Metro

Istri dan Anak Bisa Paham Pekerjaan Bapaknya


Suryadi, Pencetus Komunitas Berbagi di Makassar (2-Habis)

BKM/JUNI SEWANG PENCETUS--Suryadi (jaket hijau) pencetus berdirinya Komunitas Berbagi di Makassar tampak memberikan bantuan ke Damianus David yang terbaring sakit.

BERAKTIVITAS sebagai pekerja sosial pasti membutuhkan waktu yang padat untuk mensukseskan setiap kegiatannya. Seperti komunitas berbagi yang merupakan bagian dari program Komunitas Makassar Bersih (KOMBES). Olehnya itu, keluarga sangat dibutuhkan untuk bisa paham atas pekerjaan dari para pekerja sosial seperti Suryadi ini.

Laporan: JUNI SEWANG

Menurutnya kepada penulis, waktu dengan keluarga memang harus dimanfaatkan seefektif mungkin. “Istri dan tiga anak saya sudah paham dengan aktivitas sosial yang kami lakukan karena sejak lama dilakoni sebagai penggiat/pekerja sosial. Yang penting menjaga amanah, mendidik mereka agar peka dengan masalah sosial dan membangun komunikasi dengan keluarga. Alhamdulillah mereka faham dengan kesibukan yang saya lakukan di kantor dan di komunitas,”ungkapnya.
Ia menambahkan, Komunitas Makassar Bersih (KOMBES) adalah organisasi kemasyarakatan yang terbentuk 4 Agustus 2016. Organisasi ini terbentuk ujar Suryadi, atas dasar munculnya permasalahan penataan lorong berbasis warga yang tidak berkelanjutan di Kota Makassar.
Banyak kasus dalam penataan lorong tidak melibatkan masyarakat setempat, akibatnya masyarakat merasa tidak memiliki. Disamping itu, masih dominannya mindset para aparatur (stake holder) Pemerintah Kota dan masyarakat dalam menata lingkungan menggunakan pendekatan proyek, sehingga dalam menata lorong mandek dan tidak berkelanjutan.
Atas dasar pemikiran tersebut, para sahabat yang memiliki visi dan misi mendirikan organisasi kemasyarakatan yang diberi nama Komunitas Makasar Bersih disebut “KOMBES”. Dalam perjalanannya, KOMBES banyak mendapat simpatik yang tinggi dari masyarakat dikarenakan kegiatannya tidak hanya terbatas pada penataan lorong saja.
Selain menata lorong, KOMBES menjalankan berbagai kegiatan, seperti kegiatan harian Sedekah Jumat (SEJUK), Sedekah kepada Lansia dan Masyarakat (SELAMAT), Sedekah Disabilitas (SEKILAS), Paket Sedekah Anak Yatim (PASTI), Sedekah Air Minum (SAIR), Sedekah Makanan Untuk Masyarakat (SMART), Bersih-Bersih Masjid (BBM), Bersih-Bersih Lingkungan (BELAI).
Selanjutnya pemeriksaan kesehatan gratis, senam sehat bersama warga yang dilaksanakan seminggu sekali. Adapun beberapa kegiatan tahunannya, seperti Sahabat Kombes Berkurban (SAKURA), Nganre Juku, dan Sedekah Anak Yatim.
Sebagai pengurus Kombes Kota Makassar yang juga sebagai Ketua LAW2 Community, Suryadi kepada penulis mengakui jika kegiatan tersebut dilakukan dengan mengedepankan pendekatan kebutuhan masyarakat, banyak warga yang berminat bergabung dalam organisasi KOMBES.
“Adapun prinsip KOMBES yang dibangun adalah “Kombes Hadir Tidak Sekedar Menyapa dan Berwacana, Tapi Kombes Hadir Untuk Memecahkan Masalah Bersama-sama”, Jelasnya.
Komunitas Makassar Bersih (Kombes) sebagai Organisasi Kemasyarakatan telah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri berdasarkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Nomor: 2423-00-00/546/X/2018, Tanggal 16 Oktober 2018, bergerak dalam Bidang Kegiatan Sosial Kemasyarakatan, dengan Visi “Menata Lingkungan Berkelanjutan Berbasis Swadaya Masyarakat Menuju Kota Dunia”.
Kombes sebagai mitra strategis dalam menjalankan program dengan varian kegiatannya mengedepankan prinsip “Grow up Together” ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, kerja nyata, kerja cerdas, kerja tuntas.
“Anggota aktif kurang lebih 20 orang. Kemudian pengumpulan dananya dalam bentuk donasi sifatnya sukarela 50.000/bulan, ada juga yang berdonasi makanan setiap hari jumat. Makanan tersebut dibuat dan dikemas sendiri dari anggota komunitas,” ujar Suryadi Yamin
Cara mengatur pekerjaan sebagai ASN, dengan tetap menjalankan tupoksi sesuai tugas di kantor yang sebagian besar kegiatan lapangan dan kegiatan sentuh hati ke masyarakat. Sementara kegiatan penyaluran bantuan sedekah dari anggota Komunitas dilakukan sebelum/setelah jam kantor atau waktu senggang/ waktu istirahat. Wilayah penyaluran se-kota Makassar di 15 Kecamatan.
Suryadi menambahkan, komunitas berbagi bertujuan untuk berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu, seperti hal berbagi kepada keluarga Damianus David yang terbaring lemas tidak dapat lagi mencari nafkah untuk keluarganya.
“Tak terasa mata ini lembab mendengarkan kisah seorang bapak yang terjatuh setelah mondar mandir mengorek tong sampah yang berada di sekitar Jalan Toddopuli Raya Kota Makassar. Yang dicari pria berusia 72 tahun itu sesuatu yang bisa dimakan. Ia tak malu lagi kepada orang-orang di sekelilingnya meski harus membuka bungkusan makanan dan mencicipinya,” kata pria berumur 40 tahun ini.
Setelah mengetahui alamat Damianus David di Jalan Toddopuli 8 yang hidup bersama istrinya Maria 65 tahun, Suryadi hadir memberikan bantuan kepada kakek malang tersebut.(*)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.