sementara itu, Plt Sekretaris DPRD Kota Makassar, Abdul Aziz Hasan menyebut, total anggaran reses anggota dewan sebesar Rp5,2 miliar. Masing-masing anggota dewan mendapat anggaran sebesar Rp105 juta. Total anggaran reses ini naik Rp3,1 miliar dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp2,1 miliar. Setiap anggota dewan diberikan tiga kali kesempatan untuk melaksanakan reses sebanyak dalam setahun atau setiap empat bulan sekali.
“Memang sudah diputuskan ada kenaikan karena dewan itu kan reses tiga kali setahun, karena memang tergolong besar, sehingga ini yang dibahas beberapa kal tapi kita masih tunggu perwalinya,” tuturnya.
Untuk teknis pelaksanaan kegiatan reses itu sendiri, setiap anggota dewan harus melaksanakan reses enam kali selama tiga hari di lokasi yang berbeda. “Tapi kita belum tahu, karena teknisnya dewan bisa mendapat jatah kalau dia bisa menghadirkan 100 orang sekaligus dalam satu tempat artinya bisa dianggap cukup. Kalau belum cukup di satu lokasi dia pilih hanya 50 orang, berarti harus lagi melakukan (reses) di tempat lain, tapi karena ada wabah ini kita nanti liat seperti apa,” tutupnya. (ita)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.